Breaking News
Loading...
Rabu, 11 Januari 2012

PEMBELIAN IMPULSIF KONSUMEN

Rook (dikutip Engel et al, 1994, h. 203) menyatakan bahwa pembelian impulsif adalah pembelian tanpa perencanaan yang diwarnai oleh dorongan kuat untuk membeli yang muncul secara tiba-tiba dan seringkali sulit untuk ditahan, yang dipicu secara spontan saat berhadapan dengan produk, serta adanya perasaan menyenangkan dan penuh gairah. Pada pembelian impulsif, konsumen memiliki perasaan yang kuat dan positif terhadap suatu produk, hingga akhirnya konsumen memutuskan untuk membeli, tanpa konsumen memikirkan terlebih dahulu, dan memperhitungkan konsekuensi yang diperolehnya.

Tipe-tipe pembelian impulsif
  1. Pembelian impulsif murni atau pure impulse yaitu dorongan untuk membeli produk diluar kebiasaaan pembeliannya.
  2. pembelian impulsif yang timbul karena sugesti atau  suggestion impulse yaitu dorongan yang didasarkan stimulus pada toko dan ditunjang dengan pemberian saran, baik dari sales promotion, pramuniaga maupun teman
  3. Pembelian impulsif karena pengalaman masa lampau ata reminder impulse yaitu dorongan yang muncul saat melihat barang pada toko , atau warung, display atau teringat iklan dan informasi lainnya tenang suatu produk
  4. pembelian impulsif yang direncanakan atau planned impulse yaitu pembelian impulsif yang terjadi apabila kondisi penjualan tertentu diberikan.  

B. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembelian impulsif
  1. Faktor personal terdiri dari perilaku pembelajaran, motivasi, kepribadian, kepercayaan, usia, sumber daya konsumen, dan gaya hidup.
  2. Faktor lingkungan terdiri dari situasi, kelompok dan budaya (engel et al, 1995, hal. 140-141). Situasi tempat tinggal individu tersebut mampu menpengaruhi bagaimana dia berperilaku sebagai konsumen dan bagaimana lingkungan kelompoknya mampu memberi variasi nilai-nilai kelompok yang di tularkan ke dalam individu tersebut.
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer