EKSRESI TOKSIKAN DALAM TUBUH MANUSIA - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Kamis, 30 November 2017

EKSRESI TOKSIKAN DALAM TUBUH MANUSIA

Kumpulan MateriToksikan dapat dieliminasi dari tubuh melalui beberapa rute. Ginjal merupakan organ penting untuk mengeluarkan racun. Beberapa xenobiotic diubah terlebih dahulu menjadi bahan yang larut dalam air sebelum dikeluarkan dari tubuh.

Rute lain yang menjadi lintasan utama untuk beberapa senyawa tertentu di antaranya: liver dan sistem empedu, penting dalam eksresi seperti DDT dan timbal (Pb). Paru berperan paula dalam ekskresi gas seperti carbon monoksida (CO). Toksikan yang dikeluarkan dan tubuh dapat ditemukan pada keringat, air mata, dan air susu ibu (ASI).

Ekskresi Urine

Ginjal merupakan organ yang sangat efisien dalam mengalami toksikan dari tubuh. Senyawa toksik dikeluarkan melalui urine oleh mekanisme yang sama seperti pada saat ginjal membuang hasil metabolit dari tubuh.

Ekskresi Empedu

Liver berperan penting dalam menghilangkan bahan toksik dari darah setelah di absorpsi pada saluran pencernaan, sehingga akan dapat dicegah distribusi bahan toksik tersebut ke bagian lain dari tubuh. Hal ini disebabkan karena liver merupakan tempat di mana terjadinya biotransformasi dari agen toksik dan hasil metabolitnya dikeluarkan melalui empedu. Senyawa asing yang dikeluarkan melalu empedu biasanya dikelompokkan dalam 3 kelas berdasarkan rasio konsentrasi toksikan di dalam plasma dengan yang ada di empedu. Termasuk kelas A bila rasio mendekati 1, contoh: sodium, patossium, glukosa, mercuri. Kelas B substansi dengan rasio antara 10-1000, contohnya: asam, bilirubn, Pb, Arsenik, dan Mangan. Kelas C, substansi dengan rasio <1 seperti albumin, seng, besi, dan kromium. Yang penting cepat diekskresi melalui empedu adalah senyawa yang termasuk kelas B.

Rute Ekskresi Lainnya

Toksikan dapat juga dikeluarkan dari tubuh melalui paru, saluran pencernaan, cairan cerebrospinal, air susu, keringat, dan air liur. Zat yang berbentuk gas pada kondisi suhu badan dan volatile liquids dapat diekskresi melalui paru. Jumlah cairan yang dapat dikeluarkan melalui paru berhubungan dengan tekanan uap air.

Ekskresi toksikan melalui paru ini terjadi secara difusi sederhana. Gas yang kelarutannya rendah dalam darah dengan cepat dieksresi, sebaliknya yang tinggi kelarutannya seperti chloroform akann sangat lambat dieksresi melalui paru.







Sumber: Mukono H. J. (2005). Toksikologi Lingkungan. Surabaya: Airlangga University Press. (Hal 23-24)

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer