KARAKTERISTIK KEYAKINAN YANG IRRASIONAL MENURUT KONSELING RASIONAL EMOTIF BEHAVIOR - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Sabtu, 12 Mei 2012

KARAKTERISTIK KEYAKINAN YANG IRRASIONAL MENURUT KONSELING RASIONAL EMOTIF BEHAVIOR


Nelson-Jones (1982) menambah karakteristik umum cara berpikir irrasional yang dapat dijumpai secara umum sebagai berikut.

Terlalu Menurut
Tuntutan (EF), perintah, komando, dan permintaan yang berlebihan oleh REBT dibedakan dengan hasrat, pikiran dan keinginan. Hambatan emosional terjadi ketika individu menurut “harus” terpuaskan, dan bukan “ingin” terpuaskan. Tuntutan ini dapat tertuju pada dirinya sendiri, orang lain atau sekitarnya dengan kata “harus”. Menurut Ellis “harus” merupakan cara berfikir absolute tanpa ada toleransi. Tuntutan itu membuat individu mengalami hambatan emosional.

Generalisasi Secara Berlebihan
Generalisasi secara berlebihan (overgeneralization) berarti individu menganggap sebuah peristiwa atau keadaan di luar batas-batas yang wajar. Overgeneralization dapat diketahui secara semantic “Sayalah orang yang paling bodoh di dunia”. Ini adalah Overgeneration, karena kenyataannya dia bukan sebagai orang yang terbodoh. “saya  tidak memiliki kemampuan apapun untuk melakukan sesuatu” dan sebagainya.

Penilaian Diri
Pada dasarnya seseorang dapat memiliki sifat-sifat yang menguntungkan dan tidak menguntungkan. Yang terpenting dia dapat belajar untuk menerima dirinya tanpa syarat (unconditioning self-regard). Adalah irrasional kalau seseorang selalu menilai harga dirinya (self-rating). Hal ini berakibat negative, karena pemborosan waktu, cenderung tidak konsisten dan selalu menuntut kesempurnaan. Yang terbaik adalah menerima dirinya (self-acceptance), dan tidak melakukan penilaian terhadap dirinya (self-evaluating).

Penekanan
Penekanan (awfulizing) memiliki makna yang hamper sama dengan demandingness. Jika demamdingness menuntut dengan “harus”, dan dalam awfilizing tuntutan atau harapan itu mengarah ada upaya problem solving yang rasional. Penekanan ini akan mempengaruhi individu dalam memandang actecedent event secara tepat dank arena itu golongan sebagai cara berfikir yang irrasional.

Kesalahan Atribusi
Kesalahan melakukan atribusi (attribution error) adalah kesalahan dalam menetapkan sebab motivasi  perilaku baik dilakukan sendiri, orang lain, atau sebuah peristiwa. Kesalahan atribusi adalah sama dengan alas an palsu diri seseorang/orang lain dan umumnya menimbulkan hambatan emosional.

Anti Pada Kenyataan
Anti pada kenyataan (anti-empiricism) terjadi karena tidak dapat menunjukkan fakta empris secara tepat. Orang yang berkeyakinan irrasional, pertama kali cenderung kuat untuk memaksa keyakinan yang irrasional dan menggugurkan sendiri gagasannya yang sebenarnya rasional. Orang yang rasional akan dapat menunjukkan fakta secara empiris.

Repetisi
Keyakinan yang irrasional cenderung terjadi berulang-ulang. Sebagaimana yang ditekankan oleh Ellis, seseorang cenderung mengajarkan dirinya dengan pandangan-pandangan yang menghambat dirinya.


Sumber: PSIKOLOGI KONSELING, Edisi Ketiga. Latipun.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer