PENGERTIAN SKIZOFRENIA - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Rabu, 07 Januari 2015

PENGERTIAN SKIZOFRENIA

Kumpulan MateriSkizofrenia berasal dari bahasa Yunani yang berarti jiwa yang retak (skizos artinya retak, dan frenas artinya jiwa). Menurtu psikiater dr Tubagus Erwin Kusumah SpKJ, jiwa manusia terdiri dari tiga unsur, yaitu perasaan, kemauan, dan pikiran. Pada orang yang jiwanya tidak retak, ketiga unsure ini senada. “Artinya kalau perasaan lagi senang, maka kemauan dan pikirannya mendukung. Kalau lagi sedih, ketiga – tiganya manurun, “papar dokter jiwa pada RSPAD Gatot Subroto ini.

Menurut pendapat lain skizofrenia berarti “kepribadian yang terbelah”, yaitu hilangnya sebagian besar hubungan kesadaran yang logis antara tubuh dan jiwa (disintegrasi). Sehingga dalam beberapa keadaan perilakunya tidak sejalan dengan keadaan emosinya. Hal ini terjadi karena secara mental, kepribadian penderita gangguan ini memang terbelah sehingga mempunyai kecenderungan tubuhnya hidup pada satu dunia tetapi jiwanya berada pada dunia yang lain yang menyebabkan penderita cenderung dianggap “gila”.

Menurut situs resmi www.schizophrenia.com, skizofrenia adalah penyakit yang diakibatkan gangguan susunan sel – sel syaraf pada otak manusia. Skizofrenia merupakan gangguan yang ditandai dengan disorganisasi kepribadian yang cukup parah, distorsi realita dan ketidakmampuan berinteraksi dengan kehidupan sehari – hari. Seseorang yang mengalami skizofrenia tanpa biasanya pikirannya tidak teratur, dan mungkin mengalami delusi atau halusinasi pendengaran.

Skizofrenia mewakili suatu spectrum gangguan yang luas, sehingga sulit sekali untuk kesimpulan secara umum tentang suatu jenis skizofrenia tertentu. Tetapi terdapat satu perbedaan yang berguna adalah kategorisasi skizofrenia akut, yang berhubungan dengan serangan gejala psikotik yang berat “psikotik” berhubungan dengan suatu keadaan pada seseorang yang sama sekali tidak berhubungan dengan realitas dan tidak mampu memisahkan antara kenyataan and ketidaknyataan.

Skizofrenia menurut PPDGJ III yang bersumber pada ICD X, yaitu sekelompok gangguan psikosis fungsional yang ditandai oleh distorsi pikiran dan persepsi yang mendasar dank has, afek yang tidak wajar atau tumpul. Bagi penderita skizofrenia, kesadaran yang jernih dan kemampuan intelektual biasanya tetap terpelihara, walaupun kemunduran kognitif tertentu dapat berkembang kemudian. Skizofrenia merupakan bentuk psikosa kronis yang sering dijumpai dan mengalami kambuh dan remisi dngan manifestasi yang banyak dan tidak khas. Dan penderita skizofrenia ditemukan di UGD karena beratnya gejala (halusinasi, ketegangan, pikiran, agitasi) ketidakmampuan, hilangnya tlikan, kemunduran fungsional).





Sumber: PSIKIATRI ISLAM. Tristiadi Ardi Ardani. (Hal 208 – 209)

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer