PRINSIP – PRINSIP NORMATIF DALAM ETIKA TERAPAN - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Sabtu, 20 September 2014

PRINSIP – PRINSIP NORMATIF DALAM ETIKA TERAPAN

Kumpulan MateriSecara teoritik, memecahkan masalah etika terapan khusus seharusnya mudah. Misalnya, pada kasus aborsi, kita hanya harus menentukan moralitasnya dengan membandingkannya melalui prinsip normative kita tentang pilihan, seperti yang terdapat pada teori utilitari anisme tindakan. Jika aborsi menghasilkan manfaat yang lebih banyak daripada kerugiannya, maka menurut utilitarianisme tindakan, adalah secara moral dapat diterima untuk melakukan aborsi. Namun, ternyata terdapat prinsip – prinsip normative yang saling bertentangan yang dapat kita pilih, yang masing – masingnya dapat menghasilkan kesimpulan yang berbeda – beda. Dengan demikian, perbedaan panjang dalam etika normative tentang teori – teori yang bertentangan mencegah kita untuk hanya menggunakan satu prosedur pengambilan keputusan tunggal untuk menentukan moralitas masalah spesifik. Solusi yang dianut saat ini terhadap kebuntuan perdebatan ini adalah dengan mencoba membandingkan berbagai prinsip normative yang mewakili masalah tersebut dan kemudian mencoba melakukan penimbangan berdasarkan bukti yang diberikan.

Memilih daftar pendek dari prinsip – prinsip normative yang esensial untuk diterapkan juga merupakan tugas yang menantang. Prinsip – prinsip yang dipilih tidak boleh sempit untuk mengarahkan keputusan, seperti versi egoisme tindakan yang terlalu terfokus pada manfaat tindakan jangka pendek. Prinsip – prinsip tersebut juga harus terlihat menguntungkan bagi segala pihak yang terlibat dalam pemecahan masalah etika terapan. Untuk alasan ini, prinsip untuk menjalankan kewajiban terhadap Tuhan tidak selalu dikutip, karena tidak akan memiliki dampak bagi orang – orang yang tidak beriman dalam perbedebatan ini.

Meskipun berbagai pihak menerapkan prinsip – prinsip yang berbeda dalam memperdebatkan solusi etika terapan, namun terdapat beberapa prinsip – prinsip yang memiliki kekuatan dalam diskusi ini. Prinsip – prinsip yang umumnya muncul dalam diskusi etika terapan antara lain:

  1. Manfaat pribadi, mengakui sejauh mana suatu tindakan menghasilkan konsekuensi yang bermanfaat bagi individu yang dipertanyakan.
  2. Manfaat sosial, mengakui sejauh mana suatu tindakan menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
  3. Prinsip kebajikan, membantu mereka yang membutuhkan.
  4. Prinsip perwalian, membantu orang lain untuk mendapatkan kepentingan terbaik mereka, jika mereka tidak dapat memperolehnya sendiri.
  5. Prinsip kerugian, jangan merugikan orang lain.
  6. Prinsip kejujuran, jangan menipu orang lain.
  7. Prinsip kesesuaian hokum, jangan melanggar hokum.
  8. Prinsip otonomi, menghargai kemerdekaan pribadi terhadap tindakan atau tubuh fisik seseorang.
  9. Prinsip keadilan, menghargai hak – hak pribadi untuk mendapatkan proses peradilan, kompensasi yang adil dari kerugian yang dilakukan, dan distribusi manfaat yang adil.
  10. Hak – hak asasi, menghargai hak – hak manusia untuk hidup, mendapatkan informasi, ruang pribadi, kebebasan berekspresi dan keselamatan.

Prinsip – prinsip di atas menyajikan suatu spectrum prinsip – prinsip normative tradisional yang berasal dari pendekatan konsekuensialis maupun etika kewajiban. Dua prinsip awal, yaitu manfaat pribadi dan manfaat sosial, merupakan prinsip tindakan konsekuensialis karena berhubungan dengan konsekuensi dari tindakan yang berpengaruh baik pada individu maupun masyarakat. Prinsip – prinsip berikutnya berdasarkan etika kewajiban. Prinsip kebajikan, perwalian, kerugian, kejujuran dan kesesuaian hokum berdasarkan kewajiban kita pada orang lain. Prinsip otonomi, keadilan dan berbagai hak berdasarkan hak – hak moral.




Sumber: Kode Etik Psikolog & Ilmuwan Psikologi. Aliah B. Purwakania Hasan (Hal 91 – 93)

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer