ETIKA ALTRUISME - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Kamis, 18 September 2014

ETIKA ALTRUISME

Kumpulan MateriAltruism merupakan doktrin etika yang menyatakan bahwa individu memiliki kewajiban moral untuk menolong, melayani atau bermanfaat bagi orang lain. Kata altruism (yang berasal dari kata Prancis altrui yang berarti “orang lain”, diturunkan dari kata Latin alter yang berarti “yang lain”) pertama kali dinyatakan oleh Auguste Comte (1798 – 1857), bapak positivism Prancis, untuk menggambarkan doktrin etika yang ia dukung. Altruisme merupakan panggilan untuk hidup melayani orang lain bagi seorang altruist yang memegang doktrin ini. Doktrin etika altruism dikenal juga sebagai moralistic altruism.

Comte percaya bahwa individu memiliki kewajiban untuk meninggalkan kepentingan pribadinya dan hidup untuk orang lain. Menurut Comte, titik pandang sosial tidak dapat mentoleransi perkiraan atas serangkaian hak – hak manusia, karena utamanya hak bergantung pada individualism. Manusia lahir dengan beban kewajiban setiap makhluk, untuk nenek moyang kita, untuk keturunan kita dan untuk sesame kita. Setelah kelahiran kita, kewajiban ini meningkatkan dan terakumulasi, terkadang sebelum kita dapat membalasnya dengan pengabdian kita. Dengan demikian, hidup untuk orang lain adalah merupakan formula dari moralitas manusia, yang secara eksklusif member sanksi langsung terhadap instink kebajikan kita, yang merupakan sumber kebahagiaan dan kewajiban. Manusia harus melayani kemanusiaan, siapa kita sesungguhnya.

Beberapa filsuf mendefinisikan doktrin ini dengan berbagai cara, namun umumnya seluruh definisi menyatakan bahwa altruism merupakan kewajiban moral untuk memberikan manfaat bagi orang lain atau pertanyaan dari nilai moral untuk melayani orang lain daripada diri sendiri. Ensiklopedia Katolik menyatakan bahwa altruism merupakan prinsip pertama moralitas yang mengatur supremasi simpati sosial lebih dari instink terhadap diri sendiri. Filsuf C. D. Broad (1887 – 1971) mendefinisikan altruism sebagai doktrin di mana masing – masing kita memiliki kewajiban khusus agar bermanfaat bagi orang lain. Hokum dan kewajiban kehidupan dalam altruism dapat disingkat dengan anak kalimat: “Hidup untuk orang lain.” Jadi, altruism merupakan kewajiban untuk mengurangi penderitaan dan meningkatkan kebahagiaan orang – orang di sekitar kita. Altruisme didapatkan dan kebahagiaannya sedemikian rupa untuk memutuskan melakukan tindakan yang diusahakannya demi kebaikan orang lain.







Sumber: Kode Etik Psikolog & Ilmuwan Psikologi. Aliah B. Purwakania Hasan (Hal 71 – 72)

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer