METAETIKA - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Minggu, 28 September 2014

METAETIKA

Kumpulan Materi Metaetika, atau disebut juga etika kritikal (critical ethics), merupakan kajian tentang apa makna istilah dan teori etika yang sebenarnya. Istilah ‘’meta” berarti setelah atau luas, dan konsekuensinya kata metaetika menunjukkan pandangan tajam, luas dan dalam terhadap keseluruhan tema etika. Kita dapat mendefinisikan metaetika sebagai kajian tentang sumber dan makna dari konsep etika terapan; metaetika merupakan kajian yang paling akurat dalam mendefinisikan filsafat moral.

Terdapat dua aliran utama pemikiran, yaitu realism dan nonrealisme, yang berusaha menjelaskan apa dan tentang apa sesunggunya nilai – nilai etika itu. Realism, menyatakan bahwa nilai – nilai moral merupakan property intrinsic dunia dan prinsip – prinsip etika dengan mudah dapat ditemukan atau dirasakan secara intuitif. Menurut pandangan ini, nilai – nilai etika yang dianut manusia dapa tsangat merefleksikan kebenaran mandiri di mana validasinya harus dinilai. Teori ini umumnya diturunkan dari teologi atau naturalism, karenanya lebih dikenal sebagai kajian metafisika. Aliran lain dari teori metaetika disebut non-realisme menyatakan bahwa nilai – nilai moral merupakan hasil kreasi, tergantung pada perasaan dan tujuan orang – orang sehubungan dengan diri mereka dan orang lain (emotivisme atau preskriptivisme) atau system kepercayaan mereka (relativisme budaya atau individu). Terlepas dari nama “non-realist”, teorinya membahas realitas sebagai sesuatu yang penting dalam membentuk pilihan manusia dari nilai – nilai etika. Hal ini hanya terjadi secara tidal langsung, misalnya, lewat psikologi tentang evolusi dan perkembangan kehidupan manusia, atau secara langsung, misalnya, melalui penilaian atau debat orang – orang tentang konsekuensi perilaku mereka.

Dua masalah akan dibahas di sini, meliputi: (1) kajian metafisika, mengenai apakah moralitas tampil mandiri pada manusia, dan (2) kajian psikologik, mengenai dasar mental dari penilaian dan perilaku moral.





Sumber: Kode Etik Psikolog & Ilmuwan Psikologi. Aliah B. Purwakania Hasan (Hal 79 – 80)

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer