REPUBLIK ROMAWI (510 – 31 M) - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Selasa, 31 Juli 2012

REPUBLIK ROMAWI (510 – 31 M)


Pada mulanya Romawi merupakan kerajaan. Raja dipilih oleh rakyat (bangsawan) dan dalam pemerintahannya dibantu oleh senat. Karena kelalaiannya, raja Romawi diturunkan dari tahta Kerajaan Romawi dijadikan republik, rakyat kembali memperoleh kekuasaan (Res Publica artinya kembali kepada rakyat).

Masyarakat
Masyarakat Romawi pada mulanya terdiri atas golongan Patrisia dan plebeya. Golongan patrisia (peter artinya bapak) terdiri atas bangsawan yang memerintah negara. Sedangkan golongan plebeya (plebs artinya rakyat) terdiri atas petani, buruh, dan pedagang yang tidak memiliki hak memerintah.

Dalam perkembangannya, kaum patrisia dibedakan atas kaum atas dan kaum bawah. Demikian juga dengan kaum plebeya. Antara kaum optimat bawah dengan plebeya atas terjadi percampuran (sintese) yang melahirkan golongan baru yang disebut optimat. Mereka memiliki tanah luas (latifundia) yang dikerjakan oleh budak – budak belian. Sedangkan golongan plebeya bawah menjadi golongan baru yang disebut proletar, yang berarti orang yang banyak anak, tetapi tidak mempunyai harta.

Pemerintah
Negara Romawi banyak meniru pemerintah Yunani yang sifatnya demokrasi. Bentuk pemerintahannya republik; pemerintah dijalankan oleh dua orang konsul yang dipilih oleh rakyat untuk jangka dua tahun. Suatu majelis permusyawaratan rakyat. Dipilih seorang tribun yang berasal dari rakyat jelata dengan tugas melindungi kepentingan dan hak – hak rakyat. Seorang tribun memiliki hak veto, artinya melarang keputusan dewan. Pangkat – pangkat dalam pemerintahan maupun agama terbuka bagi semua orang.

Ekspansi
Letak Roma sebagai ibu kota Romawi sangat strategis. Yaitu di tepi Sungai Tiber yang baik untuk perdagangan dan dikelilingi oleh tujuh buah bukit yang baik untuk pertahanan. Waktu daerah koloni Yunani di bagian selatan semenanjung itu akan dipersatukan, kaum koloni melawan karena mereka mau mempertahankan hubungannya dengan negara induknya. Raja Pyrrhus dari negara Epirus di Yunani Utara membantu kaum kolonis. Pada mulanya kaum kolonis menang dalam peperangan itu, tetapi pengorbanan mereka terlalu besa dan tidak seimbang dengan kemenangan yang diperoleh. Kemenangan itu disebut “kemenangan Pyrrhus”. Kemudian bangsa Romawi berhasil juga menjadikan koloni Yunani tersebut sebagai bagian wilayahnya.

Setelah Romawi menjadi negara besar, dicita – citakan untuk menjadi penguasa daerah Laut Tengah. Untuk mencapai cita – cita tersebut dijalankan peperangan guna perluasan daerah. Mula – mula terhadap Karthago di daerah Tunesia (sekarang) yang waktu itu merupakan koloni bangsa Phunesia. Peperangan terjadi sampai tidak kali dan disebut Perang Phunesia I (264 – 241 SM) Bangsa Romawi berhasil merebut Pulau Sicillia yang terletak antara Italia dengan Karthago, di tengah – tengah Laut Tengah. Pulau itu penting artinya bagi pertahanan dan perdagangan Romawi. Sebelum Perang Phunesia II (218 – 201 SM), orang – orang Karthago menduduki pulau Sardina, Corsica, dan Spanyol yang kaya bahan tambang. Di Spanyol didirikan kota Karthagena, artinya Karthago Baru. Setelah persiapan tersebut panglima ulung Karthago bernama Hannibal dengan pasukan gaajah menyerbu Semenanjung Apenina melalui Spanyol. Hampir seluruh semenanjung bernama Scipio Africanus berusaha melemahkan kedudukan Karthago. Hannibal dipanggil pulau ke Karthago dan di Zama ia dikalahkan oleh Scipio. Beberapa lama Karthago masih dapat bertahan, tetapi dalam Perang Phunesia III (146 SM) dapat dikalahkan dan dihancurkan sama sekali oleh Romawi.

Kerajaan diadochos Macedonia mendapat perlawanan terus – menerus dari bangsa Yunani karena ingin membebaskan diri dari kekuasaan Macedonia karena dianggap sebagai penjajah. Hal itu melemahkan Macedonia sehingga waktu tentara Romawi menyerbu negara itu dengan mudah tentara Romawi mengalahkan Macedonia. Macedonia dan Yunani dijadikan provinsi Romawi (168 SM)

Kerajaan diadochos Syiria memegang peranan penting dalam perdagangan Asia – Eropa karena letaknya ditengah – tengah jalan dagang tersebut. Kerajaan itu menjadi lemah karena negara – negara bagiannya melepaskan diri. Pada tahun 189 SM kerajaan Syina dapat direbut oleh Romawi dan dijadikan jajahannya.

Kerajaan diadochos Mesir di bawah dinasti Ptolomeus juga jatuh ke tangan Romawi (30 SM waktu Romawi telah menjadi kekaisaran). Daerah Mesir penting artinya bagi Romawi karena merupakan sumber gandum dan budak orang kulit hitam yang diperlukan sebagai tenaga kasar.

Akibat – Akibat
Ekspandi yang dijalankan Romawi membawa akibat yang luas.
  1. Wilayah kekuasaan Romawi mencakup daerah – daerah sekitar Laut Tengah sehingga bangsa Romawi menyebut Laut tengah sebagai Mare Notrum, artinya laut kita. Dalam Romanum Imperium, artinya daerah kekuasaan atau jajahan Romawi itu bangsa Romawi melaksanakan Pax Romana, artinya perdamaian di bawah Romawi. Tetapi, bagi bangsa lain apa yang disebutnya perdamaian itu dirasakan sebagai penjajahan.
  2. Banyak pejabat – pejabat Romawi yang memperkaya diri. Kaum optimal yang menguasai senat dan perekonomian makin kaya, demikian juga para gubenur yang ditempatkan di daerah – daerah jajahan Romawi. Sebaliknya rakyat jajahan semakin sengsara hidupnya. Keadaan sosial demikian menimbulkan pertentangan dalam masyarakat antara golongan kaya (the haves) dengan golongan miskin (the haves not) yang menyebabkan kekacauan di Romawi.
  3. Kota Roma menjadi ibu kota yang megah. Roma memperoleh banyak harta rampasan dan pajak dari daerah – daerah yang dikuasainya. Kota Roma sebagai ibu kota kerajaan menjadi kota besar yang megah dengan bangunan – bangunan yang megah seperti Forum Romanum tempat bangsa Romawi mengadakan musyawarah, Coloseum tempat bangsa Romawi melihat pertunjukan adu binatang atau gladiator (orang yang bersenjata pedang), rumah bangsawan Romawi yang sangat megah. Kehebatan dan kemewahan Roma menjadi lambang kekuasaan dan kerajaan Romawi.
  4. Timbulnya tentara sewaan. Pada masa permulaan, semua warga Romawi (Homo Romanicus) berkewajiban ikut serta dalam pembelaan negara. Tetapi, setelah Romawi mencapai kejayaan banyak warganya yang telah kaya dan enak hidupnya tidak mau memikirkan soal pertahanan. Dengan kekayaannya mereka menyewa tentara untuk pertahanan negara yang semangat tempurnya tidak sehebat bangsa Romawi pada masa permulaan sehingga pertahanan Romawi mundur. Justru bangsa Jerman yang merupakan tentara sewaan dapat meruntuhkan Romawi.
Kekuasaan
Akibat buruk dalam kebesaranRomawi adalah perebutan kekuasaan antara kaum optimat yang kaya dengan kaum proletar yang miskin. Perebutan kekuasaan itu berlangsung satu abad. Di antaranya ada empat perebutan kekuasaan yang terkenal.
  1. Waktu kaum proletar mengangkat Tiberius Gracchus menjadi tribun. Tokoh ini segera mengajukan rencana undang – undang membagikan tanah raya. Dalam rencana tersebut tuan  - tuan tanan dibatasi hak miliknya sebanyak 125 – 130 ha, sisa miliknya dibagi kepada petani miskin. Kaum optimal menentang dan Tiberius Gracchus mati dibunuh (132 SM).Adiknya bernama Gayus Gracchus melanjutkana cita – citanya, tetapi ia pun mati dibunuh (121 SM).
  2. Waktu kaum proletar mengangkat Marius sebagai tribun. Tokoh ini adalah pahlawan bangsa Romawi yang berhasil menghindari negara dari serbuan bangsa Jerman. Tetapi, kaum optimat mengangkat Sulla sebagai pemimpin mereka. Terjadilah pertikaian antara kedua kaum itu yang merupakan perang saudara I dan berakhir dengan kekalahan Marius (88 – 81 SM).
  3. Kaum proletar mengangkat tiga orang sebagai tiga serangkai agar kuat menghadapi senat. Mereka yang dipilih adalah Pompejus, Craccus, dan Caesar yang merupakan. Tiga Serangkai I (60 SM). Craccue gugur waktu memimpin bangsanya berperang melawan bangsa Parthia di Asia (55 SM). Julius Caesar berhasil merebut daerah Gallia Transalpina (Perancis) sampai Sungai Roone. Dalam peperangannya ucapan yang terkenal adalah vini, vidi, vice artinya saya datang , saya melihat, saya menang. Kemenangan Julius Caesar akan sampai ke Roma. Pompejus sehingga ia bersekutu dengan senat. Waktu Julius Caesar akan sampai ke Roma. Pompejus dengan sejumlah senat menyingkit ke Yunani dan terjadilah Perang Saudara II (49 – 46 SM). Pompejus dikalahkan di Thessalia (48 SM) lalu menyingkir ke Mesir, tetapi di sini ia terbunuh. Dengan Timur Laut Tengah dikuasai sepenuhnya, banyak harta yang diangkut ke pemerintahnya itu ditetapkan tahun Julian yang setahunnya terdiri atas 365 hari dan 4 tahun diktator dan dikira mau menjadi raja, menyebabkan golongan yang ingin mempertahankan pemerintahan republik tidak senang. Cassius dan Brutus membunuh Caesar waktu ia akan mengunjungi senat (44 SM).
  4. Pembunuhan terhadap Caesar menimbulkan kekacauan lagi. Seorang sahabat Caesar bernama Antonius bersekutu dengan Octavianus seorang anak angkat Julius Caesar, kemudian mereka berdua bersekutu dengan seorang jenderal bernama Lepidus. Mereka merupakan Tiga Serangkai II yang menghadapi kekuasaan senat (43 SM). Terjadilah Perang Saudara III dikalahkan lalu bunuh diri. Setelah Tiga Serangkai III memenangkan perang, Lepidus digeser Anggota Tiga Serangkai lain membagi kekuasaan. Octavianus di sebelah Barat dan Antonius di sebelah Timur. Tetapi, perkawinan Antonius dengan Ratu Cleopatra mencemaskan Octavianus. Octavianus mengambali keputusan untuk memerangi wilayah Romawi Timur. Dalam pertempuran Laut di Actium, Octavianus menang, Cleopatra mundur ke negerinya dan diikuti oleh Antronius. Untuk menghindarkan diri dari tindakan Octavianus berikutnya, mereka berdua bunuh diri (31 SM). Wilayah Mesir menjadi jalahan Romawi dan Octavianus kembali seorang diri sebagai pemenang.



Sumber: Sejarah. Drs. Imron. (Hlm. 52 – 54).

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer