PENGARUH MILIEU TERHADAP PERKEMBANGAN INTELIGENSI - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Minggu, 13 Juli 2014

PENGARUH MILIEU TERHADAP PERKEMBANGAN INTELIGENSI

Kumpulan MateriSejak kelahirannya anak manusia membawa potensi – potensi fisik dan psikis yang bisa dikembangkan. Maka pengaruh – pengaruh milieu itu bisa memajukan pengembang potensi – potensi tersebut. Namun sebaliknya juga bisa menghambat atau memacetkan sama sekali. Apa yang dilihat – didengar oleh anak dari sekitarnya, apa yang dialami anak sejak kecil, dan apa yangdiharapkan oleh orang dewasa dari anak untuk dilakukan, sangat menentukan perkembangan inteligensinya. Khususnya perhatian istimewa, harapan – harapan dan campur – tangan orang tua terhadap anaknya, ikut menentukan perkembangan inteligensi anak.

Sebagai contoh, larangan – larangan orang tua terhadap anak untuk mengetahui masalah – masalah seks dan “urusan – urusan orang dewasa”, akan dilumpuhkan daya-pikir dan inteligensi anak, juga menyuburkan kebodohan artificial pada diri anak. Juga pemerintah yang otorites dengan segala macam bentuk paksaan dan indoktrinasi, yang memompakan “kebenaran – kebenaran” sendiri sebagai criteria panutan yang dipaksakan kepada rakyatnya, akan mmempertebal “kebodohan – buatan” rakyat. Melalui tindakan – tindakan sedemikian itu inteligensi rakyat diturunkan menjadi mesin – otomat.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, di tengah masyarakat dunia kita ini banyak terdapat system pembasuhan – pencucian otak yang efektif sekali, dengan mana tidak hanya wawasan jernih rakyat dicuci/dihapus bersih, akan tetapi juga ditanamkan doktrin – doktrin, fiksi – fiksi dan prasangka – prasangka yang keliru, yang melumpuhkan kemampuan berpikir sehat dan inteligensi normal.

Prajurit – prajurit yang disalahgunakan untuk tujuan peperangan imperialistis dan agresif, dan tidak boleh ikut bermain politik (tapi boleh menjadi alat politik) dan selalu harus patuh tunduk, adalah contoh yang frapant jelas dari pengkondisian pikiran dan inteligensi rakyat pada zaman modern sekarang. Maka berkat kebodohan artifisial yang diperolehnya, prajurit – prajurit tadi membiarkan dirinya tanpa perlawanan dibawa ke arena pembantaian di medan perang atau membiarkan diri sendiri menjadi pembunuh – pembunuh potensial. Inilah bentuk penyalahgunaan inteligensi manusia, demi pencapaian interest - interest pribadi dan keuntungan – keuntungan ekonomis bagi sekelompok kecil individu, dan merugikan kelompok besar lainnya.




Sumber: Patologi Sosial Gangguan – Gangguan Kejiwaan. Dr. Kartini Kartono (Hal 97 -98)

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer