Breaking News
Loading...
Selasa, 17 Januari 2012

TEORI EKOLOGI



Teori ekologi menurut Urie Bronfrenbrenner adalah suatu pandangan sosiokultural tentang perkembangan yang mana terdiri dari lima sistem lingkungan, mulai dari masukan interaksi langsung dengan agen-agen sosial (social agents) yang berkembang baik hingga masukan kebudayaan yang berbasis luas. Menurut beliau, teori ekologi menjelaskan perkembangan anak-anak sebagai hasil interaksi antara alam sekitar dengan anak-anak tersebut. Teori Sistem ekologis disebut juga ”Pembangunan dalam Konteks”. Lima sistem dalam teori ekologi Bronfenbrenner antara lain:

Mikrosistem
Mikrosistem adalah setting dimana individu hidup, meliputi keluarga individu, teman-teman sebaya, sekolah, dan lingkungan. Dalam mikrosistem inilah interaksi yang paling langsung dengan agen-agen sosial berlangsung (misalnya dengan orangtua, teman sebaya, dan guru).

Mesosistem
Lingkungan mesosistem meliputi hubungan antara beberapa mikrosistem atau hubungan antara beberapa konteks. Contohnya: hubungan antaar pengalaman keluarga dan pengalaman sekolah, pengalaman sekolah dengan pengalaman keagamaan, dan pengalaman keluarga dengan pengalaman teman sebaya.

Eksosistem
Eksosistem dalam teori ekologi Bronfenbrenner dilibatkan ketika pengalaman-pengalaman dalam setting sosial lain, dimana individu tidak memiliki peran yang aktif, mempengaruhi apa yang individu alami dalam konteks yang dekat. Misalnya, pengalaman kerja dapat mempengaruhi hubungan seorang perempuan dengan suami dan anaknya; pemerintah pusat melalui perannya dalam kualitas perawatan kesehatan dan sistem bantuan bagi manusia lanjut usia.

Makrosistem
Makrosistem meliputi kebudayaan dimana individu hidup. Kebudayaan mengacu pada pola perilaku, keyakinan, dan semua produk lain dari sekelompok manusia yang diteruskan dari generasi ke generasi. 

Kronosistem
Kronosistem meliputi pemolaan peristiwa-peristiwa lingkungan dan transisi sepanjang rangkaian kehidupan dan keadaan-keadaan sosiohistoris. Misalnya, dengan mempelajari dampak perceraian terhadap anak-anak, para peneliti menemukan bahwa dampak lebih negatif bagi anak laki-laki daripada anak perempuan. 

Perkembangan teori ekologi menunjukkan adanya perhatian terhadap ketergantungan biologi dan sosiologi dalam kaitan hubungan antara manusia dengan lingkungannya, yang mana hal itu secara signifikan mempengaruhi pemikiran-pemikiran psikologi lingkungan. Dengan perkembangan teori ekologi, seseorang tidak dianggap terpisah dari lingkungannya, melainkan merupakan bagian yang integral dari lingkungannya.

Pusat dari pemikiran para ahli teori ekologi adalah gagasan tentang kecocokan manusia dan lingkungannya. Lingkungan dirancang atau barangkali berkembang sehingga memungkinkan terjadinya perilaku tertentu. Setting perilaku menurut Roger Barker adalah evaluasi terhadap kecocokan antara lingkungan dengan perilaku yang terjadi pada konteks lingkungan tersebut. Menurutnya, tingkah laku tidak hanya ditentukan oleh lingkungan atau sebaliknya, melainkan kedua hal tersebut saling menentukan dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Hubungan tingkah laku dengan lingkungan adalah seperti jalan dua arah (two way street) atau interdependensi ekologi.

Suatu hal yang unik dalam teori ekologi Barker adalah adanya setting perilaku yang dipandang sebagai faktor tersendiri. Setting perilaku adalah pola tingkah laku kelompok (bukan individu) yang terjadi sebagai akibat kondisi lingkungan tertentu (physical milleu). Misalnya, jika suatu ruangan (kelas) terdapat pintu, beberapa jendela, serta dilengkapi dengan papan tulis dan meja tulis yang berhadapan dengan sejumlah bangku yang berderet, maka setting perilaku yang terjadi di ruang tersebut adalah rangkaian dari tingkah laku murid yang sedang belajar di dalam ruangan tersebut.

Pada teori ekologi, perhatian kecil pada kontinuitas atau diskontinuias; perubahan lebih ditekankan daripada stabilitas, pandangan lingkungan yang kuat, pentingnya kognisi tidak ditekankan, menggunakan berbagai metode penelitian yang mana khusus ditekankan pada pentingnya pengumpulan data dalam konteks sosial yang berbeda.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer