BERBAGAI KETERBATASAN TERAPI CLIENT CENTERED - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Senin, 08 Juli 2013

BERBAGAI KETERBATASAN TERAPI CLIENT CENTERED

Kelemahan pendekatan client – centered terletak pada cara sejumlah praktisi menyalahtafsirkan atau menyederhanakan sikap – sikap sentral dari posisi client – centered. Tidak semua konselor bisa mempraktekkan terapi client – centered, sebab banyak konselor yang tidak mempercayai filsafat yang melandasinya. Banyak pengikut Rogers yang berusaha menjadi tiruan dari Rogers sendiri dan salah mengartikan sejumlah konsep dasar Rogers. Mereka membatasi lingkup tanggapan dan gaya konseling mereka sendiri pada refleksi – dan mendengar secara empatik. Tentu saja, mendengarkan klien secara sungguh – sungguh, merefleksikan dan mengomunikasikan pengertian kepada klien, memiliki nilai. Akan tetapi, psikoterapi lebih dari itu. Barangkali memang mendengar dan merefleksikan merupakan prasyarat bagi pembentukan hubungan terapeutik. Akan tetapi, mendengar dan merefleksikan jangan dikacaukan dengan terapi itu sendiri.

Satu kekurangan dari pendekatanclient – centered adalah adanya jalan yang menyebabkan sejumlah praktisi menjadi teralalu terpusat pada klien sehingga mereka sendiri kehilangan rasa sebagai pribadi yang unik. Secara paradox, terapis dibenarkan berfokus pada klien sampai batas tertentu sehingga menghilangkan nilai kekuatannya sendiri sebagia pribadi dan kepribadiannya kehilangan pengaruh. Terapis perlu menggarisbawahi kebutuhan – kebutuhan dan maksud – maksud klien dan pada saat yang sama bebas membawa kepribadiannya sendiri ke dalam pertemuan terapi.

Jadi, orang bisa memiliki kesan bahwa terapi client – centered tidak lebih daripada teknik mendengar dan merefleksikan. Tetapi client – centered berlandaskan sekumpulan sikap yang dibawa oleh terapis ke dalam pertemuan dengan kliennya dan lebih dari kualitas lain yang manapun, kesejatian terapis menentukan kekuatan hubungan terapeutik. Apabila terapis menyembunyikan identitas dan gayanya yang unik dengan suatu cara yang pasif dan nonderektif, ia bisa jadi tidak akan merugikan klien, tetapi bisa jadi juga tidak akan sungguh – sungguh mampu mempengaruhi klien untuk suatu cara positif. Keotentikan dan keselarasan terapis demikian vital sehingga terapis yang berpraktek dalam kerangka client – centered harus wajar dalam bertindak dan harus menemukan suatu cara mengungkapkan reaksi – reaksinya kepada klien. jika tidak demikian, maka kemungkinan yang nyata adalah terapi client – centered akan dikecilkan menjadi suatu corak kerja yang ramah dan aman, tetapi membuahkan hasil.



Sumber: Teori dan Praktek KONSELING & PSIKOTERAPI. Gerald Corey (Hal 112 – 113)

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer