SELEKSI ALAM - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Sabtu, 11 Februari 2012

SELEKSI ALAM

Lingkungan atau alam selalu perubahan. Perubahan lingkungan dapat disebabkan oleh karena alam, keadaan suhu yang terlalu dingin, kekeringan, tindakan manusia, dan sebagiannya. Organisme yang hidup di dalamnya harus dapat beradaptasi terhadap perubahan lingkungan tersebut agar tetap hidup.
 
Kelangsungan hidup suatu jenis organisme juga dipengaruhi oleh ketersediaan makanan, adanya organisme pemangsa, parasit, dan wabah penyakit. Sebagai contoh, semua organisme memerlukan makanan. Sumber makanan berasal dari lingkungan yang kemampuannya untuk menyediakan makanan terbatas. Sebaliknya, organisme senantiasa berkembangbiak sehingga populasinya senantiasa berkembangbiak sehingga populasinya terus meningkat. Hal ini akan menyebabkan persaingan di antara anggita populaasi yang hidup di daerah itu. Akibat persaingan itu adalah sebagai berikut.
  1. Anggota populasi yang kuat akan menang dan tetap tinggal di daerah itu.
  2. Anggota populasi yang kalah dalam persaingan akan mati atau pergi mencari lingkungan baru.

Apabila suatu populasi pergi ke tempat lain yang keadaan lingkungan berbeda dengan keadaaan lingkungan asal, maka ada dua kemungkinan sebagai berikut.
  1. Anggota populasi tersebut tidak mampu beradaptasi dengan lingkungan baru sehingga ia akan mati.
  2. Anggota populasi tersebut mampu beradaptasi dengan lingkungan baru sehingga ia akan bertahan hidup.

Proses persaingan di antara anggota populasi yang menimbulkan akibat seperti di atas disebut seleksi alam. Seleksi alam adalah terpilihnya anggita populasi yang cocok untuk kondisi suatu lingkungan. Teori seleksi alam tersebut dikemukakan oleh Charles Darwin pada tahun 1859.
Penyebab kepunahan suatu jenis organisme
Dalam proses seleksi alam, organisme yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya akan tetap hidup berkesinambungan. Sebaliknya organisme yang tidak mampu menyesuaikan diri lambat laun akan punah. Sebagai contoh, punahnya dinosaurus yang diduga terjadi 65 juta tahun yang lalu.
Dinosaurus adalah jenis binatang reptilia purba yang hidup pada zaman Mesozoikim sekitar 180 juta tahun yang lalu. Punahnya dinosaurus dan spesies hewan lain pada masa Mesozoikum masih merupakan teka-teki sampai sekarang. Tetapi penyebab punahnya dinosaurus yang banyak diyakini para ahli ialah terjadinya tabrakan antara bumi dengan meteor atau komet. Pendapat ini didukung oleh adanya fosil bantuan berumur 65 juta tahun yang menunjukkan kandungan iridium yang tinggi. Unsur ini sangat jarang terdapat di bumi, tetapi banyak terdapat pada meteorit. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa meteor atau komet yang sangat besar telah menabrak bumi 65 jutat tahun yang lalu.
Tabrakan ini menimbulkan ledakan dahsyat yang mengakibatkan terlemparnya sejumlah besar debu ke atmosfer. Debu menghalangi cahaya tanaman mencapai permukaan bumi sehingga tanaman mencapai permukaan bumi sehingga tanaman tidak mendapat cukup energi matahari untuk memproduksi makanan. Dinosaurus yang merupakan herbivor tidak memperoleh makanan. Dinosaurus yang merupakan (pemakan herbivor)ikut punah. Dinosaurus yang hidup pada masa itu tidak dapat menyesuaikan diri terhadapa perubahan lingkungan sehingga mati dan punah.
Seperti halnya dinosaurus, bukan tidak mungkin mungkin hewan dan tumbuhan yang ada sekarang akan punah di masa mendatang. Misalnya, dikhawatirkan hanya tumbuhan yang bermafaat bagi manusialah yang mampu bertahan hidup karena terus dibudidayakan oleh manusia. Sebaliknya, tumbuhan yang dirasa kurang manfaatnya bagi manusia akan tersingkir hingga akhirnya punah. Demikian pula halnya dengan hewan. Dewasa ini banyak jenis hewan yang terancam punah sehingga statusnya dilindungi oleh pemerintah. Misalnya, badak jawa, badak sumatra, harimau, harimau sumatra, orang utan, komodo, anoa, tapir, dan masih banyak lagi. Hewan-hewan itu menjadi langka selain reproduksinya yang rendah, juga karena ulah manusia,seperti perburuan liar dan pamanfaatan hutan sehingga habitat mereka berkurang.
Secara langsung manusia mungkin tidak merasakan manfaat dari tumbuhan dan hewan langka tersebut. tapi setiap makhluk mempunyai peran penting dalam rantai makanan, jika salah satu jenis tidak ada maka yang lain akan kesulitan untuk mencari makanan dan akan mati satu persatu karena kekurangan makanan dan rantai makanan menjadi tidak seimbang.
Terbentuknya Spesies Baru
Organisme yang mampu beradaptasi dengan lingkungan baru yang dapat membentuk spesies baru adaptasi seperti ini menjadi penyebab evolusi. Evolusi adalah terjadinya perubahan sedikit demi sedikit dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
Terjadinya evolusi dapat diamati pada burung finch, tampak bahwa di antara semua burung finch terdapat perbedaan bentuk paruh tergantung pada jenis makanannya. Contohnya adalah sebagai berikut.
  1. Finch pemakan biji-bijian mempunyai paruh untuk memecah biji-bijian.
  2. Finch kaktus mempunyai paruh lurus panjang dan lidah terbelah untuk mengambil madu bunga.
  3. Finch pohon pemakan tumbuhan mempunyai paruh melengkung seperti paruh burung nuri untuk makan tunas pohon dan buah.
  4. Finch pohon pemakan serangga mempunyai paruh burung pamakan kumbang dan serangga.
  5. Finch penyanyi mempunyai paruh kecil langsung. Makanannya adalah serangga.
  6. Fich pelatuk mempunyai paruh menyerupai paruh burung pelatuk untuk melubangi pohon. Untuk menangkap serangga, fich pelatuk menggunakan duri kaktus untuk mengeluarkan serangga dari lubang pohon.
 
Menurut Darwin, nenek moyang burung fich di Kepulauan Galapagos berasal dari Ekuador, Amerika Selatan. Karena suatu hal, burung-burung itu bermigrasi dan sampai di Kepulauan Galapagos. Di Ekuador, burung fich tersebut memakan biji-bijian. Di Kepulauan Galapagos burung fich tidak mempunyai biji-bijian sebagai makanannya. Akhirnya burung fich tersebut beradaptasi dengan makanan yang ada di Kepulauan Galapagos. Anggota populasi yang paruhnya sesuai dengan kondisi makanan di Kepulauan Galapagos akan bertahan hidup. Selanjutnya terbentuklah berbagai spesies burung fich di Galapagos.

Sumber: Buku Biologi. Sumarwan. Sumartini, Kusmayadi.

0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer