TAHAPAN KONSELING PSIKOANALISIS - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Sabtu, 12 Mei 2012

TAHAPAN KONSELING PSIKOANALISIS


Arlow salah seorang penganut psikoanalisis mengemukakan bahwa konseling dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu tahap pembukaan, pembukaan transferensi, bekerja melalui transferensi, dan pemecahan transferensi.

Tahap pembukaan
Tahap pembukaan konseling ini terjadi pada permulaan interview hingga masalah klien ditetapkan. Terdapat dua bagian pada tahap ini, yaitu (1) disepakati tentang struktur situasi analisis yang menyangkut tanggung jawab konselor dank lien (2) bagian kedua dimulai dengan klien menyimpulkan posisinya, sementara konselor terus mempelajari dan memahami dinamika konflik-konflik ketidaksadaran yang dialami klien. Pada tahap ini klien menyatakan tentang dirinya dan konselor mengamati dan merekam untuk referensi tahap berikutnya.

Pengembangan Transferensi
Perkembangan dan analisis transferensi merupakan inti dalam psikoanalisis. Pada fase ini perasaan klien mulai ditunjukan kepada konselor, yang dianggap sebagai orang yang telah menguasainya di masa lalunya (significant figure persona). Pada tahap ini konselor harus menjaga jangan sampai kontratransferensi, yaitu tranferensi balik yang dilakukan koselor kepada klien karena konselor memiliki perasaan-perasannya yang tidak terpecahkan. Konstratranferensi ini jangan sampai mengganggu hubungan konseling danbercampur dengan analisis tranferensi klien.

Resolusi Transferensi
Tujuan pada tahap ini adalah memecahkan perilaku neurotik klien yang ditujukan kepada konselor sepanjang hubungan konseling. Konseling juga mulai mengembangkan sepanjang hubungan konseling. Konselor juga mulai mengembangkan hubungan yang dapat meningkatkan kemandirian pada klien dan menghindari adanya ketergantungan klien kepada konselornya.

Jika klien dan konselor berkeyakinan bahwa transferensi bekerja terus, konseling dapat diakhiri untuk diakhiri maka konselor dapat mengikuti tranferensi itu untuk mengembangkan secara objektif sehingga tercapai otonomi klien.



Sumber: PSIKOLOGI KONSELING, Edisi Ketiga. Latipun.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer