PARADIGMA NEUROPSIKOLOGIS (Donald O. Hebb) - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Sabtu, 23 Juni 2012

PARADIGMA NEUROPSIKOLOGIS (Donald O. Hebb)


Konsep Dasar
Donald O. Hebb menggunakan prinsip neuropsikologis. Awalnya Hebb memulai teori belajarnya dengan sel sinapsis. Yang dimaksud dengan sel sinapsis ialah jarak antar sel. Intinya Hebb menekankan kepada hubungan antar sel neurin atau saraf dalam otak. Saat sel saling berhubungan, maka bagian saraf akan terstimulasi lebih aktif melalui impuls yang dikirimkan. Lokalisasi otak menyorot mengenai pembagian letak otak berdasarkan fungsinya. Misalnya tentang perbedaan sifat dua hemisfer (otak kiri dan otak kanan). Sebagai contoh adalah lobus oksipitalis yang salah satunya berfungsi untuk mengatur penglihatan.

Tipe Belajar
Untuk tipe belajar, paradigma neuropsikologis menggunakan prinsip memori. Memori terbagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu, short term memory (STM), working memory, dan long term memory (LTM). 

Short term memory adalah memori yang disadari pada saat ini; jangka waktunya kurang dari 1 menit. Working memory adalah yaitu penyimpanan, manipulasi, dan penggunaan informasi yang tersimpan itu sendiri. Sedangkan long term memory adalah informasi yang disimpan dalam ingatan untuk kebutuhan jangka panjang; jangka waktunya adalah lebih dari 1 menit.

Mekanisme Belajar
Dalam paradigma neuropsikologis, mekanisme belajar terdiri dari 3 tahap. Masing-masing tahapan tersebut memiliki fungsi serta kemampuan yang berbeda.
  1. Cell assembly yaitu Proses otak untuk mempelajari dan mengembangkan prinsip dasar dari suatu hal.
  2. Sequencial phase yaitu Proses otak untuk menghubungkan berbagai hal yang tidak beraturan sehingga dapat membuat hubungan antar paket data komunikasi. Kekacauan dalam sequencial phase dapat mengakibatkan tidak utuhnya informasi yang diproses.
  3. Sensory deprivation adalah pengurangan atau penghapusan stimulus dari satu atau lebih panca indera. penggurangan atau penghapusan ini dapat menggunakan perangkat sederhana seperti penutup mata, penutup telinga dan lain sebagainya. Apabila otak tidak mendapatkan stimulus, maka dapat menyebabkan halusinasi.

Aplikasi Dalam Kehidupan Nyata
Sebagai contoh apabila seseorang melihat kipas angin. Hal tersebut akan terekam oleh otaknya. Hal ini dinamakan cell assembly. Bentuk dari yang terekam dan termemori dalam otak akan disimpulkan. “Ini adalah kipas angin.” Lalu di lain waktu yang sama, ia melihat hanya baling-baling dari kipas angin, akan tetapi dia dapat menarik kesimpulan bahwa baling-baling ini adalah bagian dari kipas angin. Hal ini dinamakan dengan sequencial phase. Dia merangkai suatu hubungan dari hal yang pernah dia jumpai.

Contoh lainnya ialah bahwa seseorang akan lebih mudah untuk mengingat sesuatu dengan wujud yang hampir sama dengan apa yang pernah dilihatnya (pengalaman). Orang yang pernah melihat kipas angin akan lebih mudah mengingat bentuk kincir angin dibandingkan dengan mengingat bentuk tugu.


Sumber: THEORIES OF LEARNING (Teori Belajar). Edisi Ketujuh. B. Rhergenhahn Matthew H. Olson.

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer