FUNGSI DAN PERAN TERAPIS ANALISIS TRANSAKSIONAL - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Sabtu, 30 Maret 2013

FUNGSI DAN PERAN TERAPIS ANALISIS TRANSAKSIONAL

Analisis transaksional dirancang untuk memperoleh pemahaman emosional maupun pemahaman intelektual. Akan tetapi, dengan berfokus pada aspek-aspek rasional, peran terapis sebagaian besar adalah memberikan perhatian pada masalah-masalah didaktik dan emosional. Harris (1967, hlm. 239) melihat peran terapis sebagai seorang “guru, pelatih, dan narasumber dengan penekanan kuat pada keterlibatan”. Sebagai guru, terapi menerangkan konsep-konsep seperti analisis struktural, analisis transaksional, analisis skenario, dan analisis permainan. Terapis membantu klien dalam menemukan kondisi-kondisi masa lampau yang merugikan, yang menyebabkan klien membuat putusan-putusan dini tertentu, memungut rencana-rencana hidu, dan mengembangkan strategi-strategi yang telah digunakannya dalam menghadapi orang lain yang sekarang barangkali ingin dipertimbangkannya. Terapis menbantu klien memperoleh kesadarannya yang realistis dan mencari alternatif guna menjalani kehidupan yang lebih otonom. 

Sementara terapis memiliki pengetahuan keahlihan tentang analisa struktural, analisistransaksional, dan analisis skenario, ia tidak berfungsi memerankan seorang ahli yang tidak memihak, menyingkirkan diri dan superior yang tampil untuk menyembuhkan “pasien yang sakit”. Sebagian besar teoris AT seperti claude steiner-menekankan pentingnya hubungan yang setaraf terapis dan klien dan menunjukkan pada kontrak terapi sebagai bukti bahwa terapis dan klien adalah pasangan dalam proses terapi. Oleh karena itu, tugas terapis adalah mengunakan pengetahuan untuk menunjak klien dalam hubungannya dengan sesuatu kontrak spesifik yang jelas yang diprakasai oleh klien. 


Tugas terapis pada dasarnya adalah membantuh agar klien memperoleh perangkat yang diperluhkan bagi perubahan. Terapis mendorong dan mengajari klien agar lebih mempercayai ego orang dewasa itu sendiri ketimbang ego orang dewasa terapis dalam memeriksa putusan-putusan lamanya dan dalam membuat putusan-putusan baru.


Sumber: Teori dan Praktek KONSELING & PSIKOTERAPI. Gerald Corey (hal. 168 - 169)

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer