ALTERNATIF UNTUK HUKUMAN DALAM TEORI SKINNER - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Senin, 01 Oktober 2012

ALTERNATIF UNTUK HUKUMAN DALAM TEORI SKINNER

Dalam alternatif untuk hukuman ini Skinner menyebutkan sejumlah alternatif selain penggunaan hukuman. Situasi yang menyebabkan perilaku yang tak diinginkan bisa diubah, dan karenanya akan mengubah perilaku. Misalnya, memindahkan piring hiasan china dari ruang kelurga akan mengeliminasi problem anak memecahkan barang itu. Respons yang tak diinginkan dapat dibuat menjadi menjemukan dengan cara membiarkan anak bermain korek api atau makan permen (nasihat serupa yang diberikan oleh guthrie, seperti di bahas di Bab 8). Jika perilaku yang tak diinginkan itu adalah fungsi dari tahap perkembangan anak, ia bisa dieliminasi cukup dengan menunggu anak itu tumbuh lebih besar. Mengenai pendekatan ini Skinner (1953) mengatakan, “Tidak selalu mudah untuk menebak perilaku sebelum perilaku itu terjadi, khususnya dalam kondisi di rumah, tetapi kita akan sedikit lebih tak cemas jika kita tahu bahwa dengan mendidik anak melewati tahap – tahap yang secara sosial tidak dapat diterima kita tak perlu mendidiknya dengan hukuman yang mungkin akan menimbulkan masalah baru “ (Hal. 192).

Cara lain adalah dengan membiarkan waktu yang menentukan, tetapi cara ini boleh jadi akan terlalu lama. Kebiasaan tidak akan mudah dilupakan. Misalnya, dalam proyek “Pigeons in a Pelican” yang disinggung di atas, Skinner (1960) menemukan bahwa hewannya yang terlatih masih bisa menjalankan tugasnya “dengan segera dan benar” setelah enam tahun tidak aktif. Alternatif lainnya adalah memperkuat perilaku yang tidak sesuai dengan perilaku yang tak diharapkan (misalnya, anak diajak membaca sebelum ia bermain dengan korek api ketimbang memukulnya karena bermain korep api). Cara terbaik untuk melemahkan kebiasaan yang tak diinginkan adalah dengan mengabaikannya (Skinner 1953):

Proses alternatif (selain hukuman) yang paling efektif barangkali adalah pelenyapan (extinction). Ini membutuhkan waktu namun masih lebih cepat ketimbang membiarkan respons itu dilupakan dengan sedirinya. Teknik ini tampaknya tidak menimbulkan efek samping yang tak diharapkan. Kami menganjurkan misalnya, agar orang tua “tidak memerhatikan” perilaku yang tidak diharapkan yang dilakukan anaknya. Jika perilaku anak itu bertambah kuat karena perilaku itu “ menyebabkan orang tua memerhatikannya,” maka perilaku itu akan melemah dan hilang apabila orang tua tak lagi memerhatikan perilaku itu. (Hal. 192).

Secara umum, perilaku harus bertahan karena ia diperkuat, ini berlaku untuk perilaku yang diharapkan maupun perilaku yang tidak diharapkan. Untuk mengeliminasikan perilaku yang tidak diinginkan kita perlu mencari  sumber penguatannya dna menghilangkannya. Perilaku yang tidak menimbulkan penguatan akan hilang dengan sendirinya.



Sumber: THEORIES OF LEARNING (Teori Belajar), Edisi Ketujuh. B. R. Hergenhahn. Mattahew H. Olson. (Hal. 101 – 102).

1 komentar:

Popular Posts

 
Toggle Footer