PENGALAMAN KLIEN DALAM TERAPI REALITAS - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Selasa, 04 Juni 2013

PENGALAMAN KLIEN DALAM TERAPI REALITAS

Para klien dalam terapi realitas bukanlah orang orang yang telah belajar menjalani kehidupan secara bertanggung jawab, melainkan orang orang yang termasuk tidak bertanggung jawab. Meskipun tingkah lakunya tidak layak, tidak realitas, dan tidak bertanggung jawab, tingkah laku para klien itu masih merupkan upaya untuk memenuhi kebutuhan kebuhan dasar mereka akan cinta dan rasa berguna. Tingkah laku mereka itu pun merupkaan upaya untuk memperoleh identitas meskpun boleh jadi “ identitas kegagalan”. Perhatian terapeutik diberiakan kepada orang yang belum belajar atau kehilangan kemampuan untuk menjalani kehidupan yang bertanggung jawab.

Para klien diaharapkan berfokus kepada tingkah kalu mereka sekarang alih  alih kepada perasaan mereka. Terapi mennatang para klien untuk memandang secara krtis apa yang mereka perbuat dengan kehidupan mereka dan kemudian membuat pertimbangan  pertimbangan nilai yang menyangkut keegektifan tingkah laku mereka dalam mencapai tujuan  tujuan. Karena para klien bias mengendalikan tingkah lakunya lebih mudah dari pada mengendalikan perasaan  perasaan dan pikiran, maka tingkah laku mereka itu menjadi focus terap. Jika seorang klien mengeluh bahwa dirinya merasa cemas, terapi bias bertanya kepad klien, “apa yang adan lakukan untuk membuat diri sendiri cemas?” Fokusnya bukanlah parsaan cemas, melainkan membantu klien agar memperoleh kesadaran atas apa yang dilakukan sekarang yang menjadi diirinya cemas. Pemeriksaan dan evaluasi atas apa yang dilakukan oleh klien secara sinambung dilakuka selama terapi.


Setelah para klien membuat penilaian tertentu tentang tingkah lakunya sendiri serta memutuskan bahwa mereka ingin berubah, mereka diharapkan membuat rencana  rencana yang spesifik guna mengubah tingkah laku yang gagal menjadi tingkah laku yang berhasil. Para klien harus membuat suatu komitmen untuk melaksanakan rencana  rencana ini, tingakan menjadi keharusan. Mereka tidak bias menghindari komitmen dengan mempersalahkan, menerangkan, atau memberikan dalih. Mereka harus terlibat aktif dalam pelaksanaan kontrak  kontrak terapi mereka sendiri secara bertanggung jawab apabila ingin mencapai kemajuan.



Sumber: 
Teori dan Praktek KONSELING & PSIKOTERAPI. Gerald Corey (Hal 272   - 273

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer