KARAKTERISTIK PSIKOLOGI LINGKUNGAN - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Senin, 06 Oktober 2014

KARAKTERISTIK PSIKOLOGI LINGKUNGAN

Kumpulan MateriPsikologi Lingkungan sebagai salah satu cabang ilmu dari psikologi mempunyai hal yang berbeda dengan cabang ilmu psikologi lainnya. Psikologi Lingkungan mempunyai keunikan tersendiri. Adapun karakteristik Psikologi Lingkungan adalah sebagai berikut:

  1. Di dalam membahas hubungan manusia dengan lingkungan harus dilihat sebagai satu kesatuan. Hal ini dimaksudkan bahwa disiplin ilmu psikologi lainnya sering kali memisahkan antara stimulus, manusi, dan respon atau tingkah lakunya. Misalnya dalma Psikologi Eksperimen yang membahas stimulus secara independen, dan harus dapat dikontrol. Sedangkan apa yang terjadi dalam diri manusia merupakan bahasan tersendiri. Demikian pula dengan tingkah laku yang terjadi. Sebagai ilustrasi pembahasan persepsi tentang gedung bertingkat, Psikologi Eksperimen dapat memilih stimulus gedung tersebut dengan mendasarkan perbedaan jarak pandang dan sudut pandang dan kemudian dibandingkan. Tetapi, dalam Psikologi Lingkungan dari suatu jarak dan sudut pandang tertentu merupakan satu kesatuan antara stimulus gedung bertingkat dengan persepsinya. Dalam persepsi tersebut akan terkait pemaknaannya mengenai struktur, kompleksitas, dan hal yang baru sebagai suatu kesatuan.
  2. Analisis mengenai situasi lingkungan sebagai kesatuan yang menyeluruh merupakan pendekatan yang dinamis dan menerapkan metode konstruktif. Metode konstruktif dalam hal pengembangan konsep umum (general concepts) akan lebih memudahkan dalam menjelaskan tingkah laku manusia. Disiplin ilmu psikologi lain psikologi lain sempat terjebak pada pembuatan individu, seperti misalnya orang normal. Metode kategorisasi mengelompokkan hal – hal yang sama dalam satu ketegorisasi dan pengelompokkan tersebut dapat mendasarkan pada hubungan antarelemen yang ada, sehingga menggambarkan suatu gagasan konstruktif. Seperti misalnya konsep ruang privasi, menggambarkan bagaimana hubungan yang terjadi dalam ruangan secara fisik, penataan ruang, pencahayaan, audio dan visual yang dirancang oleh penghuninya untuk dapat merasakan kenyamanan dalam kesendirian. Sedangkan perubahan yang terjadi dalam penghayatan psikologis akan terbentuk oleh adanya suatu daya (forces) yang dinamis. Ruang privasi tersebut dapat dimaknakan berubah karena adanya daya yang memengaruhi dalam perubahan konsep privasi.
  3. Psikologi Lingkungan mempelajari hubungan interelasi antaratingkah laku manusia dengan lingkungan. Dalam hal ini terjadi hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya. Lingkungan dapat memengaruhi dan menghambat tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia dapat pula mengubah lingkungan. Masyarakat tradisional yang masih mengandalkan kehidupannya dari ladang berpindah, maka ia akan membabat hutan untuk dijadikan lahan pertaniannya. Ketika jumlah penduduk yang akan melakukan pembabatan hutan dan lahan berpindah tidak terlampau banyak, kelebatan hutan masih dapat terjaga dengan baik. Namun demikian, ketika jumlah manusia yang melakukan pembabatan hutan bertambah banyak, maka kelebatan hutan menjadi masalah. Sebagai akibatnya bencana banjir banyak terjadi di daerah tersebut. Demikian pula cara membersihkan hutan yang paling mudah adalah dengan membakar, maka kebakaran hutan pun terjadi. Dari conto tersebut terlihat bagaimana hubungan interaksi yang terjadi antara tingkah laku manusia dengan lingkungan. Ubungan timbale balik akan terjadi secara langsung.
  4. Psikologi Lingkungan merupakan kajian yang bersifat interdisiplin. Di dalam menganalisis interelasi antara tingkah laku manusia dan lingkungan, tidak dapat dikaji dari satu disiplin ilmu. Sebagai contoh pembahasan mengenai persepsi lingkungan, dan topic yang dibahas berkaitan dengan persepsi tentang pemandangan maka disiplin ilmu yang akan terlibat adalah antara lain arsitektur lanskap, perencana kota (planologi), teknik sipil, teknik lingkungan, dan disiplin ilmu yang terkait. Dengan demikian, perlu adanya suatu kerja sama antarailmu bila akan membahas tentang masalah lingkungan. Oleh karena itu, kajian diatas membahas tentang masalah lingkungan. Oleh karena itu, kajian lintas ilmu harus dapat saling menghargai antarilmu. Arogansi keilmuan sudah harus dihilangkan antarilmu. Arogansi keilmuan sudah harus dihilangkan dalma kerja lintas ilmu. Masalah lingkungan yang muncul dapat menyebabkan kesejahteraan umat manusia terganggu. Oleh karena itu, pembahasan dan analisis yang berkaitan dengan masalah lingkungan bertujuan untuk kesejahteraan manusia.
  5. Penelitian yang dilakukan dalam Psikologi Lingkungan sulit untuk membedakan antara penelitian teoretis dengan terapan. Penelitian dalam Psikologi Lingkungan tidak dapat diisolasi hanya untuk teori saja sebagaimana dalam penelitian dalam disiplin ilmu psikologi lainnya. Penelitian dalam disiplin ilmu psikologi lainnya dapat dilakukan hanya untuk penelitian dasar atau teori yang ingin menjelaskan bagaimana tingkah laku manusia terjadi. Penelitian dalam Psikologi Lingkungan pada umumnya diawali untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh manusia dalam berinteraksi dengan lingkungannya, dan bukan untuk membengun teori, tetapi untuk kegunaan khusus. Teori dapat terbangun sebagai akibat penelitian terapan tersebut. Dengan demikian, penelitian Psikologi Lingkungan agak sulit untuk melakukan pemisahan antara penelitian terapan dan teoretik.
  6. Metode penelitian dalam Psikologi Lingkungan menggunakan metode eklektik. Hal ini disebabkan karena penelitian yang dilakukan dalam Psikologi Lingkungan adalah untuk menyelesaikan masalah atau lebih bersifat terapan, sehingga metode penelitiannya adalah terpilih yang sesuai dengan masalah yang harus diteliti. Walaupun metode yang digunakan dalam Psikologi Lingkungan tidak jauh berbeda dengan metode penelitian disiplin ilmu psikologi lainnya. Namun demikian, metode dalam Psikologi Lingkungan ada pula yang khas, yaitu metode pemetaan tingkah laku. Metode pengambilan data dalam Psikologi Lingkungan yang menggunakan teknik atau metode pemetaan tingkah laku, merupakan pengerjaan menggambar oleh responden mengenai suatu lokasi. Teknik pemetaan kognitif tersebut dapat menggambarkan bagaimana pola pemikiran seorang responden dalam menggambarkan suatu ruang.




Sumber: PSIKOLOGI LINGKUNGAN Teori dan Konsep. Prof. Dr. Tb. Zulrizka Iskanda, S. Psi., M. Sc. (Hal 6 – 9)

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer