PERADABAN YUNANI - Kumpulan Materi
Breaking News
Loading...
Jumat, 10 Agustus 2012

PERADABAN YUNANI


Bangsa Yunani (Hellas) telah memiliki peradaban yang tinggi. Peradaban tersebut diwarisi dan dikembangkan oleh bangsa Barat. Pada waktu Iskandar Agung menguasai Afrika dan Asia ia memadukan peradaban Barat dan Timur yang disebut Hillinisme. Peradaban Yunani sangat luas dan  mencakup beberapa bidang.

Kepercayaan
Bangsa Yunani menyembang dewa – dewa yang digambarkannya sebagai manusia biasa tetapi lebih sempurna. Dewa tersebut adalah Zeus yang dianggap sebagai bapak para dewa lainnya dan bapak semula manusia. Ia menguasai langit dan bumi serta bertahan di bukit Olympos. Permaisurinya bernama Hera yang merupakan dewi perkawinan.

Dewa Apollo merupakan dewa matahari dan menjadi pelindung penyair – penyair. Ia tinggal di bukit Helicon. Pallas Athena adalah dewa pelindung pengetahuan dan keperwiraan. Aphrodite adalah dewi kecantikan. Hermes merupakan dewa perdagangan, sedangkan Peseidon merupakan dewa laut. Hades menjadi dewa kematian yang tinggal di neraka yang dijaga oleh anjingnya bernama Cerebrus. Masih banyak dewa lainnya dalam kepercayaan bangsa Yunani.

Di samping itu bangsa Yunani juga percaya adanya manusia setengah dewa. Mereka pada umumnya merupakan perwira – perwira yang memiliki kesaktian tertentu seperti Paris, putra mahkota kerajaan Troya yang berhasil melarikan pemaisuri Helena dari kerajaan Sparta sehingga menimbulkan perang Troya. Hektor merupakan pahlawan Troya yang dapat dibunuh oleh pahlawan Sparta bernama Achilles. Tokoh – tokoh tersebut diceritakan dalam buku Illias. Dalam buku lain bangsa Yunani mengenal manusia setengah dewa seperti Theseus yang berhasil membunuh Minotaurus di Gua Labyrinth, di pulau Kreta, yang menngingatkan kemenangan bangsa Yunani atas bangsa Kreta.

Bangsa Yunani juga percaya ramalan Delphi. Delphi adalah nama sebuah kota tempat tinggal sejumlah dewa. Bila bangsa Yunani akan melakukan sesuatu yang besar, mereka datang ke Delphi lebih dahulu untuk memperoleh ramalan. Yang memegang upacra di situ adalah pendeta – pendeta perempuan. Setelah membakar suatu bahan yang asapnya dapat memabukkan, pendeta –pendeta itu mengatakan sesuatu yang kemudian ditafsirkan sehubungan dengan rencara yang akan dijalankan. (Bandingkan dengan dukun di Indonesia yang juga melakukan cara demikan!)

Sastras
Sastra yang terkenal di Yunani Kuno adalah dua buku cerita kepahlawanan Illias dan Odysse karya Homerus (abad 8 SM). Kitab Illias menceritakana peperangan antara Yunani melawan Troya yang berlangsung selama 51 hari. Sebab peperangan tersebut adalah karena permaisuri Helena dari Sparta dilarikan oleh Paris, seorang putra mahkota kerajaan Troya. Bangsa Yunani dipimpin oleh Agamenon, sedangkan bangsa Troya mempertahankan diri di bawah rajanya yang bernama Priamos. Dalam perang tersebut gugur pahlawan dari Troya bernama Hector oleh pahlawan dan Yunani bernama Achilles, yang terkenal karena larinya sangar cepat. Karena kuatnya pertahanan kota Troya di Asia kecil, bangsa Yunani mencari akan dengan membuat “kuda Troya”. Kuda itu masih ke dalamnya. Kuda itu didorong ke depan pintu gerbang. Troya sehingga menarik perhatian penduduk kota. Setelah kuda ditarik masuk ke dalam kota oleh bangsa Troya keluarlah tentara Yunani yang kemudian berhasil menghancurkan kota Troya.

Kitab Odysse mengisahkan perjalanan kembali tentara Yunani dari perang Troya. Oddysseus adalah pencipta juda troya, kisah perjalanan kembali tersebut merupakan kisah 40 hari dan 10 tahun peperangan Yunani melawan Troya. Karena terlalu lama ditinggalkan oleh Oddysseus, maka istrinya bernama Penelope kawin lagi, sedangkan putranya dengan Odysseus yang bernama Telemachos telah menjadi dewasa. Putra inillah yang berusaha mencari ayahnya.

Kedua kitab sastra tersebut merupakan sastra dunia yang dapat disejajarkan dengan kitab Mahabarata dan Ramayana dari India. Perang Troya kiranya juga mengilhami Iskandar Agung dalam usahanya mengalahkan Persia untuk menciptakan kerajaan dunia yang diimpikannya.

Filsafat
Filsafat adalah pengetahuan yang bertujuan mencari kebenaran yang terakhir. Pengetahuan ini banyak memerlukan berpikir yang menghasilkan banyak ahli pikir (Sophis) bangsa Yunani. Di antaranya terkenal adalah Socrates, Plato, dan Aristoteles.

Socrates (469 – 399 M)
Socrates mengemukakan antara lain bahwa kebenaran umum itu ada dan hendaknya seseorang mengenal dirinya sendiri. Menusia berbeda dengan makhluk lain karena memiliki akal. Akal dan pikiran manusia itulah yang menentukan tingkah lakunya. Sedangkan “akal yang mengatur” segalanya – segalanya adalah Tuhan dalam pengertian kita sekarang. Bilamaana manusia mati, rohnya tetap ada dan kembali ke asalnya. Socrates mengajarkan filsafat kepada anak – anak muda dengan berdebat. Ia memberikan contoh yang konsekuen dalam menaati undang – undang; ia tidak mau melarikan diri menghindari hukuman mati yang dijatuhkan kepadanya karena tuduhan meracuni jiwa anak – anak muda (399 M).

Plato (427 – 346 M)
Plato mengajarkan filsafat manusia dan alam. Ia mengajarkan kenyataan – kenyataan yang tidak berubah, padahal alam bersifat berubah – ubah. Alam akan kembali kepada “Yang Satu”, yang tetap, dan menjadi sumber segala – galanya. Jiwa manusia adalah perpaduan dari daya pikir , daya marah, dan daya nafsu. Masyarakat tersusun dari tiga tenaga, yaitu pemerintah, tentara, dan rakyat. Dalam bukunya Republik, Plato mengemukakan tentang kebahagiaan hidup yang dapat dicapai bilamana manusia bekerja dengan wataknya dan wanita diangkat derajatnya.

Aristoteles  (384 – 322 M)
Aristoteles hidup sezaman dan menjadi guru Iskandar Agung. Filsafat yang diajarkan lebih luas dari pendahulunya. Ia mengemukakan Tuhan yang tidak berubah 0ubah. Manusia mempunyai jiwa yang bukan merupakan beda dan tidak pula merupakan daya. Dalam alam akhirat jiwa manusia akan merasai kenikmatan dan kelezatan. Manusia memiliki keutamaan pikiran dan kerja (Amal). Ia berpendapat bahwa pemerintah yang baik adalah pemerintah yang mengutamakan kebahagiaan seluruh warga, seperti pemerintahan monarki, aristokrasi, dan republik. Sedangkan pemerintahan demokrasi, oligarki, dan tirani dikatakan tidak baik. Aristoteleh mengemukakan tiga macam pendidikan, yaitu jasmani, budi,pekerti, dan pikiran.

Pengetahuan
Yunani juga melahirkan ahli – ahli pengetahuan yang kenamaan. Dalam bidang sejarah, ahli yang terkenal adalh Herodotus (484 – 425 SM). Ia banyak mengunjungi daerah – daerah lain seperti Mesir dan Persia. Tentang Mesir, dikatakannya bahwa itu merupakan hadiah Sungai Nil. Sedangkan tentang Yunani dan Persia, dikemukakan bahwa kedua negara itu terlibat dalam Perang Persia yang berlangsung sampai tiga kali. Ia dianggap sebagai Bapak Sejarahwan. Sejarawan lain adalah Thukydides (sekitar 460 – 393 SM) yang menceritakan perang Peloponesos antara Sparta dengan Athena. Penulisnya kritis sehingga ia dianggap sebagai pelopor penulisan modern.

Dalam ilmu pasti ahli yang terkenal adalah Pyhtagoras (750 – 500). Ia banyak berfilsafat tentang angka,diantara. Di antara dalihnya yang terkenal menyebutkan bahwa dalam segitiga siku –siku, jumlah kuadrat kedua sisinya sama dengan dengan kuadrat sisi depan siku – siku. Dalam ilmu alam yang terkenal adalah Archimedes (287 – 212 SM), yang antara lain menemukan hukum Archimedes bahwa berat benda terapung sama dengan benda cair yang dipindahkan. Selain ahli ilmu alam, ia juga ahli ilmu pasti.

Sedangkan dalam bidang politik dapat disebut nama Plato dan Aristoteles yang juga ahli filsafat seperti telah diuraikan di atas.

Bangunan
Kepercayaan bangsa Yunani telah mendorong bangsa itu membuat bangunan induk untuk memuja dewa – dewa. Dalam masa permulaan (776 – 476 SM) bangunan Yunani banyak dibuat di daerah – daerah koloni. Misalnya di Italia Selatan diketemukan kuil Harakies dan Zeus, sedangkan di daerah koloni Asia diketemukan bangunan di Ephesos berupa kuli Arthemis, di Milete berupa kuil Apollo, semuanya dengan gaya lonia. Di Yunani bangunan – bangunan yang terdapat di Korithe dan Aigina, bergaya Doria.

Dalam masa kejayaan (476 – 338 SM) banyak sekali dibangun kuli dengan daya Doria yang sampai sekarang banyak peninggalannya. Di ataranya adalah Acrpolis yang merupakan bagian kota Athena. Acropolis telah dihancurkan oleh bangsa Persia dalam perang Persia III (480 – 479 SM). Setelah itu kota tersebut dibangun kembali dan dijadikan markas Konferensi Delos Acropolis berarti kota tinggi, sebab letaknya di daerah perbukitan yang bagian atasnya datar. Untuk mencapai bagian atas orang harus melalui tangga yang di kiri kananya dihiasi area yang indah – indah. Di samping samping kubu – kubu untuk mempertahankan kota itu dan serangan musuh. Di kubu selatan ditempatkan patung Dewi Nike, yaitu dewi kemenangan. Jalan berundak – undak itu berakhir di pintu gerbang. Setelah melalui pintu gerbang orang masuk di bagian inti Acroplis yang terdiri di pintu gerbang. Setelah melalui pintu gerbang orang masuk dibagian inti dapat patung dewi Athena dan lampu yang terus menyala. Bagian atas bangunan itu dipotong oleh sejumlah arca perempuan dari marmar yang sangat indah. Kuil Parthenon bangunan juga untuk menghormati Dewi Athena. Bangunan itu buat dari marmar, serambinya dihias dengan ukiran dan arca yang indah. Arca Dewi Athena dipasang di sudut Acropolis setinggi 33 meter. Selain sebagai pelindung patung itu juga sebagai mercusuar bagi kapal yang menuju Athena.

Bangunan lain yang terkenal dalam masa kejayaan adalah kuil Zeus di bukit Olympos Bangunannya disebut Altis yang dipergunakan sebagai tempat pemujaan Zeus sebagai dewa utama bangsa Yunani. Di tengah – tengah Altis terdapat sebuah Altar. Penghormatan kepada Dewa dilakukan empat tahun sekali. Pertandingan waktu itu terdiri atas lari cepat, lompat, gulat, lempar cakram, dan lempat galah. Mereka yang menang memperoleh lambang kemenangan berupa daun olyf dan penyerahannya dilakukan di Prytaneion. Pertandingan dilakukan di area dekat Altis. Ada bagian yang diadakan untuk para ulama dan penonton menyaksikan pertandingan.

Hellenisme
Hellenisme berasal dari kata Helas yang berarti Yunani. Hellenisme kemudian diartikan percampuran (akulturasi) antara kebudayaan Yunani dengan kebudayaan Timur. Peradaban Yunani yang tinggi dibawah ke timur pada zaman Iskandar Agung, kemudian dengan kebudayaan Mesir, Babylonia,dan India sehingga timbullah Hellenisme yang universal sifatnya.

Di kota Iskandar (Mesir) terdapat Mouseion, artinya sekolah tinggi. Mouseion tersebut  memiliki 400.000 buah buku di perpustakaannya dan merupakan suatu pusat pengetahuan. Dan kata Mouseion itu kemudian timbul pengertian museum yang biasanya juga merupakan pusat pengetahuan dan perpustakaan. Dengan adanya Moeseion di Iskandariah tersebut bahasa dan kesusastraan Yunani berkembang pesat.

Filsafat dan pengetahuan lain juga disebarkan di daerah Mesopatamia dengan Babylon sebagai pusat pada waktu Iskandar Agung menjadi maharaja di wilayah itu. Pengetahuan ilmu falak yang telah dimiliki oleh bangsaa Babylon diambi oleh bangsa Yunani.

Suatu kesenaian Hellenisme terdapat dengan nyata di Gandhara di daerah Pancab. Arca Buddha di daerah Gandhara dengan lipatan kainnya nyata sekali karena pengaruh Yunani.

Bangsa Yunani banyak memberikan sumbangan kepada dunia modern. Sikapnya tidak lagi menyerah dan tunduk kepada alam, tetapi menyelidiki alam untuk ditunjukkan dan dimafaatkan sehingga mereka memperoleh hal – hal baru. Pengetahuan baru tiu mereka pikiran dan mereka susun secara sistematis sehingga terciptalah ilmi pengetahuan.




Sumber:  Sejarah. Drs. Imron. (Hlm. 48 – 51).

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts

 
Toggle Footer