Breaking News
Loading...
Minggu, 29 Januari 2012

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN SOSIAL




Dalam proses perubuahan sosial, terdapat banyak faktor yang memengaruhinya, baik faktor yang bersifat mendorong terjadinya perubahan tersebut maupun yang menghalanginya. 

1. Faktor-faktor yang mendorong jalannya proses perubahan 

a. Kontak dengan kebudayaan lain 

Difusi adalah suatu proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan darisatu individu ke individu lain dan satu masyarakat ke masyarakat lainnya. Dengan proses tersebut, manusia maupun masyarakat lainnya. Dengan proses tersebut, menusia mampu menghimpun penemuan-penemuan baru. Melalui difusi, suatu penemuan baru yang telah dterima oleh suatu masyarakat luas hingga seluruh masyarakat di dunia dapat menikmati kegunaan peradapan. Terdapat dua tipe difusi, yaitu difusi intramsyarakat dan difusi antar masyarakat. 

Difusi intra masyarakat terpengaruh oleh beberapa faktor, seperti: 


Suatu pengakuan bahwa unsur yang baru tersebut memiliki kegunaan.
Ada tidaknya unsur-unsur kebudayaan yang memengaruhi diterima atau tidaknya unsur-unsur yang baru.
Suatu unsur baru yang berlawanan dengan fungsi unsur lama, kemungkinan besar tidak akan diterima.
Kedudukan dan peranan sosial dari individu yang menemukan sesuatu yang baru dan mempengaruhi apakah hasil penemuannya itu membatasi proses difusi tersebut.



Sementara itu, difusi antarmasyarakat dipengaruhi oleh: 

1) Adanya kontak antara masyarakat-masyarakat tersebut. 

2) Kemampuan untuk mendemonstrasikan manfaat penemuan baru tersebut. 

3) Pengakuan akan kegunaan penemuan baru. 

4) Ada tidaknya unsur-unsur kebudayaan yang menyaingi unsur-unsur penemuan baru. 

5) Peranan masyarakat yang menyebarkan penemuan baru 

6) Paksaan untuk menerima penemuan baru 

Terdapat persamaan dan perbedaan antara difusi dan akulturasi. Penemuannya, kedua proses tersebut memerlukan suatu kontak, tanpa adanya kontak, tidak mungkin kedua proses tersebut berlangsung. Perbedaannya, proses difusi berlangsung dalam keadaan ketika kontak tidak perlu ada secara langsung dan kontinu sedangkan dalam akulturasi diperlukan hubungan atau kontak yang dekat dan kontinu. 

Difusi memperlancar proses-proses kebudayaan karena memperkaya danmenambah unsur-unsur kebudayaan, yang seringkali memerlukan perubahan-perubahan dalam lembaga-lembaga kemasyarakatan atau bahkan mengganti lembaga kemasyarakatan yang lama dengan yang baru. 

b. Sistem pendidikan formal yang maju 

Pendidikan membantu membuka pikiran menusia sehingga mau dan mampu menerima hal-hal yang baru. Dengan adanya sistem pendidikan formal yang maju, sekolah akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

c. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju 

Apabila anggota masyarakat memiliki sikap menghargai hasil karya yang dibuat oleh sesorang, hal ini akan mampu mendorong penemuan-penemuan baru yang lain. 

d. Toleransi atau memiliki sikap mau menerima terhadap hal-hal baru 

Sikap mau menerima terhadap hal-hal baru mencirikan masyarakat yang dinamis dan mendorong perubahan sosial. Masyarakat tidak apriori atau menolak sebelum membuktikan hal-hal baru tersebut. 

e. Sistem terbuka dalam lapisan-lapisan masyarakat 

Sistem yang terbuka berarti banyaknya kesempurnaan untuk maju atas dasar kemampuan sendiri dan dapat mendorong seseorang untuk lebih inofatif. 

f. Penduduk yang heterogen 

Masyarakat yang terdiri atas kelompok-kelompok sosial yang memiliki latar belakang budaya, ras, ideologi, dan hal-hal yang berbeda, memudahkan terjadinya pertentangan yang menyebabkan guncangan. Hal tersebut dapat menjadi pendorong perubahan-perubahan dalam masyarakat. 

g. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu 

Masyarakat yang tidak puas dengan bidang tertentu akan mendorong perubahan. Perubahan itu dapat diawali oleh olah pikir untuk menciptakan hal-hal yang baru guna memenuhi kebutuhan hidup. 


h. Orientasi ke masa depan 
Seseorang atau masyarakat pasti menginginkan kehidupan masa depan kelak lebih baik. Orientasi ke masa depan ini dapat mendorong perubahan. 


i. Nilai bahwa manusia harus senantiasa berusahan memperbaiki hidupnya 
Manusia normal pasti ingin selalu mengubah hidupnya ke arah yang lebih baik. Hal ini agar manusia dapat bertahan hidup dan terpenuhinya kebutuhan. 


2. Faktor-faktor yang menghalangi terjadinya perubahan 


Faktor-faktor yang menghalangi perubahan sosial budaya, antara lain sebagai berikut. 
  1. Kurang hubungan dengan masyarakat lain karena kehidupan yang terasing. Hal ini dapat menyebabkan masyarakat tersebut tidaka mengetahui perkembangan yang terjadi dalam masyarakat lainnya yang mungkin dapat memperkaya kebudayaan sendiri.
  2. Perkembanganilmu pengetahuan yang terlambat, mungkin disebabkan masyarakat tersebut hidup secara terasing dan tertutup. Hal ini bisa pula disebabkan karena adanya proses penjajahan bangsa lain.
  3. Sikap masyarakat yang sangat tradisional dengan anggapan bahwa tradisi tidak dapat dirubah.
  4. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat sekali. Misalnya, adanya kelompok-kelompok yang dapat memperoleh keuntugan dengan situasi yang sedang berlangsung.
  5. Rasa takut akan terjadi kegoyahan pada integrasi kebudayaan.
  6. Prasangka terhadap hal-hal yang baru, asing, atau sikap yang tertutup.
  7. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis. Ideologis di masyarakat merupakan integrasi masyarakat tersebut.
  8. Adat dan kebiasaan yang mendarah daging. Kebiasaan merupakan pola-pola perlaku bagi anggota masyrakat untuk memenuhi kebutuhannya.
  9. Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Toggle Footer