Breaking News
Loading...
Rabu, 11 Januari 2012

MANAJEMEN BADAN USAHA

Pengertian manajemen
Kata manajemen berasal dari bahasa perancis kuno manajement. Yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Secara lebih luas manajemen dapat diartikan bagaimana kita mengatur, merencanakan, melaksanakan suatu hal yang ingin di capai hingga dapat berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.
Secara umum istilah manajemen di bagi menjadi tiga pengertian yaitu sebagai barikut:

Manajemen sebagai suatu proses
Dalam Encyclopedia Cf The Social Science, dikatakan bahwa manajemen merupakan suatu proses dan dengan proses itu pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.

Menurut Halmann, manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain, dan mengawasi usaha-usaha individu utnuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan George R. Terry mengatakan bahwa manajemen adalah pencapaian tujuan yang diterapkan terlebih duluan dengan mempergunakan kegiatan orang lain.
   
Apabila diperhatikan dari definisi di atas, maka akan tampak bahwa mendapatkan tiga hal yang penting terkandung pada pengertian manajemen, yaitu sebagai berikut.
  1. Adanya tujuan yang ingin dicapai.
  2. Tujuan dicapai dengan mempergunakan kegiatan orang-orang lain.
  3. Kegiatan –kegiatan orang lain itu harus dibimbing dan diawasi.
Manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen
Manajemen adalah kolektivitas orang –orang yang melakukan aktivitas manajemen. Dengan kata lain, segenap orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajer. Manajer merupakan pejabat yang bertanggung jawab atas terselanggaranya aktivitas-aktivitas manajemen antara lain perencaan, pengorganisasia, pengarahan, pengoordinasian, dan pengawasan. Aktivitas aktivitas tersebut sering disebut proses manajemen, fungsi-fungsi manajemen bahkan ada yang menyebutkan unsur-unsur manajemen.
Manajemen sebagai suatu seni dan ilmu pengetahuan
Manajemen merupakan suatu seni atau suatu ilmu. Mengenal hal ini pun sebenarnya belum ada keseragaman pendapat. Segolonga tertentu mengatakan bahwa menajemen itu sebuah seni, golongan lain berpendapat bahwa sama mengadung kebenaran.

Chester I Bernanddalam bukunya The Function of executive mengakui bahwa manajemen itu adalah seni dan juga sebagai ilmu. Demikian pula Henry Fayol, Alfin Brown Harold Koontz, Cryil O’Donnel, dan Geogre R. Terry berranggapan bahwa manajemen itu adalah ilmu, sekaligus sebagai seni.

Manajemen  sebagai seni berfungi mencapai tujuan yang nyata untuk mendatangkan hasil atau manfaat, sedangkan manajemen sebagai ilmu berfungsi menerangkan gejala-gejala, kejadian-kejadian, dan keadaan-keadaan yang ada.
Unsur keilmuan kumpulan pengetahuan tertentu, seperti dinyatakan oleh peraturan-peraturan atau pernyataan-pernyataan umum, dan dipertahankan oleh berbagai tingkat ujian dan penyelidikan. Unsur seni adalah pemakaian pengetahuan tertentu. Dengan pengalaman-pengalaman dalam pemakaian akan menjadi pembawaan, perkiraan suatu indra keenam dan keahlian yang bersifat intuisi.

Sarana atau alat manajemen
Badan usaha didirikan dengan tujuan-tujuan tertentu. Untuk dapat mencapai tujuan, maka diperlukan sarana atau alat manajemen, yang dapat dikolompokkan ke dalam 6M yang meliputi hal berikut.

I. Man (manusia)
    sarana penting atau sarana utama bagi setiap manajer untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu adalah man atau manusia. Tanpa adanya manusia, manajer tidak akan mungkin dapat mencapai tujuannya. Harus diingat bahwa manajer ialah orang yang mencapai hasil melalui kegiatan orang-orang lain. Kualitas sumber daya manusia (SDM) besar pengaruhnya dalam proses manajemen.

II. Money (uang)
Untuk melakukan kegiatan aktivitas usaha, diperlukan uang, untuk membayar upah atau gaji, membeli bahan-bahan, dan peralatan. Uang  sebagai sarana manajemen harus digunakan sedemikian rupa, agar tujuan yang ingin dicapai bila dinilai dengan uang, lebih besar dari uang yang digunakan agar keuangan suatu usaha dapat dikelola dengan cermat.

III. Materials (bahan-bahan)
Bahan-bahan sangat diperlukan untuk menunjang suatu usaha. Bahan-bahan atau material sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses produksi, sebab merupakan faktor pendukung utama dalam produksi atau aktivitas lainnya. Bahan-bahan tersebut meliputi bahan baku, bahan pembantu, dan bahan lain sebagai penunjang.


IV. Manchines (mesin)
Penggunaan mesin sangat berguna untuk mesin-mesin sangat penting dalam proses pelaksaan kegiatan perusahaan. Manusia bukan lagi sebagai pembantu mesin sebagaimana yang terjadi pada masa lalu (seebelum revolusi industri ) melaikan mesin sebagai pembantu bagi manusia.

V. Methods (cara)
Untuk melakukan kegiatan-kegiatan agar berdaya guna dan berhasil guna, maka manusia dihadapkan pada berbagai alternatif metode atau cara melakukan pekerjaan. Oleh karena itu, metode atau cara dianggap pula sebagai sarana atau alat manajemen untuk mencapai tujuan.

VI. Markets (pasar)
bagi badan yang bergerak dibidang industri atau perdagangan, pasar merupakan sarana penting dalam manajemen. Tanpa adanya pasar bagi hasil produksi (output), jelas tujuan perusahaan industri  tidak mungkin tercapai. Salah satu masalah pokok bagi suatu perusahaan industri adalah harus dapat mempertahankan pasar yang sudah ada, dan apabila mungkin berusaha untuk mencapai pasar baru bagi hasil produksinya.

Fungi-fungsi manajemen
Dalam usaha mencapai tujuan, suatu pengusaha melakukan kegiatan-kegiatan sebagai suatu proses perusahaan. Proses operasional perusahaan bermacam-macam, mulai dari memasarkan barang-barang dan jasa-jasa, berproduksi menjalakan pembelanjaan, mengadakan kegiatan-kegiatan personalia, serta administrasi akuntansi.

Tujuan perusahaan bermacam-macam, tergantung dari jenis perusahaan yang didirikan. Beberapa tujuan perusahaan atau tempat usaha yaitu pencapaian laba maksimum, berusaha tetap hidup dan berkembang, bertujuan sosial, dan lain sebagainya, agar tujuan tersebut dapat dicapai secara efisien dan efektif, kegiatan perusahaan perlu diatur dengan baik. Pengaturan proses usaha dalam pengertian keseluruhan, dikenal sebagai usaha atau fungi manajemen. Fungsi manajemen secara garis besar terdiri atas:

Perencanaan (planning)
Perencanaan adalah penetuan segala sesuatu sebelum dilakukan kegiatan-kegiatan. Pada hakikatnya perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan yang merupakan dasar bagi kegiatan-kegiatan atau tindakan-tindakan ekonomis dan efektif pada meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
  1. Menentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang.
  2. Merumuskan kebijakan dan prosedur.
  3. Melakukan peninjauan secara periodik untuk mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi, apakah sesuai dengan rencana atau tidak, dan mencari alternatif lain untuk mencapai tujuan perusahaan atau suatu usaha.

Perencanaan mempunyai empat tujuan penting, yaitu sebagai berikut.
  1. Mengurangi resiko dan perubahan-perubahan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
  2. Memusatkan perhatian pada sasaran.
  3. Mendapatkan atau menjamin proses pencapaian tujuan agar dapat terlaksana secara ekonomis.
  4. Memudahkan pengawasan.

Pengorganisasian (organisasi)
Pengorganisasi adalah pembagian tugas yang akan dikerjakan, dan pengembangan struktur organisasi atau struktur perusahaan yang sesuai, agar pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.
Fungsi organizing meliputi kegiatan berikut.
  1. Penentuan dan penelitian kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan perusahaan.
  2. Penggolongan kegiatan-kegiatan perusahaan.
  3. Penugasan setiap kegiatan kepada kelompok-kelompok yang telah di tentukan, sesuai dengan keahlian masing-masing.
Pengarahan (direting)
Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran-saran, motivasi, dan perintah-perintah atau intruksi kepada bawahan, dalam pelaksanaan tugas masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar tugas itu dapat dilakukan dengan baik dan benar, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Oleh karena itu, seorang pimpinan dituntut agar dapat berkomunikasi, memberikan kualitas, serta memberikan stimulasi menyangkut masalah pemberian motivasi kepada para anggota organisasi (bawaan), kepemimpinan, dan pengembangan komunikasi.

Pengoorganisasian (coordinating)
Koordinasi merupakan suatu proses pengintegrasian tujuan dan kegiatan unit-unit yang terpisan (departement/bidang fungsional) dalam suatu perusahaan, untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam pengorganisasian, diupayakan adanya keselarasan kegiatan-kegiatan pada satuan organisasi atau keselarasan diantara anggotanya.

Pengendalian atau pengawasan
Fungsi terakhir dari manajemen yang harus dilaksanakan oleh pimpinan perusahaan adalah fungsi pengemdalian atau pengawasan. Pengendalian merupakan kegiatan untuk menetukan dan mengoreksi adanya penyimpangan-penyimpangan dari hasil yang telah dicapai, dibandingkan dengan kerja yang telah ditetapkan.

Setiap tahap kegiatan perlu dilakukan pengawasan, sebab apabila lakukan pengawasan, sebab apabila terjadi penyimpangan, akan lebih cepat dilakukan koreksi/perbaikan.

Fungis pengendalian pada umumnya meliputi kegiatan-kegiatan sebagai barikut.
  1. Membuat standar perencanaan
  2. Menyusun jadwal kerja
  3. Mengawasi pelaksanaan kerja.
  4. Malakukan tindakan perbaikan.


Sumber: Buku Ekonomi. Sukardi.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer