MANIFESTASI ATAU UNGKAPAN DARI BUDAYA ORGANISASI - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Kamis, 21 Juni 2012

MANIFESTASI ATAU UNGKAPAN DARI BUDAYA ORGANISASI


Konsep-konsep, makna, pesan-pesan yang mencerminkan budaya organisasi dapat ditemukan dalam praktek-praktek organisasi seperti: (a) rancangan organisasi (organization design); (b) strategi sosialisasi; (c) pembedaan kelas; (d) ideology (adi cita); (e) mythe dan simbol-simbol; (f) bahasa; dan (g) ritual dan seremoni (Tosi, Rizzo, Carroll, 1994).

Rancangan Organisasi
Tergantung pada nilai-nilai utama dari budaya organisasinya maka disusunlah strukturnya. Jika misalnya kebebasan individu, prestasi individu, kepercayaan merupakan nilai-nilai utama yang diberi harga tinggi, maka organisasi disusun sedemikian rupa sehingga para tenaga kerjanya tidak diawasi secara ketat, bagian-bagiannya mendapat otonomi dalam mengambil keputusan (pengambilan keputusan lebih decentralized). Sebaliknya dari design organisasi dapat disimpulkan nilai-nilai utama mana yang dianggap penting.

Strategi Seleksi dan Sosialisasi
Organisasi dalam seleksi penerimaantenaga kerja dan dalam program sosialisasinya akan menggunakan cara-cara yang menghasilkan diterimanya tenaga kerja yang memiliki nilai-nilai utama sesuai dengan nilai-nilai utama dari perusahaan. Dalam proses sosialisasi nilai-nilai utama tersebut diyakinkan adanya pada para tenaga kerja baru.

Pembedaan Kelas
pembedaan kelas mengacu pada daya (power) dan status yang dimiliki kelompok-kelompokyang menentukan corak hubungan antara mereka. Pembedaan kelas yang jelas biasanya merupakan pembedaan berdasarkan hierarki dalam organisasi, yang terungkap dari wewenang yang berbeda-beda yang diberikan kepada lapis organisasi yang berbeda-beda, makin tinggi lapis organisasi makin besar wewenangnya. Nilai utama kesamaan dan kepercayaan akan terungkap adanya perbedaan wewenang yang relstif kecil antara kelompok-kelompok hierarki.

Ideologi(Adi Cita)
Budaya organisasi dibentuk sekitar ideology yang dimiki bersama. Ideologi dari organisasi adalah “ the relatively coherent set of beliefs that bind some people together and explain their worlds [to them] in cause-effect relations” (Tosi, Rizzo, Carroll, 1994). Ideology membantupara anggota organisasi memberikan makna pada keputusan-keputusannya.

Myth dan simbol-simbol
Satu Myth (Tosi, Ruzzo, Carroll, 1994) adalah:
“a dramatic narrative of imagined evens, usually to explain origins of transformations of something. (it is also) an unquestioned belief about practical benefits of certain techniques and behavior that is not supported by demonstrated fact”

Simbol-simbol mencakep seperti gelar , tempat parker khusus, tempat makan khusus, jenis mobil, besar ruang kerja, dan lain-lain berhubungan dengan kedudukan dan powerdari tenaga kerja yang bersangkutan. Direktur memiliki ruang kerja yang lebih besar dari pada kepala bagian.Tenaga kerja biasanya duduk bersama rekan-rekannya disatu ruang kerja yang besar.Manajer memiliki tempat parkir khusus.Atau ruang kerja kepala bagian tidak ada bercampur dalam satu ruang bersama-sama dengan para pegawai bawahannya, tidak memiliki tempat parker khusus.

Bahasa
Di setiap organisasi ada kata-kata yang merupakan kata-kata yang khas dari organisasi yang tidak dikenal oleh orang yang bukan anggota organisasi tersebut. Disampaing itu gaya bahasanya juga dapat merupakan gaya bahasa yang khas. Misalnya meskipun bahasanya Indonesia, dalam organisasi yang satu orang menggunakan kata ‘bapak’ dan ‘ibu’ untuk atasannya, di organisasi lain menggunakan kata ‘saudara’ atau ‘anda’ dan hanya menggunakan kata ‘bapak’ dan ‘ibu’ kepada anggota organisasi yang kedudukannya jabatan tinggi.

Ritual dan Seremoni
Ritual (Tosi, Ruzzo, Carroll, 1994) adalah:
Misalnya ritual makan siang bersama untuk semua manajer dari perusahaan pada setiap hari selasa siang. Pada saat makan siang semua manajer dapat bertemu dengan kepala bagian tertentu, dengan anggotadireksi tertentu dangan rekan kerja manajer yang lain untuk membicarakan hal-hal atau persoalan-persoalan sehingga dapat mencapai suatu kesepakatan. Ritual lain misalnya, ritual di perguruan tinggi adanya pertemuan khusus dimana seorang guru besar akan menjalani pension. Pada pertemuan tersebut ia memberikan ceramah perpisahannya. Ritual lainnya misalnya, para tenaga kerja baru dikumpulkan dan diperkenalkan dengan keseluruhan anggota direksi dan pimpinan eselon satu.Contoh ritual-ritual diatas mencerminkan nilai-nilai utama yang merupakan inti dari budayaorganisasi.




Sumber: Buku Psikologi Industri dan Organisasi. Asher Sunyato Munandar. Penerbit universitas indonesia (UI. Press). 2008

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer