Breaking News
Loading...
Rabu, 23 Mei 2012

HASIL BUDAYA MANUSIA PURBA


Budaya manusia purba yang sampai pada kita antara lain:

Kapak Perimbas
Kapak perimbas adalah milik Pithecantropus erectus. Kapak ini ditemukan oleh Von Koeningswald tahun 1935 di Sangiran. Kapak ini tidak bertangkai dan penggunaannya dengan cara digemgam. Selain di Pacitan alat ini ditemukan di Sukabumi, Ciamis, Gombong, Bengkulu, Lahat, Awang Bangkal (Kalimantan Selatan).


Alat Serpih
Biasany alat serpih ditemukan bersama kapak perimbas. Alat ini berfungsi sebagai pisau gurdi, atau penusuk. Dengan alat ini manusia purba bisa memotong, mengupas, dan menggali makanan. Alat serpih ditemukan Von Koeningswald di Sangiran Surakarta. Alat ini adalah milik Pithecantropus erectus.


Alat Tulang
Alat-alat Tulang diambil dan binatang yang telah diambil dagingnya lalu dikumpulkan. Alat yang sudah serasi dan sesuai dengan keinginannya langsung dipakai dan yang belum diserasikan. Alat tulang berfungsi sebagai pisau, belati, dan tombak untuk berburu. Alat ini ditemukan di Ngandong-Madiun, Jawa Timur.


Alat-alat dari batu Batu Gerabah dan Perhiasan
Alat-alat batu pada masa bercocok tanam umumnya baik dan indah. Alat-alat tersebut banyak ditemukan oleh para petani waktu mereka mengerjakan sawah atau ladang. Oleh karena itu, mereka tidak mengetahui sebenarnya benda itu. Ada yang dijadikan sebagai benda keramat dan dijadikan jimat. Alat-alat tersebut antara lain sebagai berikut.
  1. Beliung persegi, beliung persegi adalah alat dari bagu yang garis irisan melintanya memperlihatkan sebuah bidang berbentuk segi panjang. Beliung persegi adalah alat budaya pemandu untuk bercocok tanam di daerah Indonesia di bagian barat. Beliung persegi terdapat dalam jumlah yang sangat banyak di seluruh Indonesia bagian barat.
  2. Kapak Lonjong, kapak lonjong adalah hasil budaya bangsa Proto Melayu atau Melayu Tua. Kapak ini bentuknya sudah bagus dan diumpan. Disebut kapak lonjong karena bentuknya memang lonjong. Kapak lonjong biasanya dibuat dari batu kali berwarna hitam. Kapak ini banyak ditemukan di Maluku, Irian Jaya, dan Sulawesi Utara.
  3. Mata Panah, mata panah merupakan alat yang cukup penting untuk berburu selain tombak, busur, dan panah. Mata panah ada yang digunakan untuk berburu dan memanah ikan. Mata panah untuk berburu ikan dibuat dari tulang dan yang untuk berburu dibuat dari batu. Mata panah bentuknya ada dua macam, yaitu yang bersayap dan tidak bersayap.
  4. Gerabah, gerabah adalah benda-benda yang terbuat dan tanah liat yang fungsinya banyak sekali. Apalagi pada masa bercocok tanah. Fungsi gerabah ada yang digunakan sebagai alat rumah tangga, alat upacara, dan ada yang dihiasi dengan berbagai macam ragam hias.
  5. Perhiasan, manusia prasejarah telah mengenal perhiasan. Pada umumnya bahan untuk perhiasan adalah bahan yang mudah didapat disekitar tempat tinggal. Mereka yang bertempat tinggal di pantai membuat hiasan dari kulit kerang, ada yang terbuat dari terracotta, yaitu tanah liat yang dibakar seperti membuat gerabah.



Sumber: Sejarah. Drs. Imron

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Toggle Footer