HAL – HAL YANG DIBUTUHKAN DALAM PENELITIAN - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Kamis, 14 Agustus 2014

HAL – HAL YANG DIBUTUHKAN DALAM PENELITIAN

Kumpulan MateriBeberapa pendapat mengatakan bahwa penelitian pada umumnya adalah aktivitas yang sangat terhormat, mahal, elite, bergensi, dan penuh petualangan. Pernyataan ini beralasan karena biaya penelitian biasanya cukup besar, cukup eksklusif, dan penuh tantangan. Namun tidak mahal, penelitian juga dapat amat murah; dan murah sekali bila diukur dari pemanfaatan penelitian baik dalam arti murni (pure) maupun dalma arti terapan (applied). Banyak proyek penelitian yang dilakukan dengan biaya ratusan juga rupiah, bahkan ada penelitian yang dilakukan dalam waktu yang sangat lama. Namun juga tidak sedikit penelitian dilakukan dengan biaya yang sangat murah dengan batas waktu yang relative pendek.

Memang waktu merupakan kebutuhan tersendiri dalam penelitian, hal ini tidak lain karena peneliti membutuhkan waktu yang cukup untuk menyelesaikan penelitiannya dengan saksama. Penelitian tidak dapat dilakukan dilakukan hanya dalam waktu satu sampai dua minggu, tetapi membutuhkan waktu relative lebih lama dari itu. Bahkan bertahun – tahun, berpuluh – puluh tahun, tergantung pada permasalahan yang hendak diteliti. Bahkan waktu juga menentukan rasionalisasi penelitian tertentu dengan metode permasalahan tertentu pula. Akumulasi uang dan waktu dalam setiap penelitian selalu urgen untuk menghasilkan karya – karya penelitian yang andal, selain itu keandalan hasil penelitian juga dihasilkan oleh peneliti yang memiliki dedikasi karena peneliti adalah instrument penting dalma penelitian yang menguasai seluruh proses dan komponen penelitian. Dedikasi dan sikap ilmiah penelitian itulah yang mengantarkannya kepada ciri khas seorang ilmuwan. Sikap – sikap dan dedikasi yang dibutuhkan tersebut adalah antara lain:

a. Objektif, faktual, yaitu peneliti harus memiliki sikap objektif dan peneliti memulai pembicaraannya berdasarkan fakta.

b. Open, fair, responsible, yaitu penelitian harus bersikap terbuka terhadap berbagai saran, kritik, dan perbaikan dari berbagai kalangan. Begitu pula penelitian harus bersikap wajar, jujur dalam pekerjaannya, serta dapat mempertanggungjawabkan semua pekerjaan secara ilmiah.

c. Curious;Wanting to know, yaitu penelitian harus memiliki sikap ingin tahu tertama kepada apa yang yang diteliti dan senantiasa haus akan pengetahuan – pengetahuan baru. Berarti bahwa penelitian adalah orang – orang yang peka terhadap informasi dan data.

d. Invective always, yaitu peneliti harus memiliki daya cipta, kreatif, dan senang terhadap inovasi.

Selanjutnya peneliti sebagai seorang ilmuwan, juga dituntut memiliki kemampuan lain seperti:

a. Think, ciritically, systematically yaitu peneliti adalah orang yang memiliki wawasan, memiliki kemampuan kritik, dan dapat berpikir sistematik.

b. Able to create, innovate, yaitu peneliti harus memiliki kemampuan mencipta, karena harus selalu menemukan atau membuat penemuan – penemuan baru.

c. Communicate affectivity, yaitu peneliti harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan mempengaruhi pihak lain dengan komunikasi itu.

d. Able to identify and formulate problem clearly, yaitu mampu mengenal dan merumuskan masalah dengan jelas.

e. View a problem in wider context, yaitu peneliti mampu melihat suatu masalah dalam konteks yang luas karena suatu masalah biasanya tidak berdiri sendiri.

Selain sikap, dedikasi, dan kemampuan tersebut di atas, peneliti juga dituntut menguasai cabang ilmu pengetahuan yang ada hubungannya dengan permasalahan yang diteliti. Kebutuhan ini dirasakan terutama bagi peneliti yang bekerja pada lembaga – lembaga penelitian dengan melayani kebutuhan penelitian dari berbagai kalangan atau disiplin ilmu. Kebutuhan sikap dedikasi sebagai peneliti, tidak hanya dengan memenuhi beberapa kebutuhan di atas, karena masih ada kebutuhan lain yang semestinya diperhatikan dalam penelitian. Secara konkret aspek – aspek kebutuhan lain tersebut adalah sebagai berikut:

1. Sikap, pengetahuan, serta pendangan peneliti terhadap lingkungan masyarakat, para informan, responden, dan warga masyarakat lainnya.

2. Memerhatikan sikap dan pandangan informan, responden, serta warga masyarakat lain terhadap diri peneliti termasuk sikap dan pandangan peneliti asing dan peneliti berjenis kelamin lain.

3. Memerhatikan masalah keuntungan dan kesulitan peneltian tunggal jika dibandingkan dengan peneliti bersama dalam satu tim.

4. Memerhatikan masalah pengembangan rapor yang wajar dalam wawancara serta kemampuan peneliti untuk mengenal dirinya.

5. Memerhatikan sikap para pegawai di pusat maupun di daerah terhadap peneliti dan proyek penelitiannya.

6. Memerhatikan masalah penyesuaian pandangan etik dari para informan, responden, dan warga masyarakat, dengan pandangan etik dari peneliti terhadap topik persoalan yang sedang diteliti.

Sikap dan dedikasi peneliti lainnya yang sering dilupakan orang, yaitu factor pribadi peneliti dan interes pribadi, kedua hal ini berkaitan dengan kredibilitas peneliti itu sendiri. Factor pribadi menyangkut sifat – sifat hereditas dan fiskal peneliti. Ada peneliti yang secara alamiah cerdas, tanggap, sensitive, memiliki ketahanan tubuh yang tinggi, dan sebagainya.

Namun bagi peneliti lain, hal itu tidak dimilikinya. Faktor pribadi ini secara tidak langsung memengaruhi hasil – hasil penelitian. Sehingga bisa jadi dua karya penelitian yang sama objeknya, namun berbeda hasil penelitiannya karena peneliti dan kredibilitasnya berbeda pula. Jadi ketika interview, wawancara, ataupun observasi, umpamanya, peneliti yang sensitive tentu akan memperoleh data yang lebih banyak dan lengkap bila dibandingkan dengan peneliti yang tingkat sensivitas sosialnya rendah dan tidak responsive terhadpa metode – metode tersebut.

Hal yang sama juga terjadi pada interes pribadi dalam setiap peneliti. Interes pribadi biasanya banyak mendominasi setiap pekerjaan orang termasuk pula penelitian. Namun di dalam penelitian, interes pribadi akan mempengaruhi objektivitas peneliti saat menilai hasil kerjanya sendiri. Untuk itu semua penelitian senantiasa membutuhkan pribadi – pribadi peneliti yang loyal dan berdedikasi terhadap ilmu pengetahuan, dalam arti bahwa seseorang tidak akan melakukan penelitian jika tidak bermaksud untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan, bukan sekadar untuk memperkaya materi dan untuk kepentingan uang, sehingga menyeretnya menjadi seorang tukang dan pekerja kasar dalam dunia ilmu pengetahuan.





Sumber: METODE PENELITIAN KUANTITATIF. Prof. Dr. H. M. Burhan Bungin, S.Sos., M.Si. (Hal 20 – 25)

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer