TUJUAN KONSELING RASIONAL EMOTIF BEHAVIOR - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Rabu, 06 Juni 2012

TUJUAN KONSELING RASIONAL EMOTIF BEHAVIOR


Dalam konteks teori kepribadian, tujuan konseling merupakan efek (E) yang diharapkan terjadi setelah dilakukan intervensi oleh konselor (desputing/D). karena itu teori REBT tentang kepribadian dalam formula A-B-C dilengkapi oleh Ellis sebagai teori konseling yaitu menjadi A-B-C-D –E (antecendent event, belief ,emotional consequenceal,deputing, dan effect) efek yang dimaksud adalah keadaan psikologis yang diharapkan terjadi pada klien setelah mengikuti proses konseling.

Berangkat dari pandangannya tentang hakikat manusia, tujuan konseling menurut Ellis pada dasarnya membentuk pribadi yang rasional, dengan jalan mengganti cara-cara berfikir yang irrasional. Dalam pandangan Ellis, cara berfikir yang irrasional  itulah yang menjadi individu mengalami gangguan emosional dan karena itu cara-cara berpikirnya atau iB harus diubah menjadi lebih tepat yaitu cara berfikir yang rasional.

Ellis mengemukakan secara tegas pengertian tersebut mencakup meminimalkan pandangan yang mengalahkan diri (self-defeating) dan mencapai kehidupan yang lebih realistik, falsafah hidup yang toleran, termasuk di dalamnya dapat mencapai keadaan yang dapat mengerahkan diri, menghargai diri, fleksibel, berikir secara ilmiah, dan menerima diri.

Untuk mencapai tujuan-tujuan konseling itu maka perlu pemahaman klien tentang sistem keyakinan atau cara berpikirnya sendiri. Ada tiga tingkatan insight yang dicapai perlu dalam REBT (dkk., 1984) yaitu:
  1. Pemahaman (insight) dicapai ketika klien memahami tentang perilaku penolakan diri yang dihubungkan pada penyebab sebelumnya yang sebagian besar sesuai dengan keyakinannya tentang peristiwa-peristiwa yang diterima (antecedent event) yang lalu dan saat ini.
  2. Pemahaman terjadi ketika konselor/terapis membantu klien untuk memahami bahwa apa yang menggangu klien pada saat ini adalah karena berkeyakinan yang irrasional terus dipelajari dan yang diperoleh sebelumnya.
  3. Pemahaman dicapai pada saat konselor membantu klien untuk mencapai pemahman ketiga, yaitu tidak ada jalan untuk keluar dari hambatan emosional kecuali dengan mendeteksi dan “melawan”keyakinan yang irrasional (iB).


Sumber: PSIKOLOGI KONSELING, Edisi Ketiga. Latipun.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer