Breaking News
Loading...
Senin, 23 Juli 2012

SISTEM SARAF PUSAT


Sistem saraf pusat atau central nervous system (CNS) berfungsi menerima, memproses, menginterprestasikan, dan menyimpan informasi sensoris yang datang seperti informasi mengenai rasa, suara, bau, warna tekanan pada kulit, kondisi organ internal, dan lain – lain. Sistem saraf pusat juga mengirimkan pesan untuk otot, kelenjar, dan organ internal. Secara konseptual, sistem saraf pusat dapat dikatakan memiliki dua komponen: otak dan saraf tulang belakang (spinal cord). Sebenarnya saraf tulang belakang merupakan perpanjangan dari otak. Saraf tulang belakang bermula dari dasar otak, kemudian menjulur di sepanjang bagian tengah punggung dan dilindungi oleh tulang punggung. Saraf tulang belakang berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan otak dengan bagian – bagian dari tubuh yang terletak di bawah leher.

Saraf tulang belakang sendiri dapat menghasilkan beberapa perilaku. Tanpa bantuan apa pun dari otak. Refleks saraf tulang belakang atau  refleks spiritual ini bekerja secara otomatis, tanpa melibatkan usaha yang disadari. Sebagai contoh, seandainya anda secara tiba – tiba setrika panas, dengan segera anda akan menarik tangan dari setrika tersebut, bahkan sebelum otak anda sempat memproses peristiwa yang telah terjadi. Impuls saraf membawa pesan ke saraf tulang belakang (panas!) dan saraf tulang belakang akan mengirimkan perintah berupa impuls saraf ke otot tangan anda untuk menarik tangan agar menjauh dari setrika. (Refleks di bagian atas leher seperti bersin dan mengedipkan mata, lebih melibatkan bagian bawah otak daripada saraf tulang belakang).

Jaringan saraf yang melandasi bagian refleks tulang belakang berhubungan dengan jalur – jalur saraf yang terbentang ke adan dari saraf tulang belakang, ke dan dari otak. Karena hubungan inilah refleks terkadang dapat diperoleh oleh pikiran dan emosi kita. Contohnya adalah ereksi pada pria, dimana refleks tulang belakang dapat dihambat oleh kecemasan atau pikiran yang mengganggu dan dipicu oleh pikiran erotis. Beberapa refleks dapat dikendalikan secara sadar. Jika berkonsentrasik, anda mungkin dapat mengusahakan agar turut anda tidak tertarik ketika diketutk, seperti yang biasanya akan terjadi secara normal. Demikian pula, sebagian besar pria dapat belajar menunda ejakulasi. Ini merupakan bentuk refleks tulang belakang lainnya (Ya, ada banyak pria yang bisa melakukannya).




Sumber: Psikologi, edisi kesembilan, jilid 1. Carole Wade. Carol Travris. (Hlm. 112 – 113)

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Toggle Footer