KEKAISARAN ROMAWI (31 SM – 476M) - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Rabu, 15 Agustus 2012

KEKAISARAN ROMAWI (31 SM – 476M)


Timbulnya
Kekacauan selama seabad menyebabkan perekonomian kacau dan rakyat menderita perebutan kekuasaan antara wakil – wakilnya menyebabkan rakyat bersikap masa bodoh (apatis) Octavianus yang berkuasa sendiri di Romawi segera mengadakan perbaikan. Pegawai – pegawai mendapatkan gaji tetap sehingga perbuatan – perbuatan curang dapat dihindari dan rakyat memperoleh keringanan pajak. Dalam keadaan baik ini Octavianus mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri. Siasat itu hanya untuk menjajaki sampai di mana pendapat masyarakat terhadapnya. Ternyata rakyat berkeberatan terhadap niat Octavianus, malahan memberikan kekuasaan besar kepadanya. Senat memberikan gelar Agustus yang berarti yang dipertuan, gelar Princeps Civitas yang berarti warga tertinggi, Caesar yang berarti kaisar. Dengan kepercayaan demikian maka Octavianus menjadi kaisar Romawi dan berakhirlah pemerintahan republik.

Kaisar Agustus (31 SM – 14 SM)
Agustus menjadi peletak dasar kekaisaran Romawi. Salah satu usaha penting untuk menjaga keamanan Romawi adalah menempatkan tentaranya yang kuat di perbatasan. Untuk menghadapi kemungkinan serbuan bangsa Jerman yang dinilai masih barbar. Sungai Rhein dan Donau dijadikan batas. Bajak – bajak laut dibersihkan agar perdagangan tidak terganggu. Perdagangan melalui darat sudah dapat dilakukan dari Italia melalui Gallia sampai Skandinavia.

Kebudayaan Romawi sangat dipengaruhi Hellenisme. Beberapa abad lamanya bahasa Yunani menjadi yang banyak dipergunakan dan banyak karya penulis Yunani dibaca di Romawi. Bangsa Romawi menjadi yang banyak dipergunakan dan banyak karya penulis Yunani di baca di Romawi. Bangsa Romawi juga percaya adanya dewa – dewa. Nama dewa bangsa  Yunani diganti dengan nama seperti Zeus diganti Jupiter, Aphodite diganti Venus, dan sebagainya.

Dalam bidang sastra ahli yang terkenal adalah Titus Levius (59 – 17 M), mengarang sejarah Romawi dari sejarah kuno sampai gugurnya Drutus, seseorang panglima Romawi yang menyerang bangsa Jerman. Seorang penyair kenamaan adalah Vergelius Maro Publius (70 SM – 19 M) dengan karyanya Aeneis. Buku tersebut terdiri atas dua belas jilid dan merupakan sebuah wiracarita (epos) untuk menghasilkan kebesaran bangsa Romawi.  Seorang sahabat Agustus bernama Cajus Meacenas (65 SM – 8 M) yang kaya raya berminat besar dalam kesenian khususnya sastra. Ia banyak memberi bantuan dan melindungi kesenian sehingga bila ada seseorang yang banyak memberikan bantuan atau perlindungan terhadap kesenian atau pengetahuan maka ia diberi sebutan maecanas.

Kota Roma berkembang menjadi kota besar yang diperkirakan berpenduduk satu juta jiwa. Dalam kota besar tersebut masalah perumuhan dipecahkan dengan membuat bangunan bertingkat, tetapi karena tata kota belum sempurna, Roma merupakan kota yang tidak sehat.

Suatu peristiwa bersejarah yang terjadi dalam masa pemerintahan Agustus adalah kelahiran Yesus pada tahun 1 Masehi. Yesus lahir di Bethlehem pada waktu diadakan sensus. Bethlehem termasuk wilayah kerajaan Roma. Yesus menyiarkan agama Nasrani yang monoteitis karena itu ia dituduh mendirikan Kerajaan Sorga yang dianggap menandingi kerajaan Romawi. Ia menjalani hukuman mati dengan disalib di bukit Golgota dalam usia 33 tahun.

Raja – Raja Lain
Setelah agustus wafat, Romawi diperintah oleh kaisar – kaisar keturunannya. Di antara yang terkenal adalah Nero, Vespasianus, Hadrianus, dan Marcus Aurelius.

Kaisar Nero (54 – 68 M) terkenal sebagai kaisar yang kejam. Ia sampai hati menyuruh membunuh ibu, istri, dan gurunya. Perbuatan lain yang tidak terpuji adalah perintah membakar kota Roma (64 M) yang telah berumur 8 abad dan dengan susah payah dibangun ia menunduh orang – orang Nasrani sebagai pembakarnya.

Kaisar Vespasianus (69 – 79) terkenal karena pendiriannya terhadap bangsa Belanda dan Yahudi. Pada tahun 70 M Titus, putrinya, menggempur Zeruzalem dan mengusir bangsa Yahudi dari negerinya. Bangsa ini mengembara selama 9 abad. Tetapi, setelah di negara – negara tempat mereka hidup mereka memperoleh tekanan – tekanan, timbullah keinginan untuk kembali. Gerakan mereka disebut Zionisme, sesuai nama bukti di Israel. Tindakan Vespasianus yang ada hubungannya dengan sejarah Indonesia adalah, larangan membawa logam mulia (emas dan perak) keluar daerah kekuasaannya sehingga bangsa Hindu yang sebelumnya itu berdagang ke Barat mengalihkan ke Timur dan sampai di Indonesia.

Kaisar Hadrianus (177 – 138)banyak mengadakan perbaikan dalam soal kepegawaian yang sekarang banyak dianut. Sebelum seseorang diterima menjadi pegawai negeri, ia harus diselidiki (tes) dahulu. Setelah dianggap cukup ia diangkat memperoleh hak, menerima gaji, dan kenaikan pangkal. Sebagai pertahanan negara didirikan benteng – benteng di daerah perbatasan Seleucia. Di samping itu ia juga seorang kaisar yang gemar filsafat dan sastra.

Kekaisaran Romawi mengalami kemunduran karena dipindahkannya ibu kota dari Roma ke Constantinopel (sekarang Istambul) pada masa pemerintahan kaisar Conatatinus Agung (306 – 337). Kemudian, kekaisaran Romawi dibagi menjadi Romawi Barat dengan Roma sebagai pusatnya dan Romawi Timur dengan Constantinopel sebagai pusatnya (395 M).

Kemunduran
Sejak abad 4 Masehi kekaisaran Romawi mengalami kemunduran yang disebabkan oleh beberapa faktor.
  1. Beberapa kaisar Romawi tidak memberikan pimpinan yang baik bagi negaranya. Mereka lebih banyak mengutamakan kehidupan mewah untuk menyenangkann diri. Daerah – daerah jajahan banyak yang tidak puas dan mendorong penduduknya untuk melepaskan diri dan mendirikan negara merdeka.
  2. Lemahnya pertahanan Romawi. Pada mulanya masalah pertahanan menjadi kewajiban warganya (Homo Romanicus), tetapi setelah mereka banyak menikmati kekayaan diperoleh dari daerah jajahan dan mampu menyewa tentara bayaran, soal pertahanan banyak dipercayakan kepada tentara bayaran yang semangat dan tanggung jawabnya tidak sama dengan warga Romawi asli. Sementara itu di Eropa sedang terjaid perpindahan bangsa – bangsa (Volkenwanderung) yang disebabkan desakan – desakan Hun di bawah Attilla (± 400 SM). Bangsa Jerman, Bangsa Vandal, dan bangsa Goth mulai memasuki wilayah Romawi yang pertahanannya lemah.
  3. Pecahnya kekaisaran Romawi menjadi dua. Dalam masa pemerintahan Theodosius (378 – 395) kekaisaran dibagi atau Romawi Barat dan Romawi Timur untuk kedua putranya. Romawi Barat berpusat di Roma dan Romawi Timur berpusat di Constantinopel. Sebelum terjadi pembagian pada dasarnya kekaisaran Romawi secara kebudayaan sudah berbeda. Romawi Barat berbahasa dan berkebudayaan Latin, sedangkan Romawi Timur berbahasa dan berkebudayaan Yunani.

Kekuasaan Romawi Barat jatuh pada tahun 476 oleh Odoakar, seorang panglima tentara sewaan bangsa Jerman. Peristiwa tersebut dijadikan tonggak sejarah Eropa untuk memisahkan zaman kuno dan abad pertengahan. Sedangkan kekaisaran Romawi Timur masih dapat bertahan sampai pertengahan abad 15. Pada tahun 1453 Constantinopel jatuh ke tangan bangsa Turki. Peristiwa tersebut dijadikan tonggak sejarah untuk memisahkan abad pertengahan dengna zaman baru.





Sumber:  Sejarah. Drs. Imron. (Hlm. 55 – 56)

1 komentar:

Popular Posts

 
Toggle Footer