PROYEKSI PENDUDUK INDONESIA 1995-2007 - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Sabtu, 31 Maret 2012

PROYEKSI PENDUDUK INDONESIA 1995-2007

16.46
Kesejahteraan penduduk merupakan sasaran utama dari pembangunan sebagai mana tertuang dalam GBHN. Semua perencanaan pembangunan harus ditunjang dengan informasi tentang jumlah penduduk, persebaran, dan susunannya menurut berbagai kelompok umur penduduk yang relevan dalam perencanaan tersebut.





Guna memperoleh landasan yang kuat bagi perencanaan tersebut, diperlukan proyeksi penduduk yang merupakan perkiraan jumlah penduduk dan komposisinya pada masa yang akan datang. Proyeksi penduduk bukan merupakan ramalan jumlah penduduk tetapi merupakan perhitungan ilmiah yang didasarkan pada asumsi dari komponen laju pertumbuhan penduduk. Komponen laju pertumbuhan penduduk meliputi kelahiran, kematian dan perpindahan (migrasi).



Pemerintah telah melaksanakan berbagai usaha dalam rangka memecahkan masalah kependudukan. Usaha-usaha yang mengarah pada pemerataan persebaran penduduk telah dilakukan pemerintah dengan cara permindahan penduduk. Pulau Jawa ke luar Pulau Jawa melalui program transmigrasi. Usaha-usaha untuk menekan laju pertumbuhan penduduk telah dilakukan pemerintah melalui perogram Keluarga Berencana yang dimulai awal tahun 1970-an.






Dalam rangka menekankan tingkat kematian penduduk, telah dilakukan usaha perbaikan tingkat kesehatan masyarakat. Salah satu usaha dalam pembangunan ini adalah menyelidiki sarana kesehatan yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas, baik dari segi finansial maupun lokasinya. Sarana kesehatan.



Peningkatan kesejahteraan penduduk berdampak pada komposisi umur. Makin tua umur penduduk maka kemampuan untuk bertahan hidup makin tinggi sehingga piramida penduduk makin gemuk dan pada usia yang lebih tinggi.



Susunan umur setiap provinsi mengalami perubahan yang cukup besar. Susunan umum penduduk di Pulau Jawa dan Bali sedikit lebih tua daripada provinsi lainnya. Sebaliknya, persentase anak umur 0-14 tahun di Jawa dan Bali jauh lebih rendah daripada provinsi lainnya.








Sumber: Buku Mengkaji Ilmu Geografi 2. Sugiyanto. Danang Endarto.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer