Breaking News
Loading...
Senin, 13 Februari 2012

REPRODUKSI VEGETATIF SECARA BUATAN

 
Reproduksi secara vegetatif secara buatan adalah perkembangbiakan vegetatif yang sengaja dilakukan atau dibuat oleh manusia. Reproduksi ini tidak terjadi dengan sendirinya. Reproduksi vegetatif secara buatan sering dilakukan untuk menghasilkan individu baru yang memiliki sifat sama dengan induknya. Selain itu, dengan reproduksi vegetatif akan lebih cepat diperoleh hasil. Beberapa cara reproduksi vegetatif secara buatan adalah mencangkok, merunduk, dan setek.
Mencangkok
Berbagai macam pohon buah-buahan lazim dikembangbiakan dengan cangkok, misalnya magga, jambu dan belimbing. Dengan mencangkok, rasa dan hasil yang diperoleh akan sama dengan induknya. Misalnya, bila induk berbuah lebat dan manis maka tanaman hasil cangkokan juga akan berbuah labat dan manis. Hal-hal yang perlu kamu ingat dalam membuat cangkokan adalah sebagai berikut.

  1. Membuat kulit cabang pada bagian yang akan dicangkok. Tujuannya adalah agar pengangkutan dari dahan tersebut ke bagian lain terputus.
  2. Membuang kambium pada batang. Jika kambium tidak dibuang, akan terbentuk kulit baru dan cangkokan gagal.
Cangkokan dibuat pada cabang batang yang tidak terlalu besar, kira-kira bergaris tengah 2,5 cm. Tidak jauh dari pangkalan dahan, kulit batang dibuang menurut lingkarang batang sepanjang kira-kira 10 cm. Kambium dikikis dan dibersihkan. Setelah terasa tidak licin, bagian kayu yang terbuka ditutup dengan tanah lembab. Kemudian tanah penutup itu dibungkus dengan ijuk, sabut kelapa atau plastik dan diikat di kedua ujungnya. Tanah penutup itu harus selalu lembab sehingga perlu disiram secara tertatur. Cangkokan berhasil bila tumbuhan akar pada bagian di atas luka. Apabila akar sudah cukup banyak dahan dapat dipotong kemudian ditanam. Pada saat menanam, daun pada cangkokan dikurangi untuk mengurangi penguapan.
Merunduk
Perkembangbiakan dengan merunduk bisa dilakukan pada alamanda, apel, dan bunga kertas. Tumbuhan ini umumnya mempunyai ranting yang panjang. Bila ranting tersebut dibengkokkan ke dalam tanah dengan ujung tersembul ke permukaan, maka di bagian yang tertimbum tanah akan tumbuh akar. Setelah akar itu kuat, batang yang menghubungkan dengan indunya dapat dipotong.
Setek
Cara setek biasa dilakukan pada tumbuhan berbunga, misalnya mawar, melati, dan nusa indah. Untuk membuat setek, dahan atau ranting yang sudah dewasa dipotong. Potongan dahan tersebut kemudian ditancapkan ke tanah yang cukup gembur. Setelah beberapa hari, potongan batang tersebut kerakar sehinggga menjadi tumbuhan baru. Oleh karena bagian tumbuhan yang disetek adalah batang, cara ini disebut setek batang. Pada tumbuhan begolia, daun begolia dapat dipotong kemudian ditanam terpisah dari tanaman induknya. Dari tulang daun tersebut tumbuh tanaman baru.
Menempel (Okulasi)
Sesungguhnya, okulasi tidak termasuk reproduksi karena dalam okulasi tidak terjadi perbanyakan individu. Okulasi betujuan menggabungkan sifat tanaman yang berbeda. Misalnya, tanaman A mempunyai akar dan batang yang kuat, tetapi berbuah asam. Sebaliknya, tanaman B mempunyai akar dan batang lemah, tetapi berbuah manis dan besar. Kedua sifat digabungkan dengan cara menempelkan tunas dari tanaman B ke tanaman A. Hasilnya, tanaman mempunyai akar dan batang kuat, berbuah manis dan besar. Haarus diperhatikan bahwa tanaman yang digunakan untuk menempel harus satu spesies. Menempel biasanya dilakukan pada tanaman buah-buahan. Untuk mendapatkan batang pokok yang berakar kuat, dapat dilakukan dengan penyemaian biji.  Setelah benih tumbuh dan ukuran batangnya sebesar ibu jari, batang tersebut dapat digunakan sebagai batang pohon. Cara menmpel sebagai berikut.
Dengan menggunakan pisau yang bersih dan tajam, pada batang dibuat torehan berbentuk huruf T. Kemudian, dari batang lainnya diambil mata tunas yang akan ditempel. Mata tunas tersebut kemudian disisipkan pada torehan batang pokok. Tepian luka pada batang pokok diolesi parafin dan diikat. Setelah 15-20 hari, tali ikatan dapat dibuka. Apabila kulit tempelan telah bersatu dengan batang pokok mata tunas tumbuh, maka okulasi dikatakan berhasil.
Untuk memusatkan tumbuhan tunas yang ditempelkan, bagian atas dari batang pokok (di atas titik okulasi) dipotong. Agar tidak kemasukan bibit penyakit, bekas potongan diplesi dengan parafin.
Menyambung
Sama halnya dengan menempel, menyambung juga tidak termasuk reproduksi. Tujuan orang menyambung sama dengan menempel. Menyambung banyaj dilakukan oleh petani buah-buahan. Sebelumnya, dilakukan penyemaian biji untuk mendapatkan tanaman dengan akar yang kuat. Tanaman ini akan digunakan sebagai tanaman batang pokok. Pada saat bibit yang tumbuh telah mempunyai batang sebesar ibu jari, penyambungan dapat dilakukan. Bibit tanaman yang akan dijadikan batang pokok (tanaman A) dipotong lebih kurang 10 cm dari permukaan tanah dengan kemiringan potonga 450 . ranting tanaman sejenis buah bagus (tanaman B) juga dipotong dengan kemiringan 450. Ranting tanaman B harus mempunyai mata tunas.
Kemudian, kedua potongan disambungkan dan diberi penyangga di samping kiri dan kanan bagian yang di sambung. Kambium dari kedua potongan yang disambung diusahakan tepat bertemu. Oleh karena itu, sebaiknya kedua tanaman yang akan disambung mempunyai besar yang sama. Sambungan itu diikat dengan tali pengikat. Kemudian, jumlah daun dikurangi untuk mengurangi penguapan. 


Sumber: Buku Biologi. Sumarwan. Sumartini, Kusmayadi.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Toggle Footer