BURRHUS FREDERIC SKINNER - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Kamis, 04 Oktober 2012

BURRHUS FREDERIC SKINNER


Skinner (1904 – 1990) lahir di Susquehanna, Pennylvania. Dia meraih gelar master pada 1930 dan Ph. D. pada 1031 dari Harvard University. Gelar B. A. diperoleh dari Hamilton College, New York, di mana dia mengambil jurusan Sastra Inggris. Saat di Hamilton, Skinner makan siang bersama Robert Frost, seorang penyair besar Amerika, yang mendorong Skinner untuk mengirimkan contoh tulisannya. Forst memuji tiga cerpen karangan Skinner, dan Skinner lalu memutuskan menjadi penulis. Keputusan ini ternyata mengecewakan ayahnya, seorang pengacara, yang berharap putranya itu menjadi pengacara.

Usaha awal Skinner untuk menjadi penulis banyak gagalnya sehingga dia mulai berpikir untuk menjadi psikiater. Dia akhirnya bekerja di industri batu bara sebagai penulis dokumen hukum. Buku pertamanya, yang ditulis bersama ayahnya, berisi soal – soal dokumen hukum dan dibeli judul A Digest Of Decisions Of The Anthracite Board of Concilition. Setelah menyelesaikan buku ini Skinner pindah ke Greenwich Village di New York City, dimana dia hidup seperti bohemian (seniman nyentrik) selama enam bulan sebelum masuk Harvard untuk mempelajari psikologi. Pada saat it dia sudah tidak suka dengan dunia tulisan sastra. Dalam autobiografinya (1967), dia mengatakan, “saya gagal menjadi penulis karena saya tidak punya sesuatu yang penting untuk dikatakan, namun saya tidak bisa menerima penjelasan ini. rasanya kesusastraan itulah yang salah” (h.395) saat dia gagal mendeskripsikan perilaku manusia lewat karya sastra, Skinner berusaha mendeskripsikan perilaku manusia lewat ilmu pengetahuan. Jelas, dia lebih sukses di bidang ilmu pengetahuan ini.

Skinner mengajarkan psikologi di University of Minnesota antara 1936 dan 1945, dan selama masa ini dia menulis buku teksnya yang amat berpengaruh, The Behavior of Organisms (1938). Salah satu mahasiswa Skinner di University of Minnersota adalah W. K. Estes, yang karyanya juga memengaruhi psikologi (lihat Bab 9). Pada 1945, Skinner pindah ke India Univesity untuk menjabat jabatan ketua jurusan Fakultas Psikologi. Pada 1948 dia kembali ke Harvard, dan tetap di sana sampai akhir hayatnya pada 1990.

Dalam sebuah survei yang diambil sebelum kematian Skinner (Korn, Davis, & Davis), para sejarawan psikologi dan para ketua jurusan psikologi diminta mengurutkan 10 psikolog paling menonjol (psikologi kontemporer dan psikologi sepanjang masa). Dalam daftar ahli sejarah, Skinner berada di urutan kedelapan dalam daftar psikologi sepanjang zaman tetapi dia diurutan pertama dalam daftar psikologi kontemporer paling top; dalam daftar para ketua jurusan psikologi, Skinner berada di urutan pertama untuk kedua jenis daftar itu.

Selama bertahun – tahun Skinner adalah penulis yang prolifik. Salah satu perhatian utamanya adalah menghubungkan temuan laboratoriumnya dengan solusi problem manusia. Karya – karyanya memicu perkembangan mesin pengajaran dan belajar terprogram. Dua artikel yang representatif dalam area ini adalah “The Science of Learning and the Art of Teaching” (1954) dan “Teaching Machines” (1958). Berdasarkan gagasannya sendiri untuk topik ini, dia bersama Holland menulis tentang gagasan teoritisnya dalam buku berjudul The Analysis of Behavior (Holland & Skinner, 1961). Pada 1948 dia menulis novel Utopian berjudul Walden Two. Judul itu untuk menghormati karya Thoreau, Walden. dalam Walden Two (1948), yang ditulis hanya dalam waktu tujuh pekan, Skinner berusaha memanfaatkan prinsip belajarnya dalam membangun masyarakat. belakangan Skinner menulis Beyond Freedom and Dignity (1971), di mana dia menunjukkan bagaiamana teknilogi perilaku dapat dipakai untuk mendesain sebuah kultur atau kebudayaan. Dalam Beyond Freedom and Dignity dia membahas mengapa ide rekayasa kultural mendapat begitu banyak penentangan. Tulisan – tulisan Skinner diperluas hingga ke area perkembangan anak oleh Bijou dan Baer (1961, 1965). Pemikirannya dikaitkan dengan gagasan personalitas lewat tulisan Lundin (1974), yang menulis Personality: A Behavioral Analysis, dan ke tema pengasuh anak oleh Hergenhahn (1972), yang menulis Shaping Your Child’s Personality.

Sebagian besar mahasiswa psikologi tahu betul penyebaran gagasan Skinnerian di area psikoterapi. Misalnya, karya awal Lovaas tentang anak autis bnyak didasarkan pada gagasanSkinner. Tetapi rekayasa perilaku tidak dibatasi ke anak saja. Teknik ini juga berhasil dipakai untuk meringankan sejumlah problem orang dewasa seperti kegagapan, fobia, gagasan makan, dan perilaku psikotik.

Semasa Perang Dunia II, saat berada di University of Minnesota, Skinner berusaha mengaplikasikan teorinya untuk problem pertahanan nasional. Dia melatih burung dara untuk mematuk sebuah cakram (disc) yang ada gambar film sasaran musuh. Cakram dan film itu pada akhirnya dimasukkan ke dalam pesawat terbang layang yang dimuat bahan peledak. Pesawat itu disebut pelican, dan karenanya nama artikel yang mendeskripsikan kejadian ini adalah”Pigeons ini a Pelican (1960). Patukan burung merpati itu akan memutuskan berbagai sirkuit elektronik dan karenanya membuat pesawat itu mengarah ke sasaran. Pesawat komikaze versi Amerika ini tidak akan mengorbankan nyawa manusia di pihak penyerang. Meskipun Skinner mendemostrasikannya kepada sekelompok ilmuwan top di Amerika bahwa dia dan rekan – rekan sudah membuat peralatan yang kebal terhadap gangguan elektronik, mampu bereaksi terhadap berbagai macam sasaran musuh, dan mudah dibuat namun usulan proyeknya ditolak. Skinner menduga bahwa idenya mungkin terlalu fantastik sehingga tidak bisa dipahami oleh komite ilmuwan itu.




Sumber: THEORIES OF LEARNING (Teori Belajar), Edisi Ketujuh. B. R. Hergenhahn. Mattahew H. Olson. (Hal. 81 – 83)



0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer