ANALISA PERKEMBANGAN KELOMPOK SOSIAL - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Sabtu, 21 April 2012

ANALISA PERKEMBANGAN KELOMPOK SOSIAL


Hubungan yang terjadi dalam masyarakat yang multietnis, seperti Indonesia, akan diikuti oleh proses akulturasi, dominasi, paternalisme, pluralisme, atau integrasi. Namun, dalam masyarakat yang kompleks setiap individu memiliki tidak hanya satu peran, melainkan beberapa peran sekaligus. Misalnya, di sari sisi seseorang menjadi anggota atnis Bugis, di sisi lain dia seorang perempuan, menjadi PNS, istri pengusaha, anggota paduan suara, dan wali murid. Ada beberapa peran yang disandang sekaligus dalam diri seseorang. Hal tersebut sangat menguntungkan bagi masyarakat yang memiliki keragaman tinggi karena multiperan dapat merendam intensitas konflik antar kelompok. Konflik ditimbulkan oleh pengelompokkan yang mempunyai sensifitas tinggi di masyarakat, seperti suku, agama, ras, serta penguasaan ekonomi dan politik.

Dalam teori fungsional, struktural masyarakat kompleks atau masyarakat modem dapat diciptakan dengan diferensiasi struktural atau lebih sederhananya dengan pembagian kerja yang spesifik. Pembagian kerja akan menciptakan saling ketergantungan antarsesama dan akan menjadi perekat masyarakat. Dalam masyarakat yang pembagian kerjanya tinggi (terdiferensiasi), setiap peran sekaligus. Kondisi demikian dikenal dengan istilah interseksi atau persilangan. Adanya interaksi antarindividu dan kelompok menciptakan konsolidasi dalam masyarakat.

Sumber: Buku Ilmu Pengetahuan Sosial, Sosiologi. Pabundu Tika. Amin. Andi Sopandi. Mita Widyastuti.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer