FAKTOR KETURUNAN DAN TRAIT - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Rabu, 29 Agustus 2012

FAKTOR KETURUNAN DAN TRAIT


Cara ketiga untuk mempelajari pengaruh genetik terhadap kepribadian adalah dengan memperkenalkan Heratabilitas (heritability) dari trait spesifik dalam kelompok anak – anak atau orang dewasa. Seperti yang telah kita. Heritabilitas adalah proporsi dari variasi total dalam sebuah tait yang dapat dilekatkan pada variasi genetik dalam suatu kelompok. Perkiraan heritabilitas muncul dari studi behavioral-genetik pada anak – anak adopsi dan pada kembar identik dan kembar fraternal yang dibesarkan secara terpisah atau secara bersama – sama. (jika anda perlu mengulang kembali pembahasan mengenai metode – metode penelitian ini dan bagaimana berbagai metode tersebut digunakan menemukan peran faktor genetik, lihat buku jilid 1 halaman 94 – 97).

Hasil penelitian adopsi dan anak kembar telah menyediakan data yang kuat serta mendukung konstribusi genetik terhadap pemberitahuan kepribadian. Kembar identik yang dibesarkan secara terpisah sering kali pada masa dewasa memiliki kesamaan – kesamaan yang mengherankan dalam bahasa tubuh, kebiasaan , dan mood; bahkan kepribadian mereka pun sering kali serupa, sebagaimana aspek – aspek fisik mereka juga serupa. Jika salah satu pasangan kembar cenderung optimis, pemurung, atau cerita, yang lain  kemungkinan akan memiliki kecenderungan yang sama  (Braungert dkk., 1992; Plomin dkk., 2001).

Penemuan di bidang behavioral – genetika telah memunculkan hasil yang cukup konsisten terkait dugaan bahwa trait merupakan hal yang diwariskan secara genetis. Para trait Bing Five atau trait lain  yang seperti agresivitas dan kebahagiaan secara keseluruhan, didapati indeks heritabilitas lazimnya sekitar 0,50 (Bouchard, 1997a; Jang dkk., 1998; Lochlin , 1992; Lykken dan Tellegen, 1996; Waller dkk., 1990). Ini berarti bahwa di dalam sekelompok orang, sekitar 50 persen variasi trait tertentu dapat diatribusikan pada perbedaan genetik pada individu  - individu di dalam kelompok. Penemuan ini telah direplikasi di berbagai negara.

Beberapa penelitian bahkan telah menemukan heritabilitas yang tinggi untuk aktivitas – aktivitas yang spesifik seperti bercerai (McGue dan Lykken, 1992) dan menonton banyak  acara televisi pada masa anak – anak (Plomin dkk, 1990). Anda mungkin berpikir, bagaimana percereaian dan menonton TV dapat diwariskan, secara genetis? Para leluhur prasejarah kita tidak menikah, apalagi bercerai, dan mereka tentu saja tidak menonton televisi! Walau demikian, beberapa trait dan temperamen yang memang diturunkan dapat mempengaruhi orang – orang untuk melakukan kedua aktivitas di atas.




Sumber: Psikologi, edisi kesembilan, jilid 2. Carole Wade. Carol Travris (Hlm 210 – 211)

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer