ADAPTASI - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Senin, 06 Februari 2012

ADAPTASI

13.00



Setiap organisme, baik hewan maupun tumbuhan mempunyai dan memerlukan lingkungan hidup tertentu. Linngkungan tempat suatu jenis organisme hidup dan berkembang biak disebut habitat. Dengan mengetahui habitat suatu jenis organisme, kita dapat dengan mudah menemukan organisme yang diinginkan. Contohnya habitat cacing tanah adalah di tanah basah yang berhumus. Jadi, untuk menemukan cacing tanah harus mencarinya di tanah basah yang berhumus, bukan di lapangan tandus dan kering. Habitat ikan mas adalah di air tawar. jadi, untuk mencari ikan mas harus di air tawar, bukan di air payau atau di air laut, sebab itu bukan habitatnya.

Keadaan suatu orgnisme umumnya selalu berubah. Misalnya, perubahan suhu, cahaya matahari, air, makanan, dan persaingan. Perubahan ini akan mempengaruhi kelangsungan hidup organisme. Bagaimana organisme tersebut dapat bertahan hidup?

Organisme yang mampu untuk bertahan hidup adalah organisme yang dapat beradaptasi. Adaptasi merupakan perkembangan lebih sifat dari suatu organisme yang membuatnya lebih sesuai untuk hidup dan berkembangbiak di suatu lingkungan.

Organisme yang sudah beradaptasi dengan suatu tempat sukar beradaptasi ke lingkungan yang lain. Hal ini tidak terjadi pada manusia karena dengan pikiran atau otaknya, manusia mampu mengubah lingkungan agar sesuai dengan keinginan dan kebutuhannya. Kalau kedinginan, manusia mengenakan pakian yang tebal. Rumah dibangun dengan bahan yang berbeda dengan bentuk yang berbeda tergantung keadaan lingkungan. Dengan demikian, manusia dapat hidup di berbagai lingkungan, seperti di tanah yang tandus, di tanah yang subur, atau di daratan tinggi.

Ada tiga peradaptasian yang dilakukan oleh organisme untuk bertahan hidup sehingga kelangsungan hidup suatu organisme dapat lestari, yaitu:
  1. Adaptasi morfologi.
  2. Adaptasi fisiologi.
  3. Adaptasi tingkah laku.
Organisme bertahan hidup untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.

Adaptasi morfologi

Adptasi morfologi merupakan penyesuaian bentuk tubuh atu alat-alat tubuh terhadap lingkungannya.

a. Paruh burung
Bnetuk paruh burung menyesuaikan dengan jenis makanan yang dimakannya. Berbagai paruh burung mempunyai bentuk berbeda-beda. Bebek mencari ikan dalam air, itu sebabnya paruhnya berbentuk seperti sekop untuk mencaru jaringan ikan. Paruh burung manyar pendek dan kuat untuk memecah buji-bijian. Paruh burung pengisap madu berbentuk panjang untuk mengisap madu yang terletak di dalam bunga.

b. Kaki burung
Kaku burung juga mengalami penyesuaian berdasarkan cara hidupnya. Burung merpati sering bertengger dicabang pohon dan meloncat ke sana ke mari. Bentuk kaki yang dimilikinya sesuai dengan kebiasaan hidup burung tersebut. Berbeda dengan merpati, itik sering berada di air untuk mencari makan. Oleh sebab itu, kaki tersebut berfungsi sebagai dayung pada saat itik berada di air. Burung elang memiliki kaki kuat dan kuku tajam melengkung untuk mencengram mangsanya. Burung peltuk mempunyai kaki yang sesuai untuk memanjat.

c. Mulut serangga
Adaptasi morfologi pada mulut serangga di dasarkan pada cara mengambil makanannya. Berdasarkan hal tersebut, yaitu sebagai berikut.
  1. Tipe mulut penggigit, misalnya pada lipas, jangkrik dan belalang.
  2. Tipe mulut penghisap dan penjilat, misalnya pada lebah dan lalat.
  3. Tipe mulut pengisap, misalnya pada kupu-kupu.
  4. Tipe mulut pengisap dan pengisap, misalnya pada nyamuk.

Adaptasi morfologi organisme air
  • Hewan dan tumbuhan yang hidup di air mempunyai bentuk tubuh dan alat tubuh yang berbeda sesuai dengan lingkungan air. Contohnya adalah sebagai berikut.
  • Hewan air dilengkapi dengan alat tubuh untuk bergerak dalam air, misalnya sirip pada ikan serta kaki berselaput pada katak dan itik. Selain alat gerak tersebut , hewan air umumnya berbentuk streamline (langsing seperti torpedo) untuk memudahkan bergerak dalam air. Walaupun pinguin, gurita, cumi-cumi tidak berbentuk torpedo, pada saat bernang cepat mereka mengubah bentuk tubuh menjadi seperti torpedo.
  • Tumbuhan air yang hidupnya terapung di air mempunyai rongga antarsel yang berisi undara untuk mengapungkan tubuhnya. Eceng gondok memiliki daun yang mengembung yang berisi udara sehingga mengapung. Batang taratai mempunyai ruang udara sehingga dapat tegak dalam air.
  • Tumbuhan yang hidup dalam air tidak selalu pada akar untuk mendapat air dan mineral melalui seluruh permukaan tubuhnya. Artinya, mereka tidak memerlukan jaringan pengangkut. Tumbuhan air juga tidak memerlukan banyak stomata. Teratai mempunyai rizom yang terbenam didasar kolam. Akarnya tidak berkembang baik karena tidak diperlukan untuk menyerap air dan mineral. Teratai tidak mempunyai jaringan pengangkut yang baik. Seperti halnya teratai, eceng gondok juga mempunyai akar yang berkembang biak. Eceng gondok dapat menempel di dasar kolam dengan akarnya atau melayang di air.
Adaptasi morfologi organisme darat
  1. Air merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup. Hewan dan tumbuhan yang hidup di lingkungan yang kekurangan air mengalami penyesuaian untuk mengatasi keadaan itu. Contohnya sebagai berikut.
  2. Tumbuhan xerofit, seperti kaktus, menyimpan air di dalam batangnya yang tebal dan berlapis lilin. Daun-daunnya sangat kecil berbentuk duri. Akar kaktus sangat panjang dan menyebar, yang berfungsi menyerap air dari daerah yang luas.
  3. Katak gurun di Amerika Utara mempunyai kaki bertanduk untuk lubang. Kedalaman lubang yang digalinya dapat mencapai 3 meter. Lubang tersebut digunakan untuk menghindari udara panas di permukaan tanah.
  4. Kelinci gurun mempunyai telinga yang besar yang berfungsi mendinginkan tubuh. Pada saat darah mengalir melewati telinga, darah melepaskan panas ke udara sekelilingnya sehingga suhu tubuh berkurang.
  5. Tumbuhan yang hidup di linngkungan yang basah misalnya keladi, mempunyai daun yang lebar untuk mempercepat penguapan air. Tumbuhan yang hidup di tempat lembap, membuang kelebihan air dengan mengeluarkan air tepi daun (gutasi).

Adaptasi fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi tubuh terhadap keadaan lingkungan. Adaptasi ini sangat penting sebab menyangkut fungsi fisiologi dalam tubuh. Berikut ini adalah contoh adaptasi fisiologi.
  1. Tubuh manusia membentuk butir darah merah lebih banyak jika tinggal di daratan tinggi. Hal ini terjadi karena tekanan atmosfer di daratan tinggi lebih kecil daripada tekanan atmosfer di daratan rendah sehingga hanya sedikit oksigen yang dapat masuk ke tubuh kita. Untuk mendapatkan cukup oksigen, diperlukan lebih banyak sel darah merah untuk mengikat oksigen tersebut.
  2. Ikan yang hidup di daerah berkadar garam tinggi mengeluarkan urin yang lebih pekat daripada ikan yang hidup di air tawar.

Adaptasi tingkah laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian terhadap lingkungan dalam bentuk tingkah laku. Contohnya sebagai berikut.
  1. Bunglon mengubah warna tubuhnya sesuai denga lingkungan .
  2. Mamalia yang hidup di air, misalnya lumba-lumba dan paus, secara berkala muncul ke permukaan air untuk bernafas. Hewan tersebut melakukannya karena mereka bernapas dengan paru-paru.
  3. Di dalam usus rayap terdapat flageta yang menghasilkan enzim selulase untuk mencernakan kayu. Pada saat kulit rayap mengelupas, susu belakang itu mengandung flagelata penghasil enzim selulase. Oleh karena itu, rayap memakan kembali kulit kelupasannya . rayap yang beru menetas dari telur menjilati dubur rayap dewasa. Dengan cara tersebut flagelata dapat masuk ke dalam saluran pencernaan rayap muda itu.
  4. Hewan-hewan ada yang melakukan migrasi, meninggalkan are yang bersalju untuk mencari makan, dan kembali pada musim semi. Migrasi merupakan bagian dari daur hidup banyak hewan, terutama burung
  5. Beberapa jenis hewan melakukan hibernasi, yaitu istirahat panjang sebagai adaptasi terhadap musim dingin bersalju dan berkurangnya makanan. Hal ini dilakukan oleh bebera[a mamalia seperti landak dan hamster. Demikian pula ada hewan yang melakukan estivasi, yaitu istirahat panjang selama musim panas sebagai adaptasi terhadap suhu udara yang tinggi dan kurangnya air. Estivasi terutama dilakukan oleh serangga.


Sumber: Buku Biologi. Sumarwan. Sumartini, Kusmayadi.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer