KONSELING LAWAN DARI PSIKOTERAPI - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Minggu, 22 Juli 2012

KONSELING LAWAN DARI PSIKOTERAPI


Kritik cukup keras di kemukakan oleh Schneiders (1964) yang menyatakan bahwa banyak teoritis yang gagal membedakan konseling dan psikoterapi, padahal keduanya memiliki “akar” yang berbeda. Baginya psikoterapi bukanlah sebagai konseling, dan konseling bukan psikoterapi. Keduanya adalah dua hal yang memang berbeda.

Kebanyakan ahli berpandangan  konseling dan psikoterapi terletak pada berbagai aspek, diantaranya pendekatan yang digunakan, subjek yang dibantu, pelaksanaannya, dan intensitas masalah yang dihadapi.

Pendekatan Pemberian Bantuan
Pendekatan suatu pemberian bantuan (Helping) professional menurut Hansen dkk. (1982) dapat diklasifikasikan dalam tiga jenis, yaitu pemberian dorongan (supportive), pemberian pemahaman secara pemberian dorongan (supportive), pemberian pemahaman secara reedukatif (insight-reeducative). Suportif dapat dimaknakan sebagai pemberi dorongan kepada klien agar dapat mengembangkan potensinya. Pemahaman dengan reedukatif berarti peningkatan pemahaman tentang diri, masalah, dan konflik – konflik yang ada di dalamsadarnya untuk mencapai penyesuaian diri. Sedangkan pemahaman dengan rekonstruktif berarti meningkatkan pemahaman tentang diri, konflik, dan masalahnya yang ada di bawah sadarnya dengan melakukan rekonstruksi struktur kepribadian klien. Dua pendekatan lebih banyak di lakukan melalui konseling, sendangkan pendekatan terakhir dilakukan melalui psikoterapi Hansen, dkk (1982).

Intervensi Masalah
Diantara perbedaan penting konseling dan psikoterapi api menyangkut menyatakan bahwa kosenling dan selenggarakan untuk menangani ketidakstabilan emosional, ketidakmampuan mengontrol diri dan perasaan ego yang negative. Semangat psikoterapi lebih menangani gangguan mental dan problem berat seperti konflik – konflik yang serius, gangguan perasaan, dan sebagainya.

Pandangan ini sejalan dengan Vance dan Volsky menjelaskan bahwa konseling menangani individu normal dengan masalah – masalah ringan, sedangkan psikoterapi menangangi individu yang kurang normal dan bermasalah berat Hansen dkk. (1982). Yang dimaksud individu normal ditandai oleh kesadaran tekanan – tekanan yang sangat mendalam dan mengalami masalah emosional dan neuritik sehingga perlu analisis ketidak sadarannya dan usaha rekonstruksi kepribadiannya.

Konseling
Psikoterapi
Suporter dan Edukatif
Rekonstruktif
Vokasional
Emosional, Perilaku
Pemberian dorongan
Pemberian dorongan (dalam kondisi krisis)
Masalah yang situasional
Masalah emosional yang berat, neurotik
Pemecahan masalah
Rekonstruksi kepribadian
Dalam situasi yang sadar
Alam yang tidak sadar
Orang yang normal
Orang yang patologis
Saat ini dan akan datang
Masa lalu
Jangka pendek
Jangka panjang
Akibat tekanan lingkungan
Konflik emosional

Menyusun rencana yang rasional
Menyembuhkan masalah – masalah yang berat.
Mencegah masalah penyelesaian yang lebih berat
Mengerti berperilaku dalam kehidupan sehari – hari.
Mengatasi Problem kehidupan sehari - hari
Mengatasi problem kehidupan sehari – hari.



(Hansen, J.C., Stevic, R.R. dan Ricard W.W. (1977). Counselling: Theory and Process. 3th edition. New York: Allyn and Bacon Inc. p. 13)

Selanjutnya Hansen, dkk. (1982) menjelaskan bahwa dalam psikoterapi dilakukan terhadap individu yang mengalami konflik interpersonal yang sangat mendalam, sedangkan konseling dilakukan terhadap individu yang mengalami masalah – masalah berhubungan dengna peran dalam kehidupan sehari – hari. Secara jelas tampak pada Gambar 1 bahwa pekerjaan psikoterapis dan konselor adalah berbeda dilihat dari kedalam masalah yang ditangani.

Nugent (1981) mengungkapkan bahwa psikolog klinis dan psikiater di Amerika biasanya menggunakan terminology psikoterapi untuk mendeskripsikan pekerjaannya dalam hal mendiagnostik dan melakukan bantuan terhadap orang yang mengalami tekanan emosional kronis atau masalah tingkah laku yang berat, sedangkan konseling menangani orang yang mengalami kecemasan normal dan krisis situasional yang terjadi sehari – hari.

Cara penanganan
Sedangkan dilihat dari cara penanganannya. Nelson –Jones (1982) menyebutkan beberapa perbedaan konseling dan psikoterapi, meskipun perbedaan ini dapat diperdebatkan karena tidak mungkin dapat didefinisikan secara pasti. Perbedaannya adalah bahwa konseling lebih berorientasi pada klien, mementingkan hubungan, diselenggarakan dengan pendekatan humanistik, dan kurang berkaitan dengan kegiatan medis. Sedangkan psikoterapi dilaksanakan dengan lebih berorientasi pada terapi, menggunakan teknik yang spesifik, kecenderungan menggunakan pendekatan psikoanalisis atau behavioristik, dan banyak menggunakan penanganan secara medis.

Hal lain yang juga sebagai gambaran tentang penggunaan kedua istilah tersebut dijelaskan oleh Black (1983) dalam bukunya Short Term Counseling yang disebutkan bahwa dalam tradisi di Amerika psikoterapi biasanya digunakan untuk menunjukkan pekerjaan psikiater, sedangkan konseling digunakan menjelaskan pekerjaan psikolog.

Dalam pandangan American Psychologist Association (APA) kedua istilah ini tidak secara tegas dibedakan. APA hanya membedakan antara clinicak psychology dengan counseling psychology. Adalah masalah kebiasaan penggunaan terminology yang menyebabkan ada kecenderungan membedakan konsep psikoterapi dengan konseling. Sebagai uruian yang lebih detail, table 1 adalah daftar perbedaan konseling dan psikoterapi yang diperoleh dari berbagai sumber. Sehingga membuat klien mengubah dalam afeksi, kognisi, dan tindakannya. Intervensinya dilakukan berbagai bentuk secara individual, kelompok, keluarga, terapi yang berorientasi pemahaman, dan perilaku Kazdin (1988).

Dari pengertian tersebut menunjukkan bahwa konseling dan psikoterapi merupakan bagian dari intervensi psikososial. Namun demikian, intervensi psikososial ini memiliki cakupan yang sangat  luas, termasuk di dalamnya adalah pendidikan, modifikasi perilaku, dan penyebaran informasi. Prinsipnya, segenap intervensi yang secara sengaja diberikan kepada orang lain untuk mengubah persepsi, pikiran, perasaan, atau perilakunya dapat kita sebut sebagai interevensi psikososial.

Dibandingkan dengan konseling dan psikoterapi, intervensi psikososial lebih bersifat umum dan merupakan aplikasipsikologi yang dapat dilaksanakan oleh berbagai pihak dari kalangan profensional maupun non professional. Jika perlakuan tersebut dimaksudkan untuk mengubah perilaku, pikiran, atau sikap individu atau kelompok maka dapatlah disebut dan sasasran intervensi psikososial ini sangat luas.




Sumber: PSIKOLOGI KONSELING, Edisi Ketiga. Latipun. (Hlm. 8 – 12).

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer