PERASAAN-PERASAAN YANG TIMBUL PADA MASA TUA (LANSIA) - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Selasa, 21 Februari 2012

PERASAAN-PERASAAN YANG TIMBUL PADA MASA TUA (LANSIA)

 
Mood, perasaan dan afek. Di negara lain, bunuh diri adalah salah satu penyebab utama kematian pada golongan usia lanjut. Oleh karena itu pemeriksaan ide bunuh diri pada penderita lanjut usi sangat penting. Perasaan kesepian, tidak berguna, putus asa dan tidak berdaya adalah gejala depresi. Kesepian merupakan alasan yang paling sering dinyatakan oleh para lanjut usia yang ingin bunuh diri. Depresi merupakan resiko yang tinggi untuk bunuh diri.

a.       Kesepian
Kesepian atau loneliness,biasanya dialami oleh seorang lanjut usia pada saat meninggalnya pasangan hidup atau teman dekat ,terutama bila dirinya sendiri saat itu juga mengalami penurunan status kesehatan,misalnya menderita berbagai penyakit fisik berat,gangguan mobilitas atau gangguan sensorik,terutama gangguan pendengaran (Brocklehurst-Allen,1987).
Harus dibedakan antara kesepian dengan hidup sendiri.Banyak diantara lansia yang hidup sendiri tidak mengalami kesepian,karena aktivitas sosial yang masih tinggi,taetapi dilain pihak terhadap lansia yang walaupun hidup dilingkungan yang beranggotakan cukup banyak ,mengalami kesepian.
Pada penderita kesepian ini peran dari organisasi sosial sangat berarti,karena bisa bertindak menghibur,memberikan motivasi untuk lebih meningkatkan peran sosial penderita,disamping memberikan bantuan pengerjaan pekerjaan dirumah bila bila memang terdapat disabilitas penderita dalam hal-hal tersebut.

b.        Depresi
Menurut kriteria baku yang dikeluarkan oleh DSM-III R Yang dikeluarkan oleh Asosiasi Psikiater Amerika, diagnosis depresi harus memenuhi kriteria dibawah ini (Van der Cammen,1991) untuk diagnosis depresi:

      1. Perasaan tertekan hampir sepanjang hari
      2. Secara nyata berkurang perhatian atau keinginan untuk berbagi kesenangan,atau atas semua atau hampir semua aktivitas.
      3. Berat badan turun atau naik secara nyata,atau turun atau naiknya selera makan secara nyata.
      4. Isomnia atau justru hipersomnia.
      5. Agitasi atau retardasi psikomotorik.
      6. Rasa capai/lemah atau hilangnya kekuatan.
      7. Perasaan tidakn berharga,rasa bersalah yang berlebihan atau tidak tepat (seiring bersifat delusi).
      8. Hilangnya kemampuan untuk berpikir,berkosentrasi atau membuat keputusan.
      9. Pikiran berulang tentang kematian (bukan sekedar takut mati),pikiran berulang untuk lakukan bunuh diri tanpa rencana yang jelas,atau upaya bunuh diri atau rencana khusus untuk melakukan bunuh diri
      10. Takdapat dibuktikan bahwa perasaan/gangguan tersebut disebabkan oleh gangguan organik
      11. Gangguan tersebut bukan suatu reaksi normal atas kematian seseorang yang dicintainya (Komplikasi duka-cita).
      12. Pada saat gangguan tersebut tidak pernah terjadi ilusi atau halusinasi selama berturut-turut 2 minggu tanpa adanya gejala perasaan hati yang nyata (misal sebelum gejala perasaan hati tersebut atau setelah perasaan hati menjadi lebih baik).
      13. Tidak merupakan superimposing pada suatu skizofrenia, gangguan skizofreniform,gangguan delusional atau psikotik.
  •  Sumber: Buku Psikologi Perkembangan, suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan, edisi kelima. Elisabeth. B. Hurlock.

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Popular Posts

     
    Toggle Footer