PSIKOLOGI KESEHATAN DAN PENGOBATAN KEPERILAKUAN - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Minggu, 26 Agustus 2012

PSIKOLOGI KESEHATAN DAN PENGOBATAN KEPERILAKUAN

Istilah atau judul dan tema Psikologi Kesehatan, sering dikatikan dengan Pengobatan Keperilakuan (Behavioral Medicine) yang istilah pengobatan atau Medicine – nya memberi kesan diluar psikologi. Pendapat itu masuk akal, tetapi juga perlu diketahui, bahwa pokok pembahasan ini memang mempunyai kaitan dan bahkan dimulai dari sisi fisik atau dunia kedokteran. Oleh APA Psikologi Kesehatan telah diakui sebagai salah satu bidang dalam Psikologi Klinis pada tahun 1978. Permasalahannya adalah bahwa terdapat berbagai gangguan kesehatan fisik yang ternyata disebabkan oleh kebiasaan dan perlaku umumnya yang salah dari banyak orang ketika melakukan memenuhi kebutuhan – kebutuhannya. Untuk sebagian, terdapat empat bidang kehidupan yang terkenal dengan istilah 4F, yakni food (makanan), fashion (pakaian), fun (kesenangan, rekreasi), dan fund (mencari uang).

Kegiatan – kegiatan tersebut jelas mengundang unsur utama yang bersifat fisik, tetapi juga jelas tidak lepas dari latar belakang psikologis. Kondisi ini tampak mengulangi timbulnya Psikologi Abnormal dan khususnya Psikologi Klinis, yang lahir terutama didorong oleh kebutuhan kedokteran (khususnya psikiatri) akan keterangan psikologis untuk keadaan pasien psikiatris yang dihadapinya, yang tidak ada dalam disiplin kedokteran. Sebagai contoh, adanya masalah perilaku berobat penderita. Diabetes Melilitus, yang dipenuhi oleh disiplin yang tinggi, baik makan – minum dan makan/minum obat, olah raga dan kebiasaan berperilaku dari hari ke hari, dan jam ke jam. Cara penanganan psikologi terhadap mereka tampak seperti seorang coach olah raga yang mensupervisi setiap atlet.

Selanjutnya, penyebab – penyebab gangguan fisik itu mempunyai kaitan erat dengan pola perilaku atau kemudian melebar menjadi gaya hidup (life style). Jenis gangguan yang dimaksud dalam hal ini, di Amerika Serikat (Brannon dan Feist, 2004; Rice, 1998: dalam Trull, 2005) terutama meliputi penyakit kronis seperti jantung, kanker, dan stroke. Akibat dari hal tersebut, 13% GDP Amerika Serikat digunakan untuk menangani gangguan – gangguan jenis ini.

Banyak negara berkembang yang masyarakatnya mengikuti gaya hidup masyarakat yang telah maju, seperti Amerik Serikat, termasuk Indonesia dengan berbagai alasan, antara lain komunikasi yang berkjalan searah dari negara maju kenegara tersebut. Juga dalam bentuk rasa rendah diri, dengan kompensasi meniru tanpa kritik yang cukup tajam, apa yang sedang  berlaku di negara yang telah maju itu. Pengusaha makan dan minum membangun usaha franchise. Hal ini sejalan dengan dugaan para ahli yang menyatakan bahwa abad ke – 21, adalah abad informasi atau perkembangan teknologi komunikasi . hanya dalam hal ini ada yang perlu diamati, bahwa sejalan dengan prinsip – prinsip entropi dalam fisika, maka banyak dan deras mengalir ke negara yang masih dan belum berkembang. Sebaliknya kemampuan masyarakat dari negara yang masih atau belum berkembang untuk bersikap kritis terhadap apa yang masih dari masyarakat lebih maju, tidak cukup kuat. Jadi tidak mustahil bahwa efek negatif dari gaya hidup akan lebih besar dirasakan oleh negara berkembang melalui berbagai tayangan media dan, apalagi kalau pada pada kenyataan kemampuan ekonomi jauh di bawah masyarakat yang telah maju.

Secara sejaraha manurut Rice, 1998, lahirnya Psikologi Kesehatan itu didasari oleh adanya dua persprektif yang bersangkutan dengan kesehatan dan sakit, yakni tradisi biomedis dan prespektif psikologi. Pada tahun 1910 – an persenyawaan ini dikenal dengan nama “kedokteran psikisomoatis”. Pada awalnya muatan psikomatika ini sepenuhnya merupakan urusan psikiatri dan kedokteran. Namun sisi psikologinya makin lama makin besar berpengaruh, terutama setelah penelitian Holmes dan Rahe, 1967. Keterangan Lazarus mengenai besarnya pengaruh stress dalam kejadian kehidupan terdapat kesehatan, dan masalah tipe kepribadian yang bercirikan bostilitas , sekarang berkembang bipsikologii (engel, 1988) yang mengemukakan peranan faktof – faktor psikologis dan sosial terhadap kesehatan dan panyakit .

Sedikit keterangan perlu diutarakan saat ini psikologi kesehatan telah memasuki tahap kedua temanya, yakni sebagaimana orang yang sudah mengetahui pola dan gaya hidup yang berpengaruh buruk pada kesehatan, dapat benar – benar menjauhi kebiasaan itu dalam perilaku nyata sehari  - hari. Ini masalah kemauan, motivasi, dan niat. Jadi, tugas psikologi saat ini adalah membangun kemauan untuk melakukan gaya hidup sehat, bukan lagi memberikan keterangan untuk dipahami masyarakat.


Sumber: Pengantar Psikologi Klinis. Edisi revisi. Prof. Dr. SUTARDJO A. WIRAMIHARDJA, Psi. (Hlm 155 – 157)


1 komentar:

Popular Posts

 
Toggle Footer