MENGGUNAKAN OTAK KIRI DALAM PENELITIAN MENGENAI OTAK. - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Rabu, 25 Juli 2012

MENGGUNAKAN OTAK KIRI DALAM PENELITIAN MENGENAI OTAK.


Penelitian mengenai otak telah mejelaskan kapasitas yang kita miliki sebagai manusia – pikiran, bahasa, ingatan, dan emosi. Meskipun demikian penelitian mengenai otak juga telah menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai individu dan masyarakat. akhir – akhir ini mulai muncul sebuah spesialisasi interdisipliner baru – neuroetika, yang membahas hal – hal yang menyangkut undang – undang, etika dan implikasi ilmiah dari penelitian yang dilakukan (Gazzaniga, 2003).

Pelajar yang baik di bidang ini akan mengeksplorasi implikasi dari penggunaan obat – obatan untuk meningkatkan fungsi otak pada  orang – orang yang sehat maupun orang – orang yang mengalami kerusakan kognisi. Etika dari bahaya apa yang perlu diperhatikan ketika obat – obatan yang dirancang untuk menangani berbagai gangguan, digunakan untuk memperbaiki performa tes di sekolah atau meningkatkan kewaspadaan di pekerjaan? Tentunya, jutaan orang “memancing” otak dengan meminum kopi tiap hari, dan Funcional MRI menunjukkan bahwa hanya dengan satu atau dua gelas kopi terjadi peningkatan aktivitas lobus frontal di mana Working memory terletak, dan juga pada bagian lain dari orang yang mengatur atensi (Koppelstaetter dkk., 2005). Akan tetapi obat – obatan baru dapat menawarkan efek yang lebih tahan lama. Beberapa ahli bioetika dan neurosains mengatakan bahwa “peningkatan kognisi” (“cognitive enhancement”) semacam itu baik. Merupakan sifat dasar manusia untuk mencoba memperbaiki diri, dan masyarakat akan mendapatkan manfaatnya ketika orang – orangnya dapat belajar lebih cepat dan mengingat lebih baik. Ahli – ahli lain menganggap perbuatan itu sebagai bentuk kecurigaan yang akan memberikan keuntungan yang tidak adil bagi mereka yang mampu membelinya. Steven Hyman, direktur pendiri National Institute of Mental Health mengatakan. “Masyarakat harus menentukan persetujuan mereka untuk melarang penggunaan obat – obatan semacam itu, seperti halnya kami melarang penggunaan obat steroid untuk mengingkatkan performa aktif dalam olahraga (Dikutip dari Guterman, 2004).
Para ahli bioetika juga melontarkan berbagai pertanyaan mengenai kemungkinan penggunaan pemindahan otak di masa depan untuk mengetahui berbohong tidaknya seseorang. Hingga saat ini hal tersebut belum dimungkinkan. Meskipun demikian, menurut para ahli matematika, seandainya suatu saat teknologi semacam itu tersedia, akan ada sejumlah orang yang akan menyalahgunakannya. Masyarakat sebaiknya juga bersiap – siap menghadapi hal tersebut. Dalam bidang hukum, pengaruh sudah menggunakan pindai otak siap untuk memberikan argumen bahwa kliennya seharusnya mendapatkan hukuman yang lebih ringan, baikkah penggunaan teknologi ini, mengingat variabilitas otak dan kompleksitas otak?

Beberapa kritikan juga mencerminkan berbagai penekanan pada temuan terbaru mengenai otak, karena betapa menariknya, temuan ini akan mengalihkan perhatian kita dari semua hal lain yang ada di dunia sekitar kita: relasi kita, pengalaman – pengalaman kita, dan kebudayaan – kebudayaan kita. Upaya menganalisis sifat dasar manusia yang hanya terbatas secara fisiologis adalah seperti menganalisis Taj Mahal yang terbatas pada materi – materi yang digunakan untuk membangunnya. Bahkan seandainya kita dapat memonitor setiap sel dan jaringan otak, kita akan masih ingin memahami lingkungannya, pemikiran – pemikirannya, dan aturan – aturan budaya yang menetukan apakah kita akan dicambuk oleh kemarahan, dibelenggu oleh kesedihan diangkat oleh cinta, dan dibuat oleh keceriaan.





Sumber: Psikologi, edisi kesembilan, jilid 1. Carole Wade. Carol Travris. (Hlm. 144 – 145)

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer