MASALAH – MASALAH ETIKA DALAM KONSELING DAN PSIKOTERAPI - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Jumat, 09 Agustus 2013

MASALAH – MASALAH ETIKA DALAM KONSELING DAN PSIKOTERAPI

Kumpulan Materi - Setiap profesi memiliki suatu kode dan sistem etika. Setiap orang professional diharapkan menggunakan penilaian yang tegas ketika masalah – masalah etis muncul dalam pekerjaannnya. Perhimpunan Psikologi Amerika (The American Psychological Association = APA) telah mengembangkan petunjuk – petunjuka dan standar – standar etika dalam psikologi. Segenap calon terapis atau konselor harus mempelajari Ethical Standards of Psychologists yang diterbitkan oleh APA.

APA telah mengembangkan daftar yang memuat 19 prinsip khusus yang bisa dterapkan pada para konselor dan psikoterapis. Prinsip – prinsip itu menyangkut bidang – bidang sebagai berikut:

(1) Tanggung jawab

(2) Kompetensi

(3) Standar – standar moral dan hokum

(4) Penggambaran yang salah

(5) Pernyataan – pernyataan di hadapan umum

(6) Kerahasiaan

(7) Kesejahteraan klien

(8) Hubungan klien terapis

(9) Pelayanan – pelayanan impersonal

(10)Pengumuman pelayanan – pelayanan

(11)Hubungan – hubungan antarprofesi

(12)Pemberian ganjaran

(13)Keamanan tes

(14)Penafsiran tes

(15)Publikasi tes

(16)Kehati – hati meneliti

(17)Kredit publikasi

(18)Tanggung jawab kepada organisasi

(19)Aktivitas – aktivitas promosi.

Pada umumnya, tanggung jawab utama terapis adalah kepada klien, tetapi terapis memiliki tanggung jawab – tanggug jawab lain kepada keluarga klien, kepada biro yang menunjuknya (member kuasa), kepada profesi, kepada masyarakat, dan kepada dirinya sendiri.

Program – program pendidikan konselor harus menyertakan seminar – seminar mengenai prinsip – prinsip dan praktek – praktek etika. Masalah – masalah nyata yang menyangkut masalah – masalah etika harus menjadi topik – topik untuk dieksplorasi di dalam seminar – seminar. Para mahasiswa, sebagai pemula, harus mengenalkan betul standar – standar yang dikembangkan oleh APA. Mereka harus peka terhadap masalah – masalah etis yang muncul dalam pengalaman – pengalaman praktikum mereka, kemudian mendiskusikannya. Dalam seminar atau berkonsultasi dengan para pembimbing guna memperoleh pertimbangan mengenai aspek – aspek masalah – masalah tersebut. Bagian dari pendidikan konselor adalah pengembangan ketegasan menilai dan masalah – masalah etika dasar harus diprioritaskan dalam latihan pribadi.

Perhimpunan Personel dan Bimbingan Amerika telah mengembangkan petunjuk untuk praktek – praktek etis dalam konseling. Dalam dasawarsa yang lalu terdapat peningkatan perhatian pada pengembangan standar – standar etika untuk menuntun para pempraktek dan peningkatan kesadaran atas peran dan tanggung jawab para konselor dan psikolog dalam usaha meringankan penderitaan manusia. Para pempraktek tidak lagi bisa bersembunyi dengan aman di dalam kantor, kecenderungan sekarang menuntut tindakan sosial oleh para professional pada kasus – kasus ketidakadilan sosial. Perhimpunan – perhimpunan seperti APA, Perhimpunan Psikologi Humanistik dan Akademi Para Psikoterapis Amerika menentukan tanggung jawab etis dari para professional kepada masyarakat dengan menggunakan pengaruh mereka secara kolektif dalam menghadapi masalah – masalah sosial berkenaan dengan penindasandan diskriminasi terhadap wanita dan kelompok – kelompok minoritas, rasionalisme, penelantaran orang – orang jompo, dan perlakuan – perlakuan tertentu yang tidak manusiawi terhadap anak – anak. Seminar – seminar dan bengkel – bengkel kerja diselenggarakan untuk membangkitkan nurani para professional yang tumpul dan untuk memperluas kesadaran atas tanggung jawab pribadi dari anggota profesi – profesi pemberi bantuan. Arahnya adalah mendorong para professional untuk secara aktif menerapkan pengetahuan kecakapan – kecakapan mereka pada penyebab – penyebab ketidakadilan sosial. Sudah seharusnya konselor atau terapis mengenal masalah – masalah tentang penindasan sosial dan politik yang memiliki pengaruh langsung terhadap hak – hak asasi manusia, dan penting untuk menentukan langkah – langkah yang pasti yang akan diambil guna menghasilkan perubahan – perubahan dalam sistem. Pendek kata, para konselor menemukan bahwa untuk menghasilkan perubahan individual yang signifikan, mereka tidak bisa membutakan dan menulikan diri terhadap penyakit – penyakit sosial yang sering menunjang penyakit individu, mereka harus menjadi agen – agen yang aktif dalam perubahan sosial yang konstruktif.







Sumber: Teori dan Praktek KONSELING & PSIKOTERAPI. Gerald Corey (Hal 361 – 363)



0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer