PENGERTIAN PSIKOLOGI LINGKUNGAN - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Rabu, 01 Oktober 2014

PENGERTIAN PSIKOLOGI LINGKUNGAN

Kumpulan MateriSebagaimana telah diungkapkan di atas, bahwa kajian psikologi tentang lingkungan sudah dilakukan sejak lama. Tetapi, pada saat itu kajian tersebut belum menyatakan diri sebagai psikologi lingkungan. Psikologi Lingkungan mulai berkembang sebagai ilmu sejak tahun 1970 – an. Pada awalnya Proshansky membuat definisi psikologi lingkungan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan manusia dengan lingkungan buatan. Pengertian lingkungan buatan adalah lingkungan yang dibuat oleh manusia.

Paul Bell pada tahun 1970 membuat definisi tentang Psikologi Lingkungan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan interelasi antara perilaku dan lingkungan buatan. Dalam pengertian tersebut dinyatakan sebagai interelasi antara perilaku dan lingkungan buatan, artinya bahwa dalam hubungan antara manusia dengan lingkungan buatan adalah saling memengaruhi. Tingkah laku manusia dapat dipengaruhi oleh lingkungan buatan dan dapat memengaruhi lingkungan buatan. Sebagai contoh tingkah laku manusia dipengaruhi oleh lingkungan buatan, adalah bagaimana tingkah laku manusia di rumah mengikuti tata letak ruangan yang telah dibuat oleh pengembara perumahan. Namun demikian, manusia dapat pula mengubah lingkungan buatan, yaitu mengatur tata letak perabot rumah agar menjadi nyaman untuk pergerakan dirinya.

Banyaknya gedung bertingkat di kota – kota besar, tingkah laku manusia yang berinteraksi dengen gedung bertingkat akan berbeda dengan tingkah laku manusia yang berinteraksi dengan hubungan bangunan tidak bertingkat. Tingkah laku manusia dalam gedung bertingkah tinggi sudah barang tentu akan diatur oleh kondisi lingkungan buatan tersebut, seperti misalnya untuk naik menuju tingkat yang tinggi harus menggunakan tangga berjalan atau “lift”. Demikian pula tingkah laku manusia di gedung tersebut akan diatur oleh tata letak ruang arsitektural. Hal ini berarti bahwa tingkah laku manusia ditentukan oleh lingkungan fisik.

Pada tahun 1978, Paul Bell memperbaiki definisi Psikologi Lingkungan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan interelasi antara perilaku dan lingkungan buatan dan alam. Definisi yang terakhir bertambah dengan lingkungan alam. Hal ini untuk mempertegas bahwa interelasi yang terjadi pada manusia dengan lingkungan tidak terbatas dengan lingkungan buatan, tetapi juga terjadi dengan lingkungan alam. Hal ini dapat terlihat bagaimana tingkah laku manusia berbeda ketika berada di daerah pegunungan dengan daerah pantai untuk melakukan wisata. Tingkah laku manusia ketika berada di daerah yang tinggi, seperti gunung, akan mengenakan pakaian tebal untuk menahan hawa dingin. Sedangkan pakaian yang digunakan oleh manusia ketika berada di pantai tidak memerlukan pakaian tebal, karena panas. Dengan demikian, kedua lingkungan alam dan buatan menjadi penting, atau disebut pula sebagai lingkungan fisik.

Apakah lingkungan manusia yang sering disebut sebagai lingkungan sosial tidak berpengaruh pada tingkah laku manusia? Permasalahan ini dalam pembahasan psikologi lingkungan menjadi perdebatan. Di satu pihak dengan tegas tidak menyertakan lingkungan manusia dalam pengertian Psikologi Lingkungan. Tetapi pihak lain tetapi berpendapat bahwa lingkungan manusia dalam suatu lingkungan alam dan buatan akan memberikan suatu pengaruh yang berbeda, sehingga lingkungan manusia atau lingkungan sosial harus disertakan dalam pengertian psikologi lingkungan. Sebagai ilustrasi, ketika kita menghadiri reuni dengan teman – teman lama di suatu gedung pertemuan yang dapat menampung pengunjung 1000 orang. Kemudian dibandingkan dengan menghadiri undangan perkawinan di gedung pertemuan yang sama, di mana tidak banyak tamu undangan yang kita kenal, manakah suasana yang lebih menyenangkan? Tentunya suasana reuni akan lebih menyenangkan disbanding dengan suasana undangan perkawinan. Walaupun lingkungan fisiknya sama, tetapi lingkungan sosialnya berbeda, maka tingkah laku manusianya berbeda sekali. Para ahli psikologi lingkungan tampak tidak konsisten pada pembahasan mengenai kerumunan (crowd). Artinya, bahwa kerumunan manusia mempunyai pengaruh pada tingkah laku manusia lainnya.

Oleh karena itu, penulis membuat definisi Psikologi Lingkungan adalah ilmu yang mempelajari hubungan interelasi antara tingkah laku manusia dengan lingkungan fisik (alam dan buatan) dan lingkungan sosial (manusia) sebagai suatu lingkungan yang utuh dan tidak dipisahkan antara satu dengan lainnya, yaitu lingkungan fisik dan sosial (Zulrizka Iskandar, 1995). Psikologi Lingkungan yang merupakan salah satu cabang psikologi, sudah barang tentu akan lebih menenkankan pada proses psikologinya dalam pembentukan tingkah lakunya. Jadi, tidak hanya membahas interelasinya yang tampak, tetapi perlu dibahas bagaimana proses yang terjadi dalam diri manusia tersebut, sehingga tingkah lakunya terjadi. Hal ini yang akan membedakan bagaimana ilmu tingkah laku lainnya dalam membahas interelasi tingkah laku manusia dengan lingkungannya. Pembahasan mengenai proses psikologis yang membentuk tingkah laku manusia amatlah penting diungkapkan, karena pada saat ini cukup banyak yang keliru dalam memahami tingkah laku manusia dalam aspek psikologi. Dengan demikian, dapatlah dipahami bagaimana proses tingkah laku manusia terjadi dalam melakukan interaksi dengan lingkungannya.





Sumber: PSIKOLOGI LINGKUNGAN Teori dan Konsep. Prof. Dr. Tb. Zulrizka Iskanda, S. Psi., M. Sc. (Hal 4 – 6)

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer