SISTEM PERNAPASAN BURUNG - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Jumat, 14 September 2012

SISTEM PERNAPASAN BURUNG


Burung memperoleh oksigen dari udara. Burung mempunyai alat pernapasan yang terdiri atas lubang hidung, laring, trakea, bronkus, paru – paru, dan kantong udara. Kantong udara pada burung umumnya berjumlah 4 pasang dan berupa selaput yang sangat tipis, fungsi kantong udara adalah untuk membantu pernapasan pada waktu terbang.

Udara masuk melalui lubang  hidung, kemudian melewati trakea dan bronkus masuk ke paru – paru. Dari paru – paru, udara tersebut dialirkan ke kantong udara untuk udara cadangan. Walaupun demikian pertukaran oksigen dengan karbon dioksida terjadi di dalam paru – paru. Paru – paru burung merupakan tabung yang terbuka kedua ujungnya. Di tempat ini udara mengalir dari kantong udara ke luar. Pertukaran gas pada burung sangat efisien sehingga tidak ada gas sisa yang tertinggal di saluran parau – paru.

Pasti kita sudah pernah lihat burung yang sedang terbang. Burung itu tidak terlalu mengepakkan sayapnya. Kadang – kadang, burung tersebut melayang tanpa mengepakkan sayapnya. Mengapa demikian?

Ketika burung terbang dan mengepakkan sayapnya, burung tidak menghirup  udara karena gerakan otot sayap menekan paru – paru sehingga menghambat masuknya udara. Oleh karena itu, kebutuhan oksigen masuknya udara. Oleh karena itu, kebutuhan oksigen diperoleh dari udara cadangan di kantong udara. Pada saat melayang tanpa mengepakkan  sayapnya, burung akan menghirup  udara untuk mengisi kantong udara.

Proses pernapasan terjadi karena kontraksi dan relaksasi otot tulang rusuk dan otot perut. Inspirasi terjadi karena pada saat otot tulang rusuk berkontraksi, tulang rusuk bergerak ke depan dan tulang dada ke bawah. Akibatnya, rongga dada membesar dan tekanan rongga dada turun. Dengan demikian udara bagian posteriur (belakang) terisi udara segar dan bagian anterior (depan) terisi udara dari paru – paru.

Ekspirasi terjadi bila otot tulang rusuk mengendur sehingga tulang  rusuk bergerak ke belakang dan tulang dada ke atas. Akibatnya rongga dada mengecil dan tekanan udara rongga dada meningkat. Dengan demikian, udara keluar dari kantong dan paru – paru dan kantong udara. Udara dari kantong udara belakang mengalir ke paru – paru, dan udara dari kantong udara depan keluar melalui bronkus.



Sumber: Biologi. Sumarwan. Sumartini, Kusmayadi.(Hlm. 22 – 23).

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer