TIPOLOGI TIPOLOGI YANG BERDASARKAN SIFAT – SIFAT KEJIWAAN SEMATA – MATA - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Minggu, 27 September 2015

TIPOLOGI TIPOLOGI YANG BERDASARKAN SIFAT – SIFAT KEJIWAAN SEMATA – MATA



1. Tipologi Plato

Kumpulan Materi Plato membedakan adanya tiga bagian jiwa, yaitu:
  1. Pikiran (logos), yang berkedudukan di kepala.
  2. Kemauan (thumos), yang berkedudukan di dada, dan
  3. Hasrat (epithumid), yang berkedudukan di perut.

Dalam fungsi hubungan dengan ini dia mengemukakan adanya tiga macam kebajikan, yaitu:
  • Kebijaksanaan
  • Keberanian
  • Penguasaan diri.

Keselarasan antara ketiga hal itu akan mewujudkan kebenaran atau keadilan (dikaisme).

Atas dasar dominasi salah satu di antara ketiga bagian jiwa itu maka manusia dapat digolongkan menjadi tiga tipe, yaitu

  1. Orang yang terutama dikuasai oleh pikir,
  2. Orang yang terutama dikuasai oleh kemauan, dan 
  3. Orang yang terutama dikuasai oleh hasrat.

Dalam negara, idealnya (menurut “Republik”) Plato membagi fungsi rakyat dalam sesuatu negara atas dasar ketiga golongan di atas, yaitu:
  1. Golongan pemimpin pemerintahan,
  2. Golongan tentara, dan
  3. Golongan pekerja tangan

2. Madzab Perancis

Sebagaimana dalam cabang – cabang ilmu pengetahuan yang lain, ahli – ahli dari Perancis tampil ke depan dengan mazhabnya, demikian pula dalam lapangan yang dibicarakan sekarang ini dapat disaksikan ahli seperti Bourdet (1858), Azam (1887), Peres (1892), Ribot (1892), Queyrat (1896), Malapert (1902), dan lain – lain lagi telah menunjukkan hasil karya yang khas Perancir.

Kalau Characterologie di Jerman mula – mula menjadi monopolinya ahli – ahli filsafat serta ahli – ahli ilmu pendidikan dan baru kemudian dibicarakan juga oleh ahli – ahli psikiatri, maka di Perancir hal tersebut mula – mula dibahas oleh para ahli filsafat sosial, lewat ahli – ahli psikiatri, kemudian dilanjutkan ahli – ahli psikologi. Teori Queyrat dan Malapert adalah khas teorinya ahli psikologi. 

a. Tipologi Queyrat

Queyrat menyusun tipologi atas dasar dominasi daya – daya jiwa, yaitu daya – daya kognitif, afektif, dan konatif. Berdasarkan atas daya – daya mana yang dominan, maka dapat dikemukakan tipe – tipe sebagai berikut:

1. Salah satu daya atau aspek yang dominan

  • Tipe meditatif, atau intelektual, di mana daya kognitif dominan.
  • Tipe emosional, di mana daya afektif dominan.
  • Tipe aktif, di mana daya konatif dominan

2. Dua daya yang dominan

  • Tipe meditatif emosional atau sentimental: daya kognitif dan afektif dominan.
  • Tipe aktif emosional atau orang garang; daya konatif dan afektif dominan, dan
  • Tipe aktif meditatif atau orang kemauan: daya konatif dan kognitif dominan.

3. Ketiga daya ada dalam proporsi yang seimbang

  • Tipe seimbang,
  • Tipe amoroph, dan
  • Tipe apathis.

4. Ketiga daya itu ada atau berfungsi secara tak teratur (tak menentu)

  • Tipe tak stabil,
  • Tipe tak teguh hati, dan 
  • Tipe kontradiktoris.

5. Ada tiga macam tipe yang tidak sehat yaitu

  • Tipe hypochondris,
  • Tipe melancholis, dan 
  • Tipe hiteris.

Keseimbangan tipe yang pertama adalah tipe – tipe orang sehat, tidak berikutnya tipe – tipe orang yang setengah sakit, sedangkan tiga yang paling akhir adalah tipe – tipe yang menderita sakit.

b. Tipologi Malapert

Juga malapert menggolong – golongkan manusia atas dasar dominasi daya – daya jiwa atau aspek – aspek kejiwaan tertentu. Pendapat malapert itu diikhtisarkan sebagai berikut:

1. Tipe intelektual, yang terdiri atas:

  • Golongan analitis, dan
  • Golongan reflektif,

2. Tipe afektif, yang terdiri atas:

  • Golongan emosional, dan
  • Golongan bernafsu.

3. Tipe volunter, yang terdiri atas:

  • Golongan tanpa kemauan, dan
  • Golongan besar – kemauan.

4. Tipe aktif, yang terdiri atas;

  • Golongan tak – aktif, dan 
  • Golongan aktif.





Sumber: PSIKOLOGI KEPRIBADIAN. Drs. Sumadi Suryabrata, B.A., M.A., Ed.S., Ph.D (Hal 52 – 55)

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer