TEORI LEMPENG TEKTONIK DAN KAITANNYA DENGAN GUNUNG API DAN GEMPA BUMI - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Rabu, 18 Juli 2012

TEORI LEMPENG TEKTONIK DAN KAITANNYA DENGAN GUNUNG API DAN GEMPA BUMI


TEORI LEMPENG TEKTONIK
Permukaan bumi yang membeku bagian atas saja, sedangkan bagian bawahannya pasih berwujud plastis atau cair. Hal ini mengakibatkan lapisan permukaan bumi bagian atas menjadi stabil dan selalu bergerak sesuai gerakan yang berada di bawahannya. Oleh karena bagian atas selalu tidak stabil. Lahirnya teori lempeng tektonik, teori tersebut menerangkan bahwa kerak bumi terdiri tas beberapa lempeng. Lempeng – lempeng itu masing – masing mempunyai gerak pergeseran mendatar, dua lempeng saling menjauh, dua lempeng saling bertumbukan, dan dua lempeng saling berpapasan.

GUNUNG API
Gunung api terletak hanya diatas tepi lempeng kerak bumi yang besar. Jika lempeng saling berbenturan atau memisahkan diri, maka magna yang terdapat di dalamnya ditekan keatas dan banyak mengeluarkan larva.

Kenampakan bersifat vulkanis dapat ditemukan pada Jalur Pegunungan Sirkum Pasifik dan Jalur Pegunungan Sirkum Pasifik yang melingkar mulai dari Pegunungan The Lost Andes di Amerika Serikat, Pegunungan di Jepang, Pegunungan di Philipina, Sulawesi Utara, Halamahera, Irian dan Selandia Baru.
Pegunungan Sirkum Mediterania, yang melingkar mulai dari Pegunungan Atlas di Afrika Utara, Pegunungan Alpen di Eropa, Pegunungan Kaukasus di Sovyet, Pegunungan Himalaya di India, Pegunungan Arakan Yoma di Birma, Bukit Barisan di Sumatera, Pegunungan di Jawa, Nusa Tenggara dan Maluku.

Pegunungan Sirkum Mediteran dan Pegunungan Sirkum Pasifik. Setelah terdapat di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi 3 jalur pegunungan, yaitu:

Sistem Pegunungan Sunda Alpin (The Alpin Sunda Montain System).
Busur pegunungan ini masuk ke Indonesia melalui P. Andaman kemudian pecah menjadi 2, sehingga membentuk deretan pulau – pulau rangkap (double island festoon). Dan busur pegunungan tersebut adalah;

  1. Busur dalam (Inner arch) yang bersifat vulkanis yang terdiri dari: Bukti Barisan di Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, A. lor, Solor, Wetar, Banda, dan berakhir di Saparua dan Ambeleau (Maluku).
  2. Busur luar (outer arch) yang bersifat non – vulkanis yang terdiri dari P. Simelue, Nias, Kep. Mentawai, P. Enggono dan tenggelam di sebelah selatan P. Jawa kemudian muncul lagi di P. Sabu, Roti, Timor, Leti, Babar, Tanimbar, Kai, Seram dan berakhir di P. Buru.

Sistem Pegunungan Asia Timur (The Best Asiatic System)
System pegunungan ini termasuk dalam Sirkm Pasifik, yang kemudian masuk di Indonesia bercabang menjadi 2, yaitu:
  1. Busur Luzon, menuju Kalimantan Utara melalui P. Palawan, dan P. Sulu (Filipina) 
  2. Busur Mindanao, menuju ke Sanghe masuk Sulawesi Utara.

Sistem Pegunungan Sirkum Australia (The Cireum Australia System)
Sistem Pegunungan ini dimulai dari Selandai Baru dan Masuk ke Indonesia membentuk 2 jalur pegunungan, yaitu:
  1. Busur dalam yang bersifat non-vulkanis, yang melalui ekor Irian Timur lalu membentuk punggung di tengah – tengah Irian sampai ke P. Misool. 
  2. Busur luar bersifat vulkanis, yaitu melalui pantai Utara Irian sampai di P. Halmahera.

Gempa Bumi
Ketika lempeng tektonik saling membentur dan didorong kea rah selubung maka tekanan terjadinya gelombang – gelombang getaran bertenaga dahyat yang muncul di permukaan tanah. Akibat sampingan dari gempa bumi ini adalah Tsunami, yaitu gelombang air laut sangat besar yang disebabkan gempa bumi.

Gempa bumi ini juga terjadi di daerah Pegunungan Sirkum Mediterania dan Pegunungan Sirkum Pasifik.




Sumber: Mimbar Aksi Geografi. Tim Geografi; Disusun Pengurus MGMP Geografi Kabupaten Gresik Periode 2007 – 2008. (Hlm. 53)

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer