Breaking News
Loading...
Minggu, 17 Juni 2012

TATA SURYA


Tata surya (solar system) adalah susunan keluarga matahari yang terdiri dari matahari, planet dan bulan sebagai satelitnya.


Teori Terjadinya Tata Surya

Teori Kabut (Kant-La-Place) tahun 1876
“Tata surya berasal dari ruangan yang maha luas yang didalamnya terdapat bola kabut gas raksasa yang sangat jelas panas dan berputar mengelilingi sumbunya. Kabut gas ini selalu memancarkan panasnya ke alam raya yang dingin itu, sehingga berangsur-angsur dingin dan mengerut. Pengerutan tersebut menyebabkan kecepatan berputar semakin cepat, sehingga kutubnya semakin pepat dan pada bagian khatulistiwa semakin menonjol keluar yang makin lama penonjolan itu lepas membentuk cincin. Selanjutnya cincin-cincin itu patah-patah dan membentuk gumpalan-gumpalan kecil yang mendingin. Gumpalan-gumpalan kecil inilah sekarang menjadi planet-planet.”

Teori Planettissimal (Chamberlin & Moulton) tahun 1805
“Tata surya berasal dari kabut raksasa yang berbentuk spiral (berpilin). Kabut pilin/planetissimal ini berputar mengelilingi pusatnya titik pusatnya yang masing-masing mempunyai lintasan bebas, yang tidak terletak pada suatu bidang datar dan juga tidak menyerupai lingkaran, maka terjadilah tubrukan-tubrukan. Akibat tubrukan berulang-ulang dan juga karena adanya gaya tarik menarik satu sama lain, akhirnya terbentuklah tumpukan-tumpukan platissimal yang menyerupai inti-inti yang lebih mampat besar. Dan dari tumpukan yang besar itulah tempat matahari kita sekarang, sedangkan yang lebih kecil adalah planet-planet.”

Teori Pasang (Jeans & Jeffrys) Tahun 1917
Pada tahu jalman dahulu terdapat bintang lewat dekat matahari. Menurut hukum Newton, terjadilah gaya tarik menarik antara matahari dengan bintang itu, sehingga pada matahari terjadilah pasang. Bagian yang pasang atau yang menonjol tersebut sangat panas sekali, ketika bintang itu masih jauh bagian yang menonjol tersebut hanya sedikit, namun setelah bintang itu kian dekat maka jumlah gas yang menonjol kian banyak. Dan setelah jauh lagi jarak bintang tersebut maka sedikit saja yang dapat ditarik. Gumpalan gas yang bintang tersebut berbentuk cerutu. Dan setelah bintang yang lewat itu jauh gumpalan gas yang pasang tersebut tidak kembali melainkan berangsur-angsur gumpalan gas yang pasang tersebut kembali melainkan berangsur-angsur padat yang kemudian berbentuk planet-planet mengelilingi matahari.


Pandangan Tentang Gerakan Anggota Tata Surya

Orang Yunani Kuno
Orang Yunani Kuno berpendapat bahwa Bumi itu datar dan ditelungkupi langit setengah lingkarang. Semua benda-benda angkasa berpusat pada aku atau ego sehingga timbul Egosenstris.

Philolaus
Pada akhir abad 5 Sm, Philolaus berpendapat bahwa pusat peredaran benda-benda angkasa pada pusat api raksasa yang sekelilingnya terdapat bumi, bulan, matahari, dan planet yang bergerak setiap hari mengelilingi api raksasa dengan lintasan berbentuk lingkaran.

Aristoteles
Mereka berpendapat bahwa semua benda angkasa beredar mengelilingi bumi. Sehingga teori ini dikenal dengan nama teori Geosentris. Geo artinya bumi dan Sentris berarti pusat. Teori ini mampu bertahan sampai dengan 300 tahun.

Nicolas Copenicus dan Galileo Galilei (1473)
Copernicus berpendapat bahwa anggota tata surya beredar mengelilingi matahari yang kemudian teori ini disebut Teori Helliosentris, Hellios berarti matahari dan sentris artinya pusat.


Sumber: Mimbar Aksi Geografi. Tim Geografi; Disusun Pengurus MGMP Geografi Kabupaten Gresik Periode 2007 – 2008.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Toggle Footer