Breaking News
Loading...
Minggu, 29 Januari 2012

WESTERNISASI


Westernisasi berasal dari kata western yang artinya barat. Westernisasi berarti proses pembaratan, pengambilalihan, atau peniruan budaya Barat. Segala tata cara kehidupan berkiblat ke dunia Barat, dan proses pengambilan atau peniruannya langsung, tanpa ada seleksi atau penyesuaian dengan budaya setempat.

Unsur budaya yang paling cepat ditiru umumnya budaya material, seperti gaya rambut pakaian, pergaulan bebas, pesta pora, minum-minuman keras. Pengadopsian budaya yang bersifat mental umumnya lambat karena memerlukan kesiapan dan keterampilan. Budaya mental positif yang berasal dari Barat, umumnya memiliki kaitan erat dengan kewirausahaan, yaitu:
  1. Semangat kerja tinggi, ulet, dan tekun.
  2. Menghargai waktu.
  3.  Disiplin.
  4. Berfikir sistematis dan logis.
  5. Perencanaan matang dan melihat ke depan.
  6. Motivasi tinggi untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.
  7. Produksi dan efisien.
  8. Mandiri.
  9. Berani bersaing.
  10. Bertanggung jawab.

Sikap positif itulah yang harus ditiru dan dan diterapkan dalam setiap sisi kehidupan sehingga dapat maju seperti mereka. Westernisasi merupakan sikap meniru mentah-mentah hal yang dilihat tanpa pertimbangan terlebih dahulu. Westernisasi biasanya banyak diadopsi oleh orang yang ingin cepat dikatakan modern dan takut dikatakan ketinggalan zaman atau demi gengsi.

Sifat yang melekat dengan dunia barat, yaitu sikap individualistis dan materialistis. Pada awalnya, sifat ini lahir dari pada adanya jam kerja yang padat, tepat waktu, dan sangat berorientasi pada produksi. Semua orang begitu tergesa-gesa bergerak dan satu tempat ke tempat lain, tanpa menghiraukan orang-orang di sekitarnya. Kalau ada waktu senggang, misalnya sambil menunggu bus, biasanya mereka pergunakan untuk membaca makanan cepat saji (fast food) menjadi kebutuhan di sela-sela jam kerja yang padat.

Kehidupan mereka materialistis karena memang segala tindakannya harus diperhitungkan untung ruginya, khususnya ongkos yang mahal. Jadi, dalam hal ini masih bersifat positif. Akan tetapi, banyak yang mengadopsi sifat itu tanpa dilatarbelakangi oleh keadaan yang sama sehingga muncul sifat sombong, egois, tidak peduli terhadap penderitaan orang, suka meremehkan orang lain terutama uang miskin, pelit, kasar, boros, ingin dipuji, menghadapi orang karena kekayaan, dan makan fast food demi gengsi.

Kebudayaan timur yang dahulu dianggap masyarakat lebih bergensi gotong royong, ramah, sopan, bersifat kerohanian, lama-kalamaan pudar karena pengaruh westernisasi. Oleh karena itu, banyak orang diantara kita menjadi orang yang tanggung, dan menjadi tidak modern karena sikap dan perilaku modernnya tidak diadopsi, tetapi kebudayaan materinya atau westernisasinya sudah dengan cepat diadopsi.
1.      Persamaan modern dan westernisasi
Modernisasi dan westernisasi memiliki kepantingan yang sama tentang masalah material (kebendaa). Kebudayaan merupakan unsur dari negara-negara Barat yang diadopsioleh masyarakat. Modernisasi dan westernisasi memiliki kesamaan sebagai hasil perbandingan dari bermacam-macam aspek kehidupan manusia yang dirasionalisasikan. Mereka yang melakukan modernisasi dan westernisasi dianggap sebagai suatu proses perubahan dari sesuatu yang dianggap kurang menjadi sesuatu yang dianggap lebih bagi mereka yang menganut prinsip-prinsip tersebut.
2.      Perbedaan modernisasi dan westernisasi
Modernisasi, mutlak ada dan diperlukan oleh setiap negara, tidak mengeyampingkan nilai-nilai agama, tidak mutlak sebagai westernisasi, proses perkembangan lebih umum. Sedangkan westernisasi, sebagai suatu pembaratan, tidak mempersoalkan atau mempertentangkan budaya barat dengan budaya setempat, modernisasi munculnya di Barat, sehingga cara westernisasi merupakan satu-satu cara untuk mencapainya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer