Breaking News
Loading...
Selasa, 28 Februari 2012

TUJUAN KEBIJAKAN EKONOMI INTERNASIONAL


secara umum, tujuan kebijakan ekonomi international pada suatu negara dapat disebutkan sebagai berikut.

Autarki
autarki ialah berusaha untuk menghindarkan diri dari pengaruh-pengaruh negara lain, baik pengaruh ekonomi, politik maupun militer. Sebenarnya, tujuan ini bertentangan denga prinsip perdagangan antar negara(international) secara bebas (libaralisasi perdagangan internasional).

Kesejahteraan (welfare)
tujuan diadakan ekonomi dengan negara lain adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  1. Impor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan barang-barang yang lebih mahal kalau diproduksi di dalam negeri.
  2. Ekspor dilakukan agar bisa menjual barang dengan harga yang lebih mahal kalau dijual dalam negari.
Apabila pemasaran suatu barang semakin luas, penambahan produksi dapat dimungkinkan. Akibat selanjutnya, lapangan kerja dapat diperluas. Sehingga penduduk makin mendapat keselamatan memperoleh pekerjaan. Terjaminnya pekerjaan (semakin berkurangnya pengangguran) berarti semakin meningkatnya kesejahteraan.

Dengan adanya hubungan ekonomi internasional, masing-masing negara menadapatkan keuntungan. Oleh karena itu, untuk mendorong adanya perdagangan harus dihilangkan atau dikurangi.

Proteksi
tujuan proteksi adalah untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan barang impor. Biasanya, kebijakan proteksi dilakukan dengan cara pembatasan jumlah barang impor dan menaikkan bea masuk. Selain itu, pemerintahan harus mempermudah arus impor bahan-bahan yang perlukan untuk industri dalam negeri beserta ahli teknologinya.

Proteksionisme adalah kebijakan pemerintahan melindungi industri dalam negeri melalui tarif dan kuota.

Keseimbangan neraca pembayaran
neraca pembayaran merupakan catatan tentang penerimaan yang dari luar negeri dan pembayaran ke luar negeri. Jika neraca pembayaran suatu negara mengalami defisit (jumlah yang diterima lebih kecil daripada yang dibayarkan), maka cadangan devisa melakukan kebijakan ekonomi internasional untuk menjaga neraca pembayarannya, paling tidak dalam keadaan seimbang.

Peningkatan pembangunan ekonomi
agar pembangunan ekonomi dalam negeri lancar, seringkali pemerintah melakukan kebijakan ekonomi internasional. Misalnya, untuk melindungi industri dalam negeri, maka pemerintah membatasi impor barang industri yang bersangkutan. Sebaliknya, di bidang ekspornya pemerintahan memberikan kebijakan yang mendorong untuk meningkatkan ekspor.

Selain itu, dengan adanya spesialisasi yang bersifat internasional maka tiap-tiap negara bisa meningkatkan efisiensi dalam memproduksi suatu barang berdasarkan keunggulan komparatif yang dimiliki.

1 komentar:

Popular Posts

 
Toggle Footer